SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Sikapa Curi Perhatian di KISPB: Banyak Peserta Baru Tahu Umbi Beracun Ini Bisa Dimakan

Sikapa Curi Perhatian di KISPB: Banyak Peserta Baru Tahu Umbi Beracun Ini Bisa Dimakan

Muh. Wahyu dan Bashariah menjelaskan sikapa bisa dimakan di depan layar presentasi KISPB Makassar

Makassar, 7 Oktober 2026 — Sikapa, umbi liar dari pegunungan Pinrang, menarik perhatian peserta Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan (KISPB) di Unhas Hotel & Convention Center. Banyak peserta yang baru mengetahui bahwa tanaman ini dapat dikonsumsi sebagai pangan. Selama ini mereka mengenal getahnya yang beracun, yang lebih sering dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.

Sikapa, yang dalam literatur dikenal sebagai gadung (Dioscorea hispida), dipaparkan dalam makalah “Sikapa dan Sungai” pada Tema 3 dengan sub-tema Neglected and Underutilized Species atau jenis tanaman (pangan) liar yang dulunya sering dikonsumsi tetapi kini terabaikan dan tidak masuk dalam kelompok tanaman pangan komersial utama.

Sikapa Bisa Dimakan, Banyak Peserta Konferensi Baru Mengetahuinya

Respons peserta menunjukkan jarak antara pengetahuan akademik dan pengetahuan lokal. Bagi masyarakat Pattinjo, racun sikapa bukan halangan permanen. Mereka punya rangkaian teknik detoksifikasi turun-temurun yang mengubah umbi beracun menjadi pangan aman, mulai dari pemarutan dan perendaman air garam, penindihan, pembilasan di sungai, hingga pemeraman dan penjemuran. Pengetahuan ini ditemukan dan diuji lewat praktik, bukan lewat laboratorium.

“Kalau di Bone kami biasanya cuma dijadikan Pesnab (Pestisida Nabati) untuk membunuh hama serangga di tanaman, saya baru tahu kalau bisa dijadikan makanan,” Ujar Asgar M.Hum dari Landscape Alliance yang meneliti pangan lokal di DAS Walannae.

Ketahanan Pangan dan Pewarisan Pengetahuan Sikapa

Lebih lanjut, menurut Bashariah, mahasiswa Magister Pertanian UGM, sikapa termasuk neglected and underutilized species (NUS), yaitu spesies bernilai pangan dan ekologis yang pemanfaatannya terpinggirkan dari sistem pangan arus utama.

Di Tengah El Niño dan Gagal Panen, Peneliti UGM Angkat Sikapa sebagai Pangan Alternatif Masyarakat Pegunungan Pinrang

“Sikapa sejauh ini hanya digunakan sebagai pangan alternatif, padahal sikapa dapat menjadi solusi ketahanan pangan bagi Kabupaten Pinrang di tengah ancaman krisis pangan akibat el-Nino,” ujar Alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada 2023 lalu.

Maslan, Ketua Komunitas Ekofilia Kecamatan Lembang, menyampaikan bahwa pengetahuan ini hidup di tengah masyarakat, tetapi pewarisannya kepada generasi muda kian menipis.

“Saya sebagai generasi muda hanya melihat bagaimana Ambo (kakek) saya mengolah sikapa, namun tidak pernah diajakarkan secara langsung, padahal saya merasa generasi muda harus mengetahui sikapa ini”.

Kunci keberlanjutan sikapa, menurut para penulis, bukan hanya pada tanamannya. Sungai yang menjadi tempat detoksifikasi dan pengetahuan yang menyertainya harus terjaga. Perhatian peserta di KISPB menjadi pintu awal untuk menjajaki kolaborasi riset, pendokumentasian pengetahuan, dan pengembangan pangan lokal berbasis komunitas.

Belajar Memafkan Orang Lain: Merawat Hati, Menguatkan Jiwa, dan Mendekat kepada Allah


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.