SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » 9 JEBAKAN WAKTU YANG MEMBUAT KITA MERUGI

9 JEBAKAN WAKTU YANG MEMBUAT KITA MERUGI

WAKTU LAKSANA PEDANG: PERSPEKTIF ISLAM TENTANG MANAJEMEN WAKTU DAN URGENSI AMAL SALEH
WAKTU LAKSANA PEDANG: PERSPEKTIF ISLAM TENTANG MANAJEMEN WAKTU DAN URGENSI AMAL SALEH

“Demi waktu ashar, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

ALLAH SWT bersumpah demi waktu ashar dalam Surah Al-‘Ashr bahwa semua manusia itu merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal sholih dan berdakwah (saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran).

Ini menunjukkan betapa berharganya waktu dalam Islam. Bahkan Allah menggambarkan bahwa hidup manusia itu sangat singkat, kurang dari setengah hari saja.

“Allah berfirman, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung’. Allah berfirman, ‘Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui’.” (QS. Al Mu’minun: 112-114)

Karena itu, tugas utama kita selama hidup di dunia bukan untuk mencari kesenangan, kekayaan, kepangkatan atau ketenaran. Tugas kita di dunia adalah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

KEHEBATAN SISTEM KEDOKTERAN NABI MUHAMMAD (THIBB NABAWI) DALAM MENYEMBUHKAN WABAH PENYAKIT: PERSPEKTIF AL-QUR’AN, AL-HADITS, AS-SUNNAH, ILMU KEDOKTERAN, DAN ILMU FARMASI (FARMAKOLOGI)

Sayangnya, banyak manusia gagal menjalankan tujuan hidup tersebut. Bukan karena mereka tidak memiliki waktu, tetapi karena waktu mereka habis terjebak dalam berbagai aktivitas yang melalaikan. Lebih parah lagi, sebagian jebakan waktu itu bukan hanya menghabiskan umur, tapi juga menyeret kepada dosa dan maksiat.

Beberapa jebakan waktu itu disingkat dengan 3M (Mouth, Music, Money), 3F (Fun, Fashion, Food), 3S (Sport, Sex, Scroll medsos). Bukan berarti beberapa jebakan waktu ini haram. Namun berbahaya ketika kita tenggelam terlalu lama di dalamnya hingga kehilangan kesempatan untuk mengumpulkan pahala amal sholih:

1. Mouth (Mulut)

Terlalu banyak berbicara, bergosip, mengomentari orang lain, berdebat tanpa manfaat, atau menyebarkan kabar yang belum tentu benar.

Terlalu lama nongkrong di kafe atau warung kopi. Awalnya sekadar makan dan minum ringan saja, tapi lama kelamaan berubah menjadi ghibah, fitnah, dan berkata kasar, sehingga dosa terus terkumpul.

2. Music

Hiburan boleh menjadi sarana melepas penat. Namun ketika musik dan hiburan menjadi konsumsi utama setiap hari, banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, berdzikir, berdakwah, dan berkarya akhirnya terbuang sia-sia.

SISTEM BELADIRI RASULULLAH TANPA SENJATA PERSPEKTIF AL-QUR’AN, HADITS, DAN ILMU BELADIRI

3. Money

Mencari nafkah adalah ibadah. Namun jika hidup hanya berputar pada uang dengan istilah time is money (waktu adalah uang), seseorang bisa terjebak pada keserakahan, ambisi tanpa batas, dan menghalalkan segala cara. Sebagian mereka bahkan sampai melalaikan sholat dan ibadah lainnya.

4. Fun (Kesenangan)

Islam tidak melarang kesenangan. Namun hidup yang hanya mengejar hiburan akan menjadikan seseorang lupa bahwa dunia adalah tempat beramal, bukan tempat bersenang-senang secara berlebihan.

Hiburan itu ibarat garam dalam makanan. Sedikit tapi perlu. Jika garam kebanyakan maka makanan menjadi tidak enak. Kebanyakan bersenang-senang dan hiburan, justru membuat hidup kehilangan arah dan hati menjadi hampa.

5. Fashion

Berpenampilan rapi dan indah adalah hal yang baik. Namun menghabiskan waktu untuk cuci mata di mall hanya karena berbelanja fashion dan pernik-perniknya. Atau terlalu sibuk mengikuti tren, memamerkan penampilan, dan mencari pengakuan manusia adalah pemborosan waktu dan energi untuk sesuatu yang nilainya sangat kecil di akhirat.

6. Food

Makan adalah kebutuhan, bukan tujuan hidup. Sebagian orang menghabiskan begitu banyak waktu untuk urusan makanan, berburu kuliner, menonton konten makanan, dan memanjakan selera. Padahal hati dan pikiran juga membutuhkan asupan yang lebih penting.

RINGKASAN KITAB MASHAHID AL-ASRAR AL-QUDSIYYAH WA-MATALI’ AL-ANWAR AL-ILAHIYYAH KARYA IBNU ARABI

7. Sport

Olahraga penting untuk menjaga kesehatan agar kita kuat beribadah dan bekerja. Namun jika berolahraga atau menonton olahraga menguasai hidup seseorang, berjam-jam waktunya bisa habis tanpa memberikan manfaat akhirat yang berarti.

8. Sex

Syahwat adalah fitrah manusia. Namun ketika seseorang terlalu banyak menghabiskan waktu memikirkan, mencari, atau menikmati hal-hal yang membangkitkan syahwat, ia rentan terjerumus ke dalam berbagai bentuk maksiat yang merusak hati dan kehidupan.

Dalam hal ini juga termasuk berpacaran, berselingkuh atau menonton tayangan porno yang menghabiskan waktu. Bahkan menukarnya dengan dosa dan kekotoran hati.

9. Scroll (Media Sosial)

Inilah salah satu jebakan terbesar zaman modern. Awalnya hanya beberapa menit. Kemudian menjadi berjam-jam setiap hari. Tanpa sadar usia terus berkurang sementara pahala tidak bertambah. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya terpapar ghibah, fitnah, hasad, pamer, konten maksiat, dan berbagai dosa lainnya.

Perlu kita renungkan…

Setan tidak selalu menggoda manusia dengan dosa besar. Sering kali ia cukup membuat kita sibuk dengan hal-hal yang kurang bermanfaat sampai habis umur kita tanpa prestasi akhirat yang berarti.

Kita diberi waktu 24 jam setiap hari untuk mengumpulkan pahala. Namun banyak di antara kita yang justru menghabiskannya dalam 3M (Mouth, Music, Money), 3F (Fun, Fashion, Food), dan 3S (Sport, Sex, Scroll Media Sosial). Akibatnya, bukan hanya pahala yang gagal kita kumpulkan, tetapi kita juga terjebak dalam berbagai dosa dan kelalaian.

Ingatlah, umur kita tidak sedang bertambah. Umur kita sedang berkurang. Setiap hari yang berlalu adalah bagian dari hidup yang tidak akan pernah kembali.

Maka waspadalah terhadap 9 jebakan waktu di atas. Sebab orang yang paling beruntung bukanlah yang paling kaya atau paling terkenal, melainkan yang paling banyak mengubah waktunya menjadi pahala.

Oleh Satria hadi lubis


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.