SURAU.CO – Pendahuluan; Setiap muslim tentu mendambakan husnul khatimah, yaitu mengakhiri kehidupan dalam keadaan beriman, taat kepada Allah, dan memperoleh keridaan-Nya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kematian akan datang. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar setiap hari diisi dengan amal-amal saleh yang ringan dilakukan, tetapi besar pahalanya.
Di antara amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ adalah membaca Ayat Kursi setelah setiap shalat wajib. Amalan ini tidak membutuhkan waktu lama, namun keutamaannya sangat besar hingga menjadi sebab seseorang semakin dekat dengan surga.
Ayat Kursi: Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an
Ayat Kursi adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 255:
> اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ…
Ayat ini menjelaskan keagungan Allah, kesempurnaan kekuasaan-Nya, keluasan ilmu-Nya, serta penjagaan-Nya terhadap seluruh makhluk. Rasulullah ﷺ menyebut Ayat Kursi sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an (HR. Muslim).
Hadis Tentang Membaca Ayat Kursi Setelah Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga selain kematian.” (HR. ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Kabir no. 7532; dinyatakan sahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6464).
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan dzikir tersebut. Maksudnya, apabila seorang muslim terus menjaga amalan ini hingga akhir hayatnya, maka ia berada di atas jalan yang mengantarkannya menuju surga dengan izin Allah.
Mengapa Ayat Kursi Begitu Istimewa?
Para ulama menjelaskan bahwa Ayat Kursi mengandung pokok-pokok akidah Islam, di antaranya:
Penetapan tauhid uluhiyah dan rububiyah.
Penegasan bahwa Allah Mahahidup dan Maha Mengurus seluruh makhluk.
Kesempurnaan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu.
Kekuasaan Allah atas langit dan bumi.
Penjagaan Allah yang tidak pernah lelah.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Ayat Kursi merupakan ayat yang paling mulia karena menghimpun nama-nama dan sifat-sifat Allah yang agung.
Hubungan dengan Husnul Khatimah
Husnul khatimah bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan buah dari istiqamah dalam ketaatan. Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. al-Bukhari)
Orang yang membiasakan lisannya berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan mengingat Allah setelah setiap shalat memiliki harapan besar untuk diwafatkan dalam keadaan yang baik.
Waktu-Waktu Dianjurkan Membaca Ayat Kursi
Selain setelah shalat wajib, Ayat Kursi juga disunnahkan dibaca pada beberapa kesempatan, antara lain:
- Setelah setiap shalat fardu.
-
Dalam dzikir pagi dan petang.
- Sebelum tidur.
Dalam hadis sahih riwayat al-Bukhari disebutkan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur menjadi sebab Allah menugaskan malaikat untuk menjaga seseorang hingga pagi, serta setan tidak dapat mendekatinya.
Hikmah Membiasakan Ayat Kursi
Membiasakan membaca Ayat Kursi memberikan banyak manfaat spiritual, di antaranya:
Menguatkan keimanan kepada Allah.
Menumbuhkan rasa tawakal.
Menjadi benteng dari gangguan setan.
Menenangkan hati.
Menjadi salah satu sebab meraih surga dengan izin Allah.
Melatih istiqamah dalam berdzikir setelah shalat.
Amalan kecil yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan sesekali.
Penutup
Di tengah kesibukan hidup, sering kali kita melupakan amalan-amalan sederhana yang memiliki pahala luar biasa. Membaca Ayat Kursi setelah shalat wajib hanya memerlukan waktu sekitar satu menit, tetapi nilainya sangat besar di sisi Allah.
Karena itu, marilah kita membiasakan diri membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, mengajarkannya kepada keluarga, anak-anak, dan jamaah. Semoga Allah menjadikan amalan ini sebagai sebab datangnya perlindungan-Nya di dunia, keteguhan iman menjelang ajal, serta anugerah husnul khatimah dan surga-Nya yang abadi.
> اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْعَلْ آخِرَ كَلَامِنَا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ. آمِينَ
Referensi
- Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Baqarah [2]: 255.
-
Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Wakalah dan Kitab ar-Riqaq.
-
Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin.
-
Ath-Thabarani, Al-Mu’jam al-Kabir, no. 7532.
-
Al-Albani, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, no. 6464.
- Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, tafsir QS. Al-Baqarah: 255. (Tengku Iskandar)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
