SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khazanah
Beranda » Berita » Keyakinan Menyimpang Merusak Rumah Tangga Muslim

Keyakinan Menyimpang Merusak Rumah Tangga Muslim

Keyakinan Menyimpang Merusak Rumah Tangga Muslim
Keyakinan Menyimpang Merusak Rumah Tangga Muslim

 

SURAU.CO – Rumah tangga dalam Islam dibangun di atas fondasi iman dan tauhid. Ketika aqidah suami, istri, maupun anggota keluarga tetap lurus, rumah tangga akan dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan. Sebaliknya, apabila keyakinan menyimpang mulai memasuki kehidupan keluarga, maka keharmonisan rumah tangga akan terancam.

Allah Swt. berfirman:

«وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً»

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rūm [30]: 21).¹

Pendapatan

Ketenangan dalam rumah tangga lahir dari keimanan kepada Allah. Apabila anggota keluarga lebih mempercayai dukun, paranormal, ramalan, jimat, atau kekuatan gaib selain Allah, maka tauhid mulai ternodai. Keputusan keluarga tidak lagi didasarkan pada syariat, melainkan pada ketakutan dan keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam Islam.

Pembawa Keberuntungan

Tidak sedikit rumah tangga yang retak karena mempercayai tuduhan santet tanpa bukti, mencari “orang pintar” untuk menyelesaikan konflik, atau meyakini benda-benda tertentu sebagai pembawa keberuntungan. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ»

“Barang siapa mendatangi seorang dukun lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Muhammad.”²

Keyakinan menyimpang juga berdampak pada pendidikan anak. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi tahayul, khurafat, dan syirik akan sulit memahami makna tawakal kepada Allah. Mereka dapat terbiasa menggantungkan harapan kepada benda, ritual, atau manusia, bukan kepada Allah semata.

NEGARA WAJIB MENJAMIN KEAMANAN SELURUH RAKYAT

Petunjuk Al-Qur’an dan As-sunah

Islam mengajarkan bahwa setiap persoalan rumah tangga hendaknya diselesaikan melalui doa, musyawarah, kesabaran, ikhtiar yang benar, serta kembali kepada petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah berfirman:

«وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ»

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.” (QS. At-Ṭalāq [65]: 3).³

Karena itu, suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian aqidah di dalam rumah. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, sunnah Rasulullah ﷺ sebagai tuntunan, dan ilmu agama sebagai benteng keluarga. Rumah yang dibangun di atas tauhid akan lebih kokoh menghadapi ujian kehidupan daripada rumah yang dipenuhi keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Keluarga Muslim

Semoga Allah menjaga keluarga-keluarga Muslim dari segala bentuk syirik, bid’ah, khurafat, dan keyakinan yang menyimpang, serta menghimpun kita dalam rumah tangga yang dipenuhi sakinah, mawaddah, wa rahmah. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.

Membaca Ayat Kursi Setelah Shalat: Amalan Ringan yang Mengantarkan Pada Khusnul Khatimah

Footnote (Chicago Notes)

  1. Al-Qur’an, QS. Ar-Rūm [30]: 21.
  2. , ed. Shu’aib al-Arna’ūṭ et al. (Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2001), no. 9532; hadis ini juga diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis dengan redaksi yang berdekatan.
  3. Al-Qur’an, QS. At-Ṭalāq [65]: 3.

Daftar Pustaka

  • Al-Qur’an al-Karim.
  • . Edited by Shu’aib al-Arna’ūṭ et al. Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2001. (Tengku Iskandar)

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.