SURAU.CO – Pendahuluan; Rezeki merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada seluruh makhluk-Nya. Dalam pandangan Islam, rezeki tidak terbatas pada harta benda semata, tetapi juga mencakup kesehatan, ilmu, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, waktu yang berkah, serta kesempatan beribadah kepada Allah SWT.
Allah telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Firman Allah SWT:
> وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hūd [11]: 6)
Meskipun Allah menjamin rezeki setiap hamba, syariat juga menjelaskan bahwa terdapat sebab-sebab yang mendatangkan rezeki dan sebab-sebab yang menghalanginya. Di antara ulama yang menjelaskan hal tersebut adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Zādul Ma‘ād.
Beliau menyebutkan beberapa perilaku yang dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan rezeki.
Hakikat Rezeki Menurut Islam
Rezeki berasal dari kata الرزق yang berarti segala sesuatu yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk dimanfaatkan.
Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan bahwa rezeki mencakup seluruh pemberian Allah, baik yang bersifat materi maupun nonmateri.
Karena itu seseorang yang hidup sederhana tetapi sehat, bahagia, memiliki keluarga saleh, dan dimudahkan beribadah sejatinya termasuk orang yang memperoleh rezeki yang besar.
Empat Penghalang Datangnya Rezeki
Dalam Zādul Ma‘ād (Jilid IV, hlm. 378), Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan beberapa sebab yang menghalangi keberkahan rezeki.
- Tidur Setelah Shalat Subuh
Islam menganjurkan umatnya memanfaatkan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi mereka.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Karena itu banyak ulama salaf membiasakan diri berdzikir, membaca Al-Qur’an, belajar, atau bekerja setelah Subuh.
Tidur tanpa kebutuhan setelah Subuh dikhawatirkan menyebabkan seseorang kehilangan waktu terbaik yang Allah jadikan penuh keberkahan.
Namun demikian, jika seseorang tidur karena sakit, bekerja malam, atau memiliki uzur syar’i, maka hal tersebut tidak termasuk dalam larangan yang dimaksud.
- Jarang Mengerjakan Shalat
Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sebab datangnya pertolongan Allah.
Allah SWT berfirman:
> وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 45)
Orang yang menjaga shalat akan memperoleh ketenangan hati, keberkahan hidup, dan kemudahan dalam berbagai urusan.
Sebaliknya, meninggalkan shalat merupakan dosa besar yang dapat menghilangkan keberkahan dalam kehidupan.
- Sifat Malas
Kemalasan adalah penyakit hati yang sangat dibenci Islam.
Rasulullah ﷺ bahkan sering berdoa:
> اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Islam memerintahkan umatnya bekerja keras, berusaha secara maksimal, kemudian bertawakal kepada Allah.
Kemalasan bukan hanya mengurangi peluang memperoleh rezeki, tetapi juga menyebabkan seseorang kehilangan banyak kesempatan berbuat kebaikan.
- Berkhianat
Khianat merupakan akhlak tercela yang menghilangkan keberkahan hidup.
Allah SWT berfirman:
> إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”
(QS. Al-Anfāl: 58)
Khianat dapat berupa mengingkari amanah, menipu dalam perdagangan, korupsi, memalsukan data, menggelapkan harta, ataupun mengingkari janji.
Meskipun secara lahiriah seseorang memperoleh keuntungan, namun keberkahan hartanya akan hilang.
Rezeki Tidak Hanya Diukur dengan Banyaknya Harta
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengukur rezeki hanya dengan uang.
Padahal seseorang bisa memiliki harta melimpah tetapi kehilangan kesehatan, keluarga, atau ketenangan jiwa.
Sebaliknya, ada orang yang penghasilannya sederhana namun hidupnya penuh keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Upaya Menjemput Rezeki yang Berkah
Selain menjauhi penghalang rezeki, Islam mengajarkan beberapa amalan yang menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki, antara lain:
Bertakwa kepada Allah.
Menjaga shalat lima waktu.
Memperbanyak istighfar.
Bersedekah.
Menyambung silaturahmi.
Jujur dalam bekerja dan berdagang.
Bertawakal setelah berikhtiar.
Allah SWT berfirman:
> وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talāq [65]: 2–3)
Catatan Ilmiah
Ungkapan yang dinisbatkan kepada Imam Ibnul Qayyim dalam gambar tersebut banyak beredar di media sosial dan merujuk pada Zādul Ma‘ād. Namun, penting dipahami bahwa empat hal tersebut dipandang sebagai faktor yang dapat menghalangi keberkahan dan kemudahan memperoleh rezeki, bukan berarti menjadi hukum pasti bahwa setiap orang yang mengalaminya akan miskin. Dalam akidah Islam, rezeki tetap berada di bawah kehendak dan ketetapan Allah SWT, sementara sebab-sebab syar’i menjadi bagian dari ikhtiar seorang mukmin.
Penutup
Rezeki bukan sekadar persoalan banyak atau sedikitnya harta, melainkan keberkahan yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya. Tidur setelah Subuh tanpa kebutuhan, melalaikan shalat, bermalas-malasan, dan berkhianat adalah perilaku yang hendaknya dijauhi karena dapat mengurangi keberkahan hidup. Sebaliknya, ketakwaan, kejujuran, kerja keras, disiplin beribadah, dan tawakal merupakan jalan yang diajarkan Islam untuk menjemput rezeki yang halal, luas, dan penuh berkah.
Referensi
- Al-Qur’an al-Karim.
-
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Zādul Ma‘ād fī Hadyi Khairil ‘Ibād. Jilid IV.
-
Imam Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.
-
Imam Muslim. Ṣaḥīḥ Muslim.
-
Abu Dawud. Sunan Abī Dāwud.
- At-Tirmidzi. Jāmi’ at-Tirmidzi. (Tengku Iskandar)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
