SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » Tanpa Sadar, Tanpa Hidup, Tanpa Harta Menuju Kemuliaan

Tanpa Sadar, Tanpa Hidup, Tanpa Harta Menuju Kemuliaan

Tanpa Sadar, Tanpa Hidup, Tanpa Harta Menuju Kemuliaan
Tanpa Sadar, Tanpa Hidup, Tanpa Harta Menuju Kemuliaan

 

SURAU.CO – Manusia sering merasa sadar, padahal masih terlelap oleh kesombongan. Merasa hidup, padahal jiwanya jauh dari mengingat Alloh. Merasa memiliki harta, padahal semua hanyalah titipan yang suatu saat akan kembali kepada PemilikNya.

“Tanpa sadar” mengajak kita untuk menyadari betapa banyak nikmat Alloh yang sering terlupakan. Kesadaran sejati lahir ketika hati dipenuhi zikir, syukur, dan tafakur.

“Tanpa hidup” bukan berarti jasad tidak bernyawa, melainkan hati yang mati karena jauh dari petunjuk Alloh. Al-Qur’an mengingatkan bahwa orang yang beriman akan diberi kehidupan yang baik.

“Tanpa harta” mengajarkan bahwa kemuliaan bukanlah hasil banyaknya kekayaan, melainkan ketakwaan. Harta dapat habis, jabatan dapat hilang, tetapi amal saleh akan tetap menemani hingga akhirat.

Allah Menempatkanmu Bukan Karena Kebetulan: Telaah Teologis tentang Takdir, Ikhtiar, dan Hikmah Ujian dalam Perspektif Islam

Alloh berfirman:

«”Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)»

Rosululloh SAW bersabda:

«”Sesungguhnya Alloh tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)»

Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Alloh tidak diukur dari kedudukan, kekayaan, ataupun keturunan, melainkan dari kebersihan hati, keikhlasan niat, dan ketakwaannya. Di antara yang menekankan makna ini adalah Imam Al-Ghazali dalam pembahasannya tentang penyucian jiwa (tazkiyatun nafs).

Hikmah Hidup “Berjalan Tidak Menunduk dan Berbusung Dada”

Semoga kita mampu meninggalkan kesadaran yang semu menuju kesadaran hakiki, menghidupkan hati dengan iman, memandang harta sebagai amanah, dan meniti jalan kemuliaan yang diridhai Alloh SWT.

Makna:

“Kemuliaan bukanlah ketika manusia mengenal nama kita, melainkan ketika Alloh menerima amal kita. Boleh jadi seseorang tidak memiliki harta yang melimpah, namun ia kaya akan iman; tidak memiliki kedudukan yang tinggi, namun mulia di sisi Alloh karena ketakwaannya.”

 

 

Al-qur’an Sebagai Penawar Hati: Urgensi Membiasakan Membaca Al-qur’an Setiap Hari Walau Hanya Satu Ayat

 


Olah Hidup: Dilatih, Diasah, Digembleng Ilmu Kejujuran, Tetapi Tidak Jujur

Kejujuran bukan sekadar ilmu yang dipelajari, melainkan cahaya yang harus dipancarkan dalam setiap ucapan, tindakan, dan amanah. Seseorang dapat bertahun-tahun dilatih, diasah, dan digembleng mengenai nilai kejujuran, tetapi apabila hati masih dikuasai hawa nafsu, kesombongan, atau kepentingan dunia, maka ilmu itu hanya berhenti di kepala, tidak sampai ke perilaku.

Ibarat sebilah pedang yang terus diasah namun tidak pernah digunakan untuk membela kebenaran, demikian pula ilmu tanpa pengamalan. Nilai kejujuran baru memiliki makna ketika menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Alloh SWT berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ»

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Alloh dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.” (QS. Al-Qur’an At-Taubah:119)

Rosululloh SAW bersabda:

«إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ»

“Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun kepada surga.” (Hadis sahih riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Al-Ghazali menjelaskan bahwa ilmu yang tidak membuahkan amal akan menjadi hujah yang memberatkan pemiliknya. Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengingatkan bahwa kejujuran adalah pintu segala kebajikan dan fondasi keimanan.

Maka, jangan bangga hanya karena pernah belajar tentang kejujuran. Kebanggaan sejati adalah ketika hati, lisan, dan perbuatan berjalan seiring dalam kebenaran. Sebab, kejujuran tidak diukur dari banyaknya pelajaran yang diterima, tetapi dari keberanian untuk tetap berkata benar dan berbuat benar meskipun berat.

Makna

  • Ilmu tanpa amal hanya menjadi pengetahuan, bukan kemuliaan.
  • Kejujuran adalah cermin iman dan akhlak.
  • Latihan terbaik adalah membiasakan jujur dalam hal-hal kecil sebelum menghadapi ujian yang besar.
  • Kemuliaan seseorang di sisi Alloh bukan karena banyak belajar, melainkan karena mengamalkan kebenaran dengan ikhlas. (Bambang JB.)

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.