SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » KITAB DALAILUL KHAIRAT: AMALAN HARIAN DALAM THARIQAH MU’TABARAH SYADZILIYYAH JAZULIYYAH

KITAB DALAILUL KHAIRAT: AMALAN HARIAN DALAM THARIQAH MU’TABARAH SYADZILIYYAH JAZULIYYAH

Kitab Dalail al-Khairat
Kitab Dalail al-Khairat

Ijazah dari Al-Habib Prof. Dr. K.H.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini (Asy-Syaikh Mursyid Thariqah Mu’tabarah Syadziliyyah Jazuliyyah)

A. PENDAHULUAN

Dalailul Khairat merupakan kitab kumpulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang disusun oleh Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, seorang tokoh sufi dari Tarekat Syadziliyyah.

Kitab ini membahas secara ilmiah tentang kedudukan Dalailul Khairat sebagai amalan harian dalam Thariqah Mu’tabarah Syadziliyyah Jazuliyyah yang diijazahkan oleh Al-Habib Prof. Dr. K.H.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini.

Pembahasan mencakup landasan normatif dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, sejarah penyusunan, struktur amalan, serta adab-adab dalam pengamalannya. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka.

Dalailul Khairat atau dengan judul lengkap Dalā’il al-Khairāt wa Shawāriq al-Anwār fī Zikri al-Shalāh ‘alā al-Nabī al-Mukhtār (Petunjuk-petunjuk Kebaikan dan Cahaya Cemerlang dalam Mengingat Shalawat pada Nabi Pilihan) merupakan sebuah kitab yang memuat kumpulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

BIOGRAFI 4 ULAMA’ MELAYU PENULIS TAFSIR BAHASA MELAYU MALAYSIA. (SYAIKH ABDURRAUF AS-SINKILI, SYAIKH ABDULLAH BASMEIH, HAJI MUHAMMAD SA’ID BIN UMAR, DATO’ Dr. ABDUL HAYEI ABDUL SUKOR)

Kitab ini disusun oleh Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, seorang tokoh sufi terkemuka dari Tarekat Syadziliyyah yang berasal dari Maroko.

Kitab ini memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman, khususnya di kalangan para pengamal tarekat dan masyarakat pesantren. Dalailul Khairat tidak sekadar dibaca, melainkan diamalkan sebagai wirid harian yang terstruktur, dengan pembagian bacaan yang disebut hizb untuk setiap hari dalam sepekan.

Di Indonesia, tradisi pengamalan Dalailul Khairat tersebar luas, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama dan berbagai majelis taklim yang mengamalkan wirid-wirid berbasis shalawat.

Salah satu mata rantai transmisi amalan ini adalah melalui ijazah yang diberikan oleh para guru yang memiliki sanad bersambung kepada penyusunnya, Imam al-Jazuli.

B. BIOGRAFI IMAM AL-JAZULI DAN LATAR BELAKANG PENYUSUNAN DALAILUL KHAIRAT

B.1. IDENTITAS IMAM AL-JAZULI

Tanggal 11 sampai 20 Muharram

Imam Muhammad bin Sulaiman bin Abi Bakar al-Jazuli al-Simlali (w. 870 H/1465 M) adalah seorang ulama sufi bermazhab Maliki yang berasal dari wilayah Sous, Maroko. Beliau dikenal sebagai salah satu dari Sab’ah Rijal (tujuh wali) yang masyhur di Marrakesh.

Gelar “al-Jazuli” dinisbatkan kepada kabilah Jazulah di Maroko. Imam al-Jazuli menempuh pendidikan di Madrasah as-Saffarin di Kota Fez, kemudian menghabiskan waktu sekitar 40 tahun di Hijaz dan Yerusalem sebelum akhirnya kembali ke Fez untuk menyelesaikan kitab monumental, Dalailul Khairat.

B.2. LATAR BELAKANG PENYUSUNAN KITAB

Terdapat kisah spiritual yang melatarbelakangi penyusunan kitab ini. Diriwayatkan bahwa Imam al-Jazuli pernah terlambat melaksanakan shalat karena kesulitan mendapatkan air untuk berwudu dari sebuah sumur. Seorang gadis muda melihat keadaannya dan menegurnya, kemudian dengan menyebut Nama Tuhan, secara ajaib memunculkan air yang melimpah dari sumur tersebut.

