SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Beranda » Berita » Marwanto, Sastrawan Kedua dari Kulon Progo yang Memperoleh Anugerah Kemendikdasmen RI

Marwanto, Sastrawan Kedua dari Kulon Progo yang Memperoleh Anugerah Kemendikdasmen RI

Marwanto,S.Sos.,M.Si salah satu sastrawan garda depan Kulon Progo

Salah satu sastrawan garda depan Kulon Progo, yakni Marwanto, S.Sos., M.Si. baru saja memperoleh penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Sastrawan yang juga praktisi kepemiluan tersebut memperoleh anugerah untuk sastrawan yang telah konsisten berkarya selama lebih dari 25 tahun.

Perjalanan kepenulisan Marwanto sebenarnya telah dimulai sejak 34 tahun lalu. Karya pertamanya berupa esai dimuat koran cetak mingguan Minggu Pagi (Yogyakarta) pada bulan Oktober 1992. Ketika Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) menawarkan pengumpulan syarat untuk kategori 25 tahun, ia sempat minta pertimbangan istrinya. Pasalnya, enam tahun lagi ia sebenarnya memenuhi syarat untuk anugerah serupa dengan kategori 40 tahun. Namun, sang istri menyarankan agar ia menerima tawaran tersebut karena tidak ada yang dapat menjamin program serupa masih tersedia di masa mendatang.

Dedikasi dan Kiprah di Dunia Sastra

Sebagai sastrawan Marwanto tidak hanya aktif menulis, tetapi juga menggerakkan ekosistem literasi dan sastra  lokal di Kulon Progo melalui berbagai wadah atau komunitas. Di antaranya: mendirikan komunitas Lumbung Aksara pada tahun 2006, mengetuai Forum Sastra dan Teater Kulon Progo periode 2015-2023, menjadi pengurus Dewan Kebudayaan Kulon Progo periode 2010-2023, mendirikan sekaligus menjadi pembina Komunitas Sastra-Ku sejak 2019 hingga sekarang. Ia juga sempat menjadi Ketua Lesbumi PCNU Kulon Progo dan Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kulon Progo.

Di sela kesibukannya sebagai penyelenggara pemilu—mulai dari Anggota KPU Kulon Progo (2008-2018) hingga kini Ketua Bawaslu Kulon Progo (2023-2028)—ia terus produktif menelurkan karya dalam berbagai genre seperti esai, opini, puisi, cerpen, resensi, dan cerkak. Tulisan-tulisannya telah menghiasi puluhan media massa nasional maupun lokal, mulai dari Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Suara Karya, Pos Bali, Suara Merdeka, Koran Sindo, Pikiran Rakyat, Mercusuar, Harian Jogja, Bernas, Solo Pos), Gatra, Gong, Syir‟ah, Mata Jendela, Pagagan, Suara KPU RI, Suara Hidayatullah, Hai, Bakti, Binangun, Adil, Ikhtilaf, basabasi, detik, Times Indonesia dll.

Prestasi Nasional hingga ASEAN

Selain menulis di koran,  Marwanto juga menulis buku. Hingga kini ia  telah menelurkan delapan buku tunggal, yakni: Kado Kemenangan (Kumpulan Cerpen, 2016), Demokrasi Kerumunan (Kumpulan Esai, 2018), Hujan Telah Jadi Logam (Kumpulan Cerpen, 2019), Menaksir Waktu (Kumpulan Puisi, 2021), Maklumat Cinta (Puisi, 2025), Di samping buku tunggal, karya-karyanya juga termuat dalam ratusan buku antologi bersama. Di antaranya Herbarium (Antologi Puisi 4 Kota: Padang Bandung Yogya Denpasar, 2007), Suluk Mataram (50 Penyair Membaca Yogya, 2011), Membaca Sastra Jogja (Kumpulan Esai Balai Bahasa DIY: 2012), Perempuan Ghirsereng (Kumpulan Sajak Penyair ASEAN-3, 2020), 121 Purnama (SBP, 2021), Khatulistiwa (Dari Negeri Poci, 2021), Jejak Puisi Digital (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2021), Ombak Camar dan Lautan (Festival Sastra Internasional Gunung Bintan, 2021), Parepare Kota Cinta (Interlude, 2022), Semesta Ingatan (Temu Karya Serumpun: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, 2025),dan lain-lain.

Ancaman Deepfake Mengintai Pemilu, Bawaslu Siapkan Pengawasan Digital Berbasis Risiko

Berbagai prestasi tingkat nasional hingga ASEAN pun pernah diraihnya, antara lain: Juara Pertama Lomba Cipta Puisi “Pekan Literasi Bank Indonesia” (November, 2020). Juara Kedua Sayembara Mengulas Novel “Meja-17” Gaksa (Gabungan Komunitas Sastra ASEAN, Juli, 2021), Juara Ketiga Lomba Cerpen Nasional “Membumikan Nilai Pancasila” (Uni versitas Negeri Malang, Agustus 2021), Juara Ketiga Lomba Cerpen Nasional (Institut Seni Indonesia Padang, Oktober 2021), Puisi Terbaik “Hari Nelayan Nasional (Negeri.kertas.com, April 2022), Puisi Terbaik Hardiknas (Negeri. kertas.com, 2022), Juara Pertama Lomba Cipta Puisi Nasional (Satria Publisher, 2022). Buku Kita+(Duh)-Kita, terpilih sebagai salah satu Buku Sastra Nasional 2024 Bahan Pengayaan Sastra Indonesia untuk SMA dan Perguruan Tinggi versi Lumbung Puisi Indonesia (pusat dokumentasi sastra di Indramayu).

Karyanya Menarik bagi Mahasiswa

Meski masuk di jajaran usia penulis senior, karya Marwanto tidak hanya dinikmati atau dibaca oleh generasi sezamannya. Buku-buku karyanya juga dilirik oleh golongan pembaca  milenial. Terbukti, tiga bukunya menjadi bahan penelitian skripsi para mahasiswa. Tiga mahasiswa FKIP Universitas Borneo Kalimantan Utara, menjadikan buku karya Marwanto sebagai bahan skripsi. Tiga mahasis itu adalah:  Nurjanah Umar dengan judul: Gaya Bahasa pada Kumpulan Puisi “Menaksir Waktu” karya Marwanto: Kajian Stilistik. Martinus Ratu Badin dengan judul: Analisis Gaya Bahasa dalam Buku Puisi “Maklumat Cinta” Karya Marwanto. Aksai Apriansyah dengan judul: Nilai Sosial dalam kumpulan cerpen “Aroma Wangi Anak-anak Serambi” Karya Marwanto (Kajian Sosiologi Sastra).

Anugerah dari Badan Bahasa tersebut menjadikan Marwanto sebagai sastrawan Kulon Progo kedua yang memperoleh penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, menyusul penyair senior Drs. R. Marjudin yang meraih penghargaan serupa pada tahun sebelumnya untuk kategori 50 tahun berkarya.

Menjaga Ruh Demokrasi di Era Algoritma: Ketika Kampus dan Bawaslu Bersatu Menangkal Disinformasi Digital


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.