SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibadah
Beranda » Berita » Tahajud: Jalan Menuju Ketenangan Jiwa Dan Kemuliaan Di Sisi Allah (Kajian Ilmiah Populer Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Penjelasan Ulama)

Tahajud: Jalan Menuju Ketenangan Jiwa Dan Kemuliaan Di Sisi Allah (Kajian Ilmiah Populer Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Penjelasan Ulama)

Tahajud: Jalan Menuju Ketenangan Jiwa Dan Kemuliaan Di Sisi Allah (Kajian Ilmiah Populer Berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Penjelasan Ulama)
Tahajud: Jalan Menuju Ketenangan Jiwa Dan Kemuliaan Di Sisi Allah (Kajian Ilmiah Populer Berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Penjelasan Ulama)

SURAU.CO – Abstrak; Shalat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah ini bukan sekadar aktivitas bangun pada sepertiga malam terakhir, tetapi merupakan bentuk penghambaan yang paling tulus kepada Allah ketika kebanyakan manusia sedang terlelap.

Artikel ini mengkaji keutamaan tahajud berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, dan penjelasan para ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahajud menjadi sebab diperolehnya ketenangan jiwa, dikabulkannya doa, diangkatnya derajat seorang hamba, serta menjadi ciri orang-orang bertakwa. Kata Kunci: Tahajud, Qiyamul Lail, Doa, Ketenangan Jiwa, Ibadah Malam.

Pendahuluan

Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi tekanan, kecemasan, dan kesibukan, banyak manusia mencari ketenangan melalui berbagai cara. Sebagian mengejarnya dengan harta, jabatan, atau hiburan. Namun Islam menawarkan solusi yang jauh lebih mendalam, yaitu mendekat kepada Allah melalui shalat malam.

Tahajud bukan sekadar ibadah fisik, melainkan perjalanan spiritual menuju Rabb semesta alam. Ketika dunia terlelap, seorang mukmin berdiri menghadap Allah dengan penuh kerendahan hati, memohon ampunan, petunjuk, dan pertolongan-Nya.

Allah berfirman:

Jenazah Berbicara dan Berjalan

> وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud merupakan jalan menuju maqāman maḥmūdā (kedudukan yang mulia) di sisi Allah.

Hakikat Tahajud

Secara bahasa, tahajud berasal dari kata الهجود yang berarti tidur, kemudian bangun meninggalkannya untuk beribadah.

Etika Komunikasi Digital Dalam Perspektif Islam: Memanfaatkan Siaran Langsung (Live Streaming) Sebagai Sarana Dakwah Dan Silaturahim

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tahajud adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur. Oleh sebab itu, tidak semua qiyamul lail disebut tahajud.

Ibadah ini menjadi bukti keikhlasan seorang hamba, karena dilakukan tanpa diketahui manusia.

Keutamaan Tahajud

  1. Mendapatkan Kedudukan Mulia

Allah menjanjikan kedudukan terpuji bagi pelaku tahajud.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maqāman maḥmūdā mencakup kemuliaan di dunia dan akhirat, termasuk syafaat agung Rasulullah ﷺ pada Hari Kiamat.

  1. Menjadi Kebiasaan Orang-Orang Shalih

Allah memuji orang bertakwa:

Isteri Shalehah: Pilar Ketahanan Keluarga Dan Peradaban Islam

> كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۝ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud merupakan ciri utama orang-orang bertakwa.

  1. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Rasulullah ﷺ bersabda:

> يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir…” (HR. al-Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)

Kemudian Allah berfirman:

“Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan.”

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya peluang terkabulnya doa pada waktu tahajud.

  1. Menenangkan Hati

Orang yang rutin tahajud merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Allah berfirman:

> أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Tahajud adalah puncak dzikir kepada Allah pada waktu yang paling sunyi.

  1. Menghapus Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

> عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ

“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah serta menghapus dosa.” (HR. at-Tirmidzi)

Hikmah Psikologis Tahajud

Penelitian psikologi modern menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan mampu menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan meningkatkan ketahanan mental. Dalam perspektif Islam, ketenangan tersebut lahir karena hati terhubung langsung dengan Allah.

Tahajud mengajarkan kesabaran, disiplin, keikhlasan, dan pengendalian hawa nafsu. Seorang yang mampu meninggalkan nikmat tidur demi beribadah akan lebih mudah meninggalkan maksiat pada siang hari.

Mengapa Tahajud Berat Dilakukan?

Para ulama menjelaskan beberapa penyebab seseorang sulit bangun malam:

  1. Banyak melakukan dosa.

  2. Terlalu banyak makan sebelum tidur.

  3. Tidur terlalu larut.

  4. Kurangnya kerinduan kepada Allah.

  5. Lemahnya semangat beribadah.

Sufyan ats-Tsauri berkata:

“Aku pernah terhalang melakukan qiyamul lail selama lima bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”

Perkataan ini menunjukkan bahwa kemaksiatan dapat menghalangi seseorang dari kenikmatan beribadah.

Tips Istikamah Tahajud

Tidur lebih awal.

Berniat sebelum tidur.
Berwudhu sebelum tidur.

Membaca doa sebelum tidur.
Memasang pengingat untuk bangun.

Memulai dengan dua rakaat ringan.
Memohon kepada Allah agar dimudahkan istiqamah.

Yang paling penting bukan banyaknya rakaat, melainkan keikhlasan dan kesinambungan ibadah.

Penutup

Tahajud bukan hanya tentang bangun di tengah malam, tetapi tentang keberanian hati memenuhi panggilan Allah ketika dunia sedang tertidur. Pada saat itulah seorang hamba mencurahkan segala harapan, kegelisahan, dan doanya hanya kepada Rabb Yang Maha Mendengar.

Di waktu yang sunyi itu, seorang mukmin belajar bahwa pertolongan Allah sering datang bukan melalui suara yang keras, melainkan melalui ketenangan yang memenuhi hati, kekuatan untuk menghadapi ujian, dan doa-doa yang perlahan dikabulkan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah menghidupkan malam dengan tahajud, memperoleh ampunan, ketenangan jiwa, dan kemuliaan di dunia serta akhirat. Āmīn.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur’an al-Karim.

  2. Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.

  3. Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim.

  4. At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi.

  5. Ibnu Katsir, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm.

  6. Imam An-Nawawi, Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.

  7. Ibnu Rajab al-Hanbali, Laṭā’if al-Ma’ārif. (Tengku Iskandar)

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.