Takjub dengan peristiwa tersebut, Imam al-Jazuli bertanya tentang sumber kedudukan spiritual gadis itu. Gadis itu menjawab bahwa semua itu berasal dari kebiasaannya memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa inilah yang mendorong Imam al-Jazuli untuk mengumpulkan berbagai redaksi shalawat ke dalam sebuah kitab yang kemudian dikenal sebagai Dalailul Khairat.

Ketaatan Kepada Allah Sebagai Kunci Keberkahan Ilmu: Telaah Ilmiah Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Pandangan Ulama

C. LANDASAN NORMATIF DALAM AL-QUR’AN DAN AL-HADITS

Pengamalan shalawat yang menjadi inti dari Dalailul Khairat memiliki landasan normatif yang kuat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

C.1. LANDASAN AL-QUR’AN

Perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW secara eksplisit tertuang dalam firman Allah SWT:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini menjadi fondasi utama bagi anjuran bershalawat. Dalam tafsirnya, para ulama menjelaskan bahwa perintah dalam ayat ini bersifat ijab (wajib) dalam pengertian nadb (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi.

Selain itu, Allah SWT juga menegaskan bahwa pengutusan Nabi Muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam:

QS. Al-Anbiya’ [21]: 107

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

Ayat ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang menjadi objek shalawat dalam Dalailul Khairat. Shalawat adalah bentuk pengakuan dan penghormatan atas kedudukan beliau sebagai rahmatan lil ‘alamin.

C.2. LANDASAN AL-HADITS

Keutamaan bershalawat juga ditegaskan dalam banyak hadits Nabi SAW. Imam al-Jazuli mengawali kitab Dalailul Khairat dengan menghimpun hadits-hadits tentang keutamaan shalawat sebagai penguat motivasi bagi para pengamalnya.

Di antara hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Ash’ari, Nabi SAW bersabda:

مَنْ صَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ ضَيَّقَتْ عَلَيْهِ جَهَنَّمُ وَعُقِدَتْ تِسْعِينَ

Artinya:
“Barangsiapa berpuasa tahunan (senantiasa berpuasa), maka neraka Jahanam akan dipersempit untuknya dan neraka Jahanam akan dikunci selama sembilan puluh tahun baginya.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Hibban)

Hadits ini mengisyaratkan bahwa amalan-amalan ketaatan, termasuk shalawat yang dibaca dalam Dalailul Khairat secara konsisten, dapat menjadi sarana perlindungan dari siksa api neraka.

D. STRUKTUR DAN SISTEMATIKA DALAILUL KHAIRAT

D.1. KOMPOSISI KITAB

Kitab Dalailul Khairat memiliki komposisi yang terstruktur dengan baik. Secara garis besar, susunannya terdiri dari:

  1. Doa Iftitah (Pembukaan): Bacaan pembuka sebelum memasuki rangkaian shalawat.
  2. Himpunan Shalawat: Bagian inti yang berisi berbagai redaksi shalawat yang disusun dalam beberapa hizb (bagian). Jumlah redaksi shalawat dalam kitab ini mencapai lebih dari 200 macam, termasuk 201 nama Nabi Muhammad SAW yang disebutkan sebagai bentuk sanjungan .
  3. Doa Penutup: Bacaan penutup yang dibaca setelah menyelesaikan rangkaian shalawat .

D.2. PEMBAGIAN HIZB MINGGUAN

Salah satu karakteristik utama pengamalan Dalailul Khairat adalah pembagian bacaan berdasarkan hari. Secara tradisional, kitab ini dibagi menjadi beberapa hizb yang dibaca secara bergantian selama satu pekan hingga selesai (khatam).

Pembagian harian ini memudahkan para pengamal untuk mengkhatamkan Dalailul Khairat secara rutin. Ada pula yang mengkhatamkannya setiap hari, bahkan sebagian ulama mengkhatamkannya setiap selesai shalat fardhu, sehingga dalam sehari dapat mengkhatamkan sebanyak lima kali.

