SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » SENI OLAH NAFAS RASULULLAH UNTUK PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN MENURUT AL-QUR’AN, AL-HADITS, DAN ILMU PENYEMBUHAN

SENI OLAH NAFAS RASULULLAH UNTUK PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN MENURUT AL-QUR’AN, AL-HADITS, DAN ILMU PENYEMBUHAN

Ilustrasi al-Kindī tentang jiwa meninggalkan tubuh manusia menuju perjalanan abadi.
Ilustrasi filosofis menggambarkan jiwa meninggalkan tubuh, simbol perjalanan spiritual menurut al-Kindī.

Oleh: Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini

A. PENDAHULUAN

Pengobatan dan penyembuhan merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang tercermin dalam konsep Thibbun Nabawi (pengobatan kenabian). Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan aspek spiritual, tetapi juga memberikan tuntunan praktis dalam mengatasi berbagai penyakit. Salah satu metode yang beliau praktikkan adalah apa yang dapat disebut sebagai “seni olah nafas” yaitu penggabungan antara bacaan ayat-ayat suci, zikir, doa, dan teknik pernapasan yang dilakukan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT sebagai satu-satunya pemberi kesembuhan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80, yang diajarkan kepada Nabi Ibrahim AS:

وَإِذَا مَرْضَتُ فَهْوٌ بِشَفِينِ

Artinya: “Dan apabila aku sakit, maka Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.”

KEHEBATAN SISTEM KEDOKTERAN NABI MUHAMMAD (THIBB NABAWI) DALAM MENYEMBUHKAN WABAH PENYAKIT: PERSPEKTIF AL-QUR’AN, AL-HADITS, AS-SUNNAH, ILMU KEDOKTERAN, DAN ILMU FARMASI (FARMAKOLOGI)

Ayat ini menegaskan dua hal fundamental:

Pertama, penyakit dapat terjadi karena ketidaksesuaian manusia dengan sistem yang ditetapkan Allah;

Kedua, hakikat penyembuhan mutlak berasal dari Allah, sementara obat dan usaha medis hanyalah sebab-sebab yang Allah ciptakan .

B. LANDASAN AL-QUR’AN DAN AL-HADITS

B.1. AL-QUR’AN SEBAGAI OBAT DAN PENYEMBUH

Al-Qur’an secara tegas dinyatakan sebagai sumber penyembuhan. Dalam praktik pengobatan Rasulullah, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi elemen utama, sebagaimana sabda Nabi SAW:

SISTEM BELADIRI RASULULLAH TANPA SENJATA PERSPEKTIF AL-QUR’AN, HADITS, DAN ILMU BELADIRI

خَيْرُ الدَّوَاءِ الْقُرْآَن

Artinya: “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an.”

Surah Al-Fatihah memiliki keistimewaan khusus sebagai obat segala penyakit. Rasulullah SAW bersabda:

فَاتِحَةُ الْكِتَابِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Artinya: “Surah Al-Fatihah adalah penawar dari segala penyakit.”

RINGKASAN KITAB MASHAHID AL-ASRAR AL-QUDSIYYAH WA-MATALI’ AL-ANWAR AL-ILAHIYYAH KARYA IBNU ARABI

B.2. PRAKTIK RUQYAH RASULULLAH SAW

a. Pengobatan Sengatan Kalajengking

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa ketika Rasulullah SAW sedang salat, beliau disengat kalajengking. Setelah selesai salat, beliau mengambil air dan garam, kemudian mengusapkannya ke bagian yang tersengat sambil membaca surah Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani .

b. Pengobatan dengan Surah Al-Fatihah

Dalam sebuah riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, sekelompok sahabat Nabi dalam perjalanan singgah di suatu kampung. Pemimpin kampung tersebut tersengat kalajengking. Seorang sahabat kemudian meruqyahnya dengan membaca Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin (Surah Al-Fatihah), dan pemimpin itu pun sembuh. Rasulullah SAW membenarkan praktik ini dan bersabda:

وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ

Artinya: “Tahukah kamu bahwa (Al-Fatihah) itu adalah ruqyah?” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

c. Doa Kesembuhan untuk Keluarga

Rasulullah SAW apabila menjenguk keluarganya yang sakit, beliau mengusap tubuhnya dengan tangan kanan sambil berdoa:

اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَاسَ، واشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءً إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْماً

Artinya: “Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit, berikanlah kesembuhan, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

d. Doa untuk Rasa Sakit

Diriwayatkan dari Utsman bin Abil ‘Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah tentang rasa sakit yang dideritanya. Nabi SAW bersabda:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأْلَمُ مِنْ جَسْدِكَ، وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya: “Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, ucapkan ‘Bismillah’ tiga kali, dan ucapkanlah tujuh kali: ‘Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang kudapati dan kukhawatirkan akan terjadi.'” (HR. Muslim)

e. Pengobatan Gangguan Jiwa (Gila)

Dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud, seorang sahabat meruqyah seorang laki-laki yang gila dengan membaca Surah Al-Fatihah selama tiga hari setiap pagi dan petang, lalu meludahkan bacaan tersebut kepadanya. Orang tersebut pun sembuh. Rasulullah SAW membenarkan praktik ini dan bersabda bahwa itu adalah ruqyah yang benar .

B.3. PRINSIP DASAR RUQYAH SYAR’IYYAH

Terapi ruqyah yang diajarkan Rasulullah memiliki tiga syarat utama :

  1. Menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis tanpa mengubah susunan kalimatnya.
  2. Menggunakan bahasa Arab yang fasih, dibaca dengan jelas agar tidak berubah makna aslinya.
  3. Meyakini bahwa bacaan tersebut hanyalah sarana (wasilah) penyembuhan, sedangkan hakikat penyembuhan adalah dari Allah SWT.

C. “SENI OLAH NAFAS” DALAM PERSPEKTIF THIBBUN NABAWI

Istilah “seni olah nafas” dalam konteks pengobatan Rasulullah merujuk pada praktik terpadu yang meliputi:

C.1. NAFAS SPIRITUAL (PERNAFASAN DOA DAN ZIKIR)

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap bacaan doa dan zikir yang diiringi dengan nafas dan keyakinan akan memberikan efek penyembuhan. Dalam praktik ruqyah, sahabat Nabi membaca Surah Al-Fatihah dengan mengumpulkan ludah (yang mengandung unsur nafas) lalu meludahkannya ke bagian yang sakit atau ke air minum . Ini menunjukkan adanya elemen fisik (nafas dan air liur) yang dipadukan dengan bacaan spiritual.

C.2. NAFAS FISIK DAN PENGOBATAN ALAMI

Rasulullah SAW juga mengajarkan pengobatan berbasis bahan alami yang dikombinasikan dengan bacaan, seperti penggunaan air dan garam untuk sengatan kalajengking , serta qusthul hindi (kayu manis India) untuk penyakit tenggorokan . Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ

Artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam dan qusthul bahri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

C.3. HAKIKAT PENYEMBUHAN

Rasulullah SAW menegaskan bahwa semua obat dan metode pengobatan hanyalah sebab, sedangkan kesembuhan mutlak dari Allah. Beliau bersabda:

تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعْ لَهُ دَوَاءً غَيْرٍ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرْمُ

Artinya: “Berobatlah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu kepikunan (tua).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

D. ANALISIS ILMU PENYEMBUHAN MODERN

D.1. DIMENSI PSIKONEUROIMUNOLOGI

Penelitian modern menunjukkan bahwa relaksasi, meditasi, dan latihan pernapasan terbukti bermanfaat untuk: mencegah kelelahan, merelaksasi otot, menghilangkan stres, meningkatkan kekebalan pasif, menghilangkan rasa cemas, menjaga sirkulasi oksigen, melancarkan aliran darah, menjaga kesehatan jantung, mencegah insomnia, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan energi tubuh . Praktik ruqyah Rasulullah yang melibatkan pernapasan teratur, zikir, dan doa memiliki kesamaan dengan teknik relaksasi modern ini.

