SURAU.CO. Rebo Wekasan merupakan sebutan untuk hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Pada tahun 2026, momen ini jatuh pada tanggal 12 Agustus. Sebagian masyarakat masih menyelimuti hari ini dengan berbagai mitos kesialan. Mereka menganggap banyak musibah turun pada hari tersebut.
Namun, Islam memiliki pandangan yang sangat jernih. Agama kita menegaskan bahwa tidak ada waktu yang membawa keburukan. Hari dan bulan hanyalah makhluk Allah Swt yang netral. Tidak ada satu pun waktu yang secara alami membawa kesialan bagi manusia.
Meluruskan Pandangan Islam tentang Bulan Safar
Umat Islam tidak boleh menyikapi Rebo Wekasan dengan ketakutan seperti menggantungkan nasib pada mitos hari baik atau buruk. Sebaliknya, jadikan momentum ini untuk bermuhasabah atau evaluasi diri dengan terus berbenah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh ketulusan.
Lembaga keagamaan seperti NU memberikan penegasan penting bahwa benar tidak ada hadis shahih yang menyebutkan Rabu terakhir Safar sebagai hari sial. Islam sendiri juga tidak mengenal syariat khusus untuk merayakan Rebo Wekasan. Namun, umat Islam tetap boleh memperbanyak amal kebaikan secara umum.
5 Substansi Amalan Sunnah pada Hari Rebo Wekasan
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, kita bisa melakukan berbagai amalan sunnah dengan niat dan tujuan untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT. Berikut adalah lima substansi amalan yang sangat baik kita lakukan:
- Melaksanakan Shalat Sunnah Mutlak
Kita dapat mengisi hari ini dengan shalat sunnah mutlak. Ibadah ini menjadi sarana memohon ketenangan jiwa kepada Allah Swt. - Memperbanyak Zikir dan Istighfar Kita jadikan hari ini sebagai momen untuk membersihkan hati seraya membaca kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, dan takbir serta istighfar. Amalan ini akan membuat batin kita merasa lebih tenang dan damai.
- Membaca Al-Qur’an dengan Tadabur Membaca Al-Qur’an memberikan syafaat dan ketenteraman hidup bagi pembacanya. Banyak masyarakat biasanya memilih membaca Surah Yasin pada momen ini dan kita pun boleh membaca surah apa saja untuk meraih pahala besar.
- Bersedekah sebagai Tolak Bala Sedekah merupakan amalan yang sangat kuat untuk menolak bencana dan Islam pun mengajarkan bahwa sedekah dapat memperpanjang umur manusia dan melebarkan rizki.
- Memanjatkan Doa Perlindungan Doa adalah senjata utama bagi setiap orang mukmin. Memperbanyak doa memohon kesehatan dan keberkahan rezeki. Di antara yang bisa dan biasa kita lantunkan adalah doa ‘sapu jagat’ yang sangat masyhur:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Amalan Khusus dari Rekomendasi Para Ulama
Selain amalan umum, para ulama juga memberikan panduan doa khusus. Kitab Kanz an-Najah wa as-Surur dan Mujarrabat ad-Dairabi mencatat doa berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِّلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Doa ini berisi permohonan perlindungan dari berbagai keburukan makhluk. Selain doa, memperbanyak istighfar juga menjadi kunci utama. Allah Swt berfirman dalam Surah Hud ayat 90:
وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ
Artinya: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS. Hud: 90).
Tradisi Menulis Tujuh Ayat Salam
Dalam tradisi pesantren, ada amalan menulis tujuh ayat yang diawali lafaz “Salam”. Syekh Nawawi al-Bantani mengutip amalan ini dalam kitab Nihayah az-Zain.
وَمَنْ كَتَبَ هَذِهِ الْآيَاتِ السَّبْعَ فِي إِنَاءٍ وَمَحَاهَا بِمَاءٍ وَشَرِبَهُ لَمْ يُصِبْهُ شَيْءٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلَايَا
Artinya: “Barang siapa menulis tujuh ayat tersebut pada sebuah wadah, kemudian melarutkannya dengan air lalu meminumnya, maka ia tidak akan terkena bala tersebut.”
Berikut adalah tujuh ayat keselamatan tersebut:
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (QS. Yasin: 58)
سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ (QS. ash-Shaffat: 79)
سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (QS. ash-Shaffat: 109)
سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ (QS. ash-Shaffat: 120)
سَلَامٌ عَلَى آلِ ياسين (QS. ash-Shaffat: 130)
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ (QS. az-Zumar: 73)
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (QS. al-Qadr: 5).
Syekh Nawawi berpesan agar kita tetap menghormati tulisan tersebut dan memperlakukan tulisan ayat Al-Qur’an dengan penuh adab seperti mushaf. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan keberkahan bagi kita semua. Amin Y Rabbal Alamin. (Kareemustofa)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