D.3. TATA CARA PENGAMALAN (KAIFIYAH)

Imam al-Jazuli dan para pewarisnya mengajarkan tata cara (kaifiyah) pengamalan Dalailul Khairat sebagai berikut :

  1. Ijazah: Amalan harus diperoleh melalui ijazah dari seorang guru (mujiz) yang memiliki sanad bersambung kepada Imam al-Jazuli.
  2. Tawasul: Membaca tawasul kepada penyusun kitab dan para masyaikh yang memberikan ijazah.
  3. Istighfar dan Shalawat: Membaca istighfar dan shalawat, lalu surat Al-Fatihah sebanyak tiga kali.
  4. Ayat Kursi: Membaca Ayat Kursi dilanjutkan dengan potongan akhir QS. Yusuf [12]: 62:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga, dan Dialah Yang Maha Penyayang.”

  1. Asmaul Husna: Membaca nama-nama Allah yang indah.
  2. Shalawat Mengiringi Nama-Nama Nabi: Membaca shalawat dengan menyebut 201 nama Nabi Muhammad SAW.
  3. Pembacaan Hizb: Membaca rangkaian shalawat sesuai dengan pembagian harian.

E. IJAZAH DAN SANAD DALAM TRADISI DALAILUL KHAIRAT

E.1. URGENSI IJAZAH

Dalam tradisi pengamalan Dalailul Khairat, ijazah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ijazah merupakan proses transmisi amalan secara turun-temurun dengan rantai sanad yang jelas dan bersambung kepada penyusun kitab, Imam al-Jazuli.

Guru yang memberikan ijazah disebut mujiz. Saat pengijazahan dilaksanakan, biasanya disertakan silsilah sanad wirid Dalailul Khairat secara berurutan yang terhubung kepada Imam al-Jazuli. Tradisi ini menunjukkan bahwa pengamalan Dalailul Khairat bukan sekadar bacaan individu, melainkan bagian dari mata rantai keilmuan dan spiritual yang terhubung dengan Nabi Muhammad SAW.

E.2. AL-HABIB PROF. DR. K.H.R. SHOHIBUL FAROJI AL-AZHMATKHAN AL-HUSAINI

Al-Habib Prof. Dr. K.H.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini adalah salah seorang ulama yang memiliki otoritas untuk memberikan ijazah Dalailul Khairat. Beliau adalah seorang al-mursyid (pembimbing spiritual) dari beberapa tarekat sufi dan memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Beberapa guru beliau yang memiliki sanad keilmuan antara lain:

  1. Asy-Syaikh As-Sayyid KH.R. Bahruddin Azmatkhan: Guru dalam bidang tarekat, fiqih Syafi’i, tafsir, dan tauhid.
  2. Asy-Syaikh KH.R. As’ad Syamsul Arifin Al-Azhmatkhan Al-Husaini, Asembagus Situbondo, Guru dibidang Ilmu Hikmah dan Ilmu Thariqah.
  3. Asy-Syaikh KH. ‘Adlan ‘Ali Azmatkhan, Cukir Jombang: Guru Tahfizhul Qur’an.
  4. Asy-Syaikh KH. Yusuf Masyhar, Pendiri Pesantren Madrasatul Qur’an, Guru Tahfidz Al-Qur’an.
  5. Prof. KH. Ibrohim Hosen (Mantan Ketum MUI, Pendiri PTIQ, IIQ): Guru dalam bidang Ushul Fiqih, Qawa’idul Fiqhiyyah, Maqasidus Syari’ah dan Fiqih Muqaranah.
  6. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad bin Abdullah bin Abdus Salam Al-Masyisyi Al-Hasani: Ulama besar dari Libanon, Guru bidang Tafsir, Hadits, Fiqih.
  7. Asy-Syaikh An-Naqib Prof.Dr. Sayyid Muhammad bin Ali Al-Azhmatkhan Al-Husaini, Professor Ilmu Nasab, Genealogy, DNA Forensic, Historiografy dari University Of Hyderabad, India. Sebagai Guru Bidang Nasab.
  8. KH. Hasyim Muzadi, Mantan Ketum PBNU, Guru Bidang Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah dan ke-NU-an.
  9. Dan banyak guru yang tidak bisa disebut satu demi satu.

