SURAU.CO – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Alloh SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan-Nya.
Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah, tetapi momentum memperbarui niat, memperkuat iman, dan memperbaiki langkah kehidupan.
Alloh SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ … مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Inna ‘iddata asy-syuhūri ‘indallāhi itsnā ‘asyara syahran fī kitābillāh… minhā arba’atun hurum.
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Alloh ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah… di antaranya ada empat bulan haram (mulia).”
(QS. At-Taubah: 36)
Rosululloh SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Afdhalush-shiyāmi ba’da Ramadhāna syahrullāhil Muharram.
“Puasa yang paling utama setelah Romadhon adalah puasa pada bulan Alloh, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Langkah 1 Muharram
Meluruskan Niat
Awal tahun adalah saat menata kembali tujuan hidup.
Alloh berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhlishīna lahud-dīn.
“Mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Alloh dengan ikhlas.”(QS. Al-Bayyinah: 5)
Renungan
Jangan memulai tahun dengan kesombongan, tetapi dengan keikhlasan.
Langkah 2 Muharram
Muhasabah Diri
Menghitung kesalahan sebelum dihitung di hadapan Alloh.
Ulama besar (sahabat nabi) Umar bin Khattab berkata:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا
Hāsibū anfusakum qabla an tuhāsabū.
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
Renungan
Tahun baru bukan tentang usia bertambah, tetapi kesempatan yang berkurang.
Langkah 3 Muharram
Menjaga Lisan
Rosululloh SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Man kāna yu’minu billāhi wal-yaumil ākhir falyaqul khairan aw liyasmut.
“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Renungan
Banyak luka berasal dari lidah yang tidak dijaga.
Langkah 4 Muharram
Memperbanyak Syukur
Alloh SWT berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
La’in syakartum la-azīdannakum.
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Renungan
Syukur mengubah kekurangan menjadi kecukupan.
Langkah 5 Muharram
Menebar Kebaikan
Rosululloh SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Khairun-nāsi anfa’uhum lin-nās.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Renungan
Kehidupan yang bernilai adalah kehidupan yang memberi manfaat.
Langkah 6 Muharram
Menjaga Amanah
Alloh SWT berfirman
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
Innallāha ya’murukum an tu’addul amānāti ilā ahlihā.
“Sesungguhnya Alloh memerintahkan kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak.”
(QS. An-Nisa: 58)
Renungan
Amanah adalah ukuran kemuliaan seseorang.
Langkah 7 Muharram
Mempererat Silaturahmi
Rosululloh SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Man ahabba an yubsatha lahu fī rizqihi wa yunsa’a lahu fī atsarihi falyashil rahimah.
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Renungan
Silaturahmi membuka pintu keberkahan.
Langkah 8 Muharram
Menguatkan Sabar
Alloh SWT berfirman
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Innallāha ma’ash-shābirīn.
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Renungan
Sabar bukan menyerah, tetapi tetap berjalan dalam ketaatan.
Langkah 9 Muharram
Memperbanyak Taubat
Alloh SWT berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ
Wa tūbū ilallāhi jamī’an ayyuhal mu’minūn.
“Bertaubatlah kalian semua kepada Alloh wahai orang-orang beriman.”. (QS. An-Nur: 31)
Pandangan para ulama menyebutkan bahwa taubat adalah pintu pertama perjalanan menuju kedekatan dengan Alloh.
Renungan
Tidak ada manusia tanpa dosa, tetapi ada manusia yang kembali kepada Tuhannya.
Langkah 10 Muharram (Hari Asyura)
Menguatkan Iman dan Kepedulian Rosululloh SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Shiyāmu yaumi ‘Āsyūrā’a ahtasibu ‘alallāhi an yukaffiras-sanata allatī qablah.
“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Alloh dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Renungan
Asyura mengajarkan syukur, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Akhir kata
Muharram mengajarkan bahwa perjalanan hidup bukanlah tentang seberapa jauh kaki melangkah, tetapi seberapa dekat hati kepada Alloh. Dari langkah pertama hingga langkah kesepuluh, setiap hari adalah kesempatan memperbaiki diri, memperhalus adab, memperkuat iman, dan menebar manfaat.
“Muharram bukan sekadar pergantian tahun, melainkan pergantian kesadaran.
Barang siapa memperbaiki langkahnya kepada Alloh, maka Alloh akan memperindah tujuan hidupnya.” Wallāhu A’lam Bish-Shawāb. (Bambang JB)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
