SURAU.CO – Tujuan Allah menciptakan manusia adalah beribadah artinya mengikuti kehendak atau keinginan Allah SWT. Namun di dalam perjalanan hidup kita di dunia yang penuh dengan godaan dan fitnah maka terkadang ada manusia yang sengaja berbuat dosa dan ada pula yang tergelincir ke dalam dosa.
Bagi orang kafir dan munafiq, melakukan dosa itu adalah keinginan. namun bagi orang yang beriman melakukan dosa adalah di sebabkan kelalaian dan kehilafan. Seperti yang di alami oleh kakek kita dahulu nabi Adam AS. Beliau tergelincir oleh rayuan iblis untuk memakan buah terlarang.
Apa hikmah di balik dosa ? Ada banyak ma’rifatullah di balik sebuah dosa. Dengan dosa orang bisa terhindar dari sifat sombong, sebab terkadang saking salehnya seseorang, biasanya ada kesombongan atau muncul sifat ujub, bangga dengan ibadahnya. Dan meremehkan orang yang masih bergelimang dosa.
Maka di balik dosa ada makrifatullah yaitu mengenal Allah secara detil, mengenal sifat dan nama Allah SWT. Contoh dengan dosa yang kita lakukan kiita mengenal bbanyak nama Allah, salah satunya adalah Al-Qohhar artinya Allah maha mengalahkan. Misalnya orang yang sombong akan ibadahnya merasa sangat saleh dan tidak mungkin berbuat dosa, itu kehendak manusia tetapi Allah maha mengalahkan kehendak manusia dengan cara di gelincirkannya dari dosa, akhirnya ia menyadari kelemahannya.
Demikian pula ada manusia yang sangat menjaga kesehatannya, sehingga ia inginkan untuk sehat terus tanpa sakit, tapi Allah maha mengalahkan kehendak manusia, akhirnya Allah menghendaki ia sakit, maka di situlah manusia sadar akan kuasa Allah SWT.
Di balik dosa manusia akan mengenal nama Allah yang lain yaitu Al-Gafur artinya maha Pengampun, jika tidak ada lagi manusia yang berdosa maka maha Gafurnya Allah tidak berpungsi. Maka itulah hikmah di balik dosa yang kita lakukan. Sebab manusia dalam melakukan dosa itu sama artinya ia sedang menzhalimi dirinya sendiri.
Allah Mencintai Orang yang Bertaubat
Oleh karena itu nabi Adam di gelincirkan oleh iblis untuk berdosa, sehingga Allah mengusirnya turun kedunia, namun karena Adam AS memohon ampun, maka Allah mengampuninya dan setelah meninggal di kembalikan lagi ke Surga.
Sedang iblis atas dosanya tidak mau patuh dengan perintah Allah dan di usir dari Surga tapi ia tidak kembali lagi ke Surga, namun ke Neraka disebabkan iblis tidak pernah memohon ampunan dari Allah, maka Allah melaknatnya.
So pelajarannya adalah Surga itu tempat orang yang bertaubat dari dosa, bukan tempat orang yang tidak pernah berdosa, sebab manusia memang tercipta tidak luput dari dosa dan kesalahan. Dosa yang di lakukan pertama kali Allah tidak langsung menghukum sebab menginginkan kamu segera bertaubat, namun jika dosa itu berulang-ulang anda kerjakan, dan tidak segera bertaubat, maka di situlah Allah segera menurunkan azabnya.
Sedang Neraka di ciptakan untuk orang berdosa yang tidak mau bertaubat sama seperti kelakuan Iblis. Maka teman- teman segeralah bertaubat dari kelalaian dan kesalahanmu selama ini. Sebab Allah mencintai orang orang yang selalu bertaubat.
Manusia itu sering menzalimi dirinya sendiri, makanya nabi Adam berdoa saat di usir dari Surga, dalam surah Al-A’raf : 23
Keduanya berkata, ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri,jika engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang -orang yang rugi
Maka nabi Adam di ampuni dan di terima tobatnya.
Innallaha yuhibbuttawwabina wa yuhibbul muthotahhirin. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri, Allahu musta’an. (By: Hamnah Manta)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