Beliau Al-Habib Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini, juga merupakan seorang profesor dalam bidang Nasab Dzurriyyah (silsilah keturunan) Rasulullah SAW dan menulis karya tentang Ensiklopedi Nasab 3110 Qabilah keturunan Nabi Muhammad, sebanyak 3110 Volume, sng menjadi REFERENSI UTAMA dari Banyak Lembaga Nasab Sedunia.

F. KEUTAMAAN DAN MANFAAT PENGAMALAN DALAILUL KHAIRAT

Pengamalan Dalailul Khairat memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi spiritual maupun praktis dalam kehidupan sehari-hari. Para ulama dan pengamalnya meriwayatkan berbagai fadhilah (keutamaan) yang dapat diperoleh, di antaranya :

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah (Taqarrub ila Allah): Tujuan utama pengamalan adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan pamrih duniawi.
  2. Tersambungnya Ruh dengan Nabi Muhammad SAW: Kyai Hamid Pasuruan menyatakan bahwa siapa yang membaca Dalailul Khairat sehari satu hizb, maka ruhnya akan wasil (tersambung) dengan hadirat Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan bagian dari akhlak serta ilmu beliau.
  3. Cepat Terkabulnya Hajat: Salah satu keutamaan yang masyhur adalah cepatnya terkabul hajat yang diinginkan oleh para pembacanya.
  4. Penguatan Spiritual bagi Penuntut Ilmu: Kyai Mahrus Ali Lirboyo menyatakan bahwa siapa yang melanggengkan shalawat Dalailul Khairat, jika menjadi kyai maka akan menjadi kyai sungguhan, jika menjadi ahli hikmah maka akan menjadi ahli hikmah sungguhan.
  5. Penghapus Dosa dan Peningkat Derajat: Shalawat dapat menjadi penghapus dosa, peningkat derajat, dan sarana mendapatkan syafaat Nabi SAW pada hari kiamat.

Namun demikian, perlu ditekankan bahwa keutamaan-keutamaan ini hendaknya tidak menjadi tujuan utama. Para pengamal dianjurkan untuk menjaga niat murni dalam mengamalkan Dalailul Khairat, yaitu semata-mata untuk mencari ridha Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya (taqarrub ila Allah).

G. PENUTUP DAN KESIMPULAN

Dalailul Khairat merupakan kitab kumpulan shalawat karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman, khususnya di kalangan Thariqah Syadziliyyah Jazuliyyah. Pengamalannya dilandasi oleh ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Ahzab: 56 yang memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi, serta hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan shalawat.

Secara struktural, kitab ini disusun dengan sistematika yang teratur dan dibaca dalam pembagian hizb harian. Tradisi ijazah menjadi elemen penting dalam transmisi amalan ini, dengan sanad yang bersambung hingga kepada Imam al-Jazuli sebagai penyusunnya.

Al-Habib Prof. Dr. K.H.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini adalah salah seorang ulama yang memiliki otoritas untuk memberikan ijazah Dalailul Khairat dengan sanad keilmuan yang jelas dan bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan pengamalan Dalailul Khairat sangat beragam, mulai dari aspek spiritual seperti mendekatkan diri kepada Allah dan tersambungnya ruh dengan Nabi, hingga aspek praktis seperti terkabulnya hajat dan penguatan dalam menuntut ilmu. Namun demikian, niat yang paling utama tetaplah ikhlas karena Allah SWT semata.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Qur’an al-Karim.
  2. Al-Jazuli, Muhammad bin Sulaiman. Dalā’il al-Khairāt wa Shawāriq al-Anwār fī Zikri al-Shalāh ‘alā al-Nabī al-Mukhtār. Berbagai edisi.
  3. Azmatkhan, Shohibul Faroji. (1999). Syamsu azh-Zhahirah fi Nasabi Ahli al-Bait min Bani ‘Alawi [Suntingan dari karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur]. Jeddah: ‘Alam al-Ma’rifah.
  4. Dalail al-Khairat [Naskah abad ke-19]. (n.d.). The British Library, EAP352-1-6.
  5. Fūri, Irfan Miftahul. (2021). “Makna Ritual Dalail Al-Khairat Bagi Pelaku Usaha Batik di Masjid Ar-Rahman Kradenan Kota Pekalongan.” Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 1 No. 1.

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.