D.2. EFEK PLASEBO DAN KEYAKINAN

Alexis Carrel, peraih Nobel bidang kedokteran, dalam bukunya Pray menyatakan bahwa sulit mengetahui apa di balik kesembuhan tanpa pengobatan, kendati banyak pasien yang benar-benar mengalami kesembuhan sempurna berkat perasaan yang tulus dan melalui doa . Dalam perspektif Islam, keyakinan (yaqin) kepada Allah sebagai pemberi kesembuhan adalah elemen kunci yang memperkuat efek terapi.

D.3. HOLISTIK: FISIK, PSIKIS, DAN SPIRITUAL

Metode pengobatan Rasulullah bersifat holistik, mencakup tiga dimensi sekaligus :

  1. Dimensi Fisik: Penggunaan bahan alami (madu, minyak, bekam, dll.).
  2. Dimensi Psikis: Ketenangan jiwa melalui zikir dan doa.
  3. Dimensi Spiritual: Keyakinan kepada Allah dan penyerahan diri

D.4. PERKEMBANGAN PENGOBATAN

M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa saran pengobatan Rasulullah tidaklah baku dan harus diikuti secara harfiah, karena saran-saran tersebut lahir dari pengalaman pengobatan pada masa beliau yang tentu saja dapat berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan.
Namun, prinsip-prinsip dasar seperti tauhid, keyakinan, dan doa tetap menjadi fondasi yang tidak berubah.

E. PENUTUP DAN KESIMPULAN

“Seni olah nafas” Rasulullah untuk pengobatan dan penyembuhan merupakan metode terapi holistik yang menggabungkan tiga elemen utama:

  1. Bacaan Al-Qur’an dan doa sebagai sarana spiritual yang memiliki kekuatan penyembuhan, terutama Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  2. Teknik pernapasan yang melibatkan pengaturan nafas, pengumpulan ludah, dan pengusapan pada bagian yang sakit.
  3. Keyakinan mutlak (tauhid) bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang menyembuhkan, sementara semua metode dan obat hanyalah sarana.

Dimensi penyembuhan ini tidak terbatas pada penyakit fisik, tetapi juga mencakup gangguan jiwa dan penyakit spiritual. Praktik ini selaras dengan prinsip-prinsip kedokteran modern yang mengakui pentingnya relaksasi, keyakinan, dan pendekatan holistik dalam penyembuhan. Umat Islam dianjurkan untuk menjadikan metode ini sebagai pelengkap, bukan pengganti, pengobatan medis konvensional, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan umatnya untuk berobat dan mencari penyembuhan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Al-Jami’ al-Sahih al-Mukhtasar. Beirut: Dar Ibn Kathir, 1987.
  2. Al-Husaini, Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan. Tafsir Ayat: Tafsir Arsyurrahman. Jakarta Pustaka Asyraf International. 2017.
  3. Al-Husaini, Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan. Tafsir Surah: Tafsir Midadurrahman. Jakarta Pustaka Asyraf International. 2017.
  4. Al-Kaheel, Abdel Daem. Rahasia Pengobatan Dalam Islam. Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2019.
  5. An-Nasa’i, Ahmad bin Shu’ayb. Sunan an-Nasa’i al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1991.
  6. Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahnya. Kementerian Agama RI.
  7. Al-Tirmidhi, Muhammad bin Isa. Al-Jami’ al-Sahih Sunan al-Tirmidhi. Beirut: Dar Ihya al-Turath al-‘Arabi, t.th.
  8. Chisyti, Hakim Mu’inuddin. The Book of Sufi Healing. (Terjemahan).
  9. Ibnu Hanbal, Ahmad. Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 1999.
  10. Ibnu Hibban, Muhammad. Shahih Ibnu Hibban. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 1993.
  11. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Ath-Thibbun Nabawi. Diterjemahkan oleh Abu Umar Basyier Al-Maidani dengan judul Metode Pengobatan Nabi SAW. Jakarta Timur: Griya Ilmu, 2004.
  12. Muslim bin Al-Hajjaj. Al-Jami’ al-Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah, t.th.
  13. Shihab, M. Quraish. “Obat dan Penyembuhan.” Website Resmi M. Quraish Shihab, 6 Oktober 2014.
  14. Sunan Abu Dawud. Sunan Abi Dawud. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, t.th.
  15. Sunan Ad-Darimi. Sunan ad-Darimi. Beirut: Dar al-Fikri, t.th.

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.