SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khazanah
Beranda » Berita » Hikmah “Tanggal 21 sampai 30 Muharram”

Hikmah “Tanggal 21 sampai 30 Muharram”

Hikmah "Tanggal 21 sampai 30 Muharram"
Hikmah "Tanggal 21 sampai 30 Muharram"

 

SURAU.CO – 21 Muharram: Menjaga Amanah
Alloh memuliakan orang yang menjaga amanah. Harta, ilmu, jabatan, dan keluarga adalah titipan yang kelak dipertanggungjawabkan. Rasulullah SAW bersabda, “Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayakan amanah kepadamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

22 Muharram – Menundukkan Nafsu

Musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, melainkan hawa nafsunya sendiri. Alloh berfirman:

«”Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41).»

Nikmat Yang Jarang Disyukuri: Membangun Kesadaran Spiritual Melalui Lisan Yang Berdzikir, Hati Yang Bersyukur, Dan Kesabaran Dalam Ujian (Kajian Ilmiah Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Atsar Salaf)

23 Muharram – Memperbanyak Istighfar
Istighfar membersihkan hati dan membuka pintu rezeki. Alloh berfirman:

«”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun.” (QS. Nuh: 10).»

Hasan al-Bashri menjelaskan bahwa istighfar menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.

24 Muharram – Menghidupkan Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang mengangkat derajat manusia. Alloh berfirman:

«”Alloh akan mengangkat orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).»

Perahu di Atas Bukit

Imam Asy-Syafi’i berkata, “Barang siapa menghendaki dunia atau akhirat, hendaklah dengan ilmu.”

25 Muharram – Berbakti kepada Orang Tua
Ridho Alloh bergantung pada ridho kedua orang tua. Alloh berfirman:

«”Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang.” (QS. Al-Isra’: 24).»

26 Muharram – Mempererat Silaturahmi
Silaturahmi memperpanjang keberkahan umur dan rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

«”Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).»

Biarlah Hidup Dengan Seadanya Daripada Punya Segalanya Tapi Serba Riba: Tinjauan Ilmiah Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Perspektif Ekonomi Islam

27 Muharram – Menjadi Hamba yang Bersyukur
Syukur bukan hanya ucapan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan. Alloh berfirman:

«”Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).»

28 Muharram – Memperbaiki Akhlak
Kemuliaan seorang mukmin terletak pada akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda:

«”Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).»

29 Muharram – Muhasabah Diri

Sebelum datang hari perhitungan, hendaknya manusia menghitung amalnya sendiri. Umar bin Khattab berkata:

«”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”»

Muhasabah menjadi jalan menuju taubat yang tulus.

30 Muharram – Menutup Bulan dengan Harapan Baru
Berakhirnya Muharram bukanlah akhir semangat hijrah, tetapi awal perjalanan menuju pribadi yang lebih bertakwa. Alloh berfirman:

«”Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).»

Semoga sepuluh hari terakhir Muharram menjadi penutup yang penuh keberkahan, pengampunan, ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, serta menjadi bekal untuk melanjutkan hijrah menuju ridha Alloh SWT.

 

 

 

 


Kesaktian

Kesaktian sering dipahami sebagai kemampuan luar biasa yang dimiliki seseorang, seperti kekuatan fisik, kemampuan bela diri, atau hal-hal yang tampak di luar kebiasaan manusia. Namun, kesaktian bukanlah ukuran kemuliaan di sisi Alloh. Seseorang dapat memiliki kemampuan istimewa, tetapi jika tidak disertai iman, takwa, dan akhlak yang baik, maka kesaktian itu tidak meninggikan derajatnya di hadapan Alloh.

Berbeda dengan itu, dzikir kepada Alloh adalah ibadah yang membersihkan hati, menenangkan jiwa, dan menguatkan keimanan. Alloh berfirman:

«”Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.” QS. Ar-Ra’d [13]: 28»

Rasulullah SAW juga bersabda:

«”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. al-Bukhari)»

Adapun karomah adalah kemuliaan atau kejadian luar biasa yang Alloh anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Karomah bukan tujuan ibadah, bukan sesuatu yang dipamerkan, dan bukan hasil latihan untuk mencari kekuatan. Ia adalah kehendak Alloh semata sebagai bentuk kemuliaan bagi hamba yang istiqamah dalam ketaatan.

Alloh berfirman:

«”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Alloh itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.” QS. Yunus [10]: 62–63»

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa karomah adalah perkara yang benar dalam akidah Islam, tetapi tidak menjadi tolok ukur utama kemuliaan seseorang. Ukuran yang paling utama adalah ketakwaan, sebagaimana firman Alloh dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13 bahwa yang paling mulia di sisi Alloh adalah yang paling bertakwa.

Maka, janganlah mengejar kesaktian untuk memperoleh pujian manusia. Perbanyaklah dzikir, perbaiki ibadah, dan luruskan niat. Jika Alloh berkehendak memberikan karamah, itu adalah anugerah-Nya, bukan karena kehebatan manusia.

Kesimpulan

  • Kesaktian adalah kemampuan luar biasa yang belum tentu menunjukkan kemuliaan di sisi Alloh.

  • Dzikir adalah ibadah yang mendekatkan hamba kepada Alloh dan menumbuhkan ketenangan hati.

  • Karomah adalah kemuliaan yang Alloh berikan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, bukan sesuatu yang dicari untuk dibanggakan.

Semoga Alloh menjadikan kita hamba yang lebih mencintai dzikir daripada mencari kesaktian, serta mengutamakan ketakwaan daripada kemasyhuran. Aamiin. (Bambang JB)


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.