SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khazanah
Beranda » Berita » Hikmah Di Balik Dosa Muslim

Hikmah Di Balik Dosa Muslim

Hikmah Di Balik Dosa
Hikmah Di Balik Dosa

 

SURAU.CO – Tujuan Allah menciptakan manusia adalah beribadah artinya  mengikuti kehendak atau  keinginan Allah SWT. Namun di dalam perjalanan hidup kita di dunia yang penuh dengan godaan dan fitnah maka terkadang ada manusia yang sengaja berbuat dosa dan ada pula yang tergelincir ke dalam dosa.

Bagi orang kafir dan munafiq, melakukan dosa itu adalah keinginan. namun bagi orang yang beriman  melakukan dosa  adalah di sebabkan kelalaian dan kehilafan. Seperti  yang di alami oleh kakek kita dahulu nabi Adam AS. Beliau tergelincir oleh rayuan iblis untuk memakan buah terlarang.

Apa hikmah di balik dosa ? Ada banyak ma’rifatullah di balik sebuah dosa. Dengan dosa orang bisa terhindar dari sifat sombong, sebab terkadang saking salehnya seseorang, biasanya ada kesombongan atau muncul sifat ujub, bangga dengan ibadahnya. Dan meremehkan orang yang masih bergelimang dosa.

Maka di balik dosa ada makrifatullah yaitu mengenal Allah secara detil, mengenal sifat dan nama Allah SWT. Contoh dengan dosa yang kita lakukan kiita mengenal bbanyak nama  Allah, salah satunya adalah  Al-Qohhar  artinya Allah maha mengalahkan. Misalnya orang yang sombong akan ibadahnya merasa sangat saleh dan tidak mungkin berbuat dosa, itu kehendak manusia tetapi Allah maha mengalahkan kehendak manusia  dengan cara di gelincirkannya dari dosa, akhirnya ia menyadari kelemahannya.

Bahasa sebagai Cermin Peradaban, Karakter, dan Martabat Bangsa Indonesia

Demikian pula ada manusia yang sangat menjaga kesehatannya, sehingga ia inginkan untuk sehat terus tanpa sakit, tapi Allah maha mengalahkan kehendak manusia, akhirnya Allah menghendaki ia sakit, maka di situlah manusia sadar akan kuasa Allah SWT.

Di balik dosa manusia akan mengenal  nama Allah yang lain  yaitu  Al-Gafur artinya maha Pengampun, jika tidak ada lagi manusia yang berdosa maka maha Gafurnya Allah tidak berpungsi. Maka itulah hikmah di balik dosa yang kita lakukan.  Sebab manusia  dalam melakukan dosa itu sama artinya ia sedang menzhalimi dirinya sendiri.

Allah Mencintai Orang yang Bertaubat

Oleh karena itu nabi Adam di gelincirkan oleh iblis untuk berdosa, sehingga Allah  mengusirnya turun kedunia, namun karena Adam AS memohon ampun, maka Allah mengampuninya dan  setelah meninggal di kembalikan lagi ke Surga.

Sedang iblis atas dosanya tidak mau patuh dengan perintah  Allah  dan di usir dari Surga  tapi ia tidak  kembali lagi ke Surga, namun ke Neraka  disebabkan iblis tidak pernah memohon ampunan dari Allah, maka Allah melaknatnya.

So pelajarannya adalah Surga itu tempat orang yang bertaubat dari dosa, bukan tempat orang yang tidak pernah berdosa, sebab manusia memang tercipta tidak luput dari dosa dan kesalahan. Dosa yang di lakukan pertama kali Allah tidak langsung menghukum  sebab menginginkan  kamu segera  bertaubat, namun jika dosa itu berulang-ulang anda  kerjakan, dan tidak segera bertaubat, maka  di situlah Allah segera  menurunkan azabnya.

Orang Meninggal: Dari Aning sampai Sangkan Paraning Dumadi

Sedang Neraka di ciptakan untuk orang berdosa yang tidak mau bertaubat  sama seperti  kelakuan Iblis. Maka teman- teman segeralah  bertaubat dari kelalaian dan kesalahanmu selama ini. Sebab Allah mencintai orang orang yang selalu bertaubat.

Manusia itu sering menzalimi dirinya sendiri, makanya nabi Adam berdoa saat di usir dari Surga, dalam surah  Al-A’raf : 23

Keduanya berkata, ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri,jika engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang -orang yang rugi
Maka nabi Adam di ampuni dan di terima tobatnya.

Innallaha yuhibbuttawwabina wa yuhibbul muthotahhirin. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri, Allahu musta’an. (By: Hamnah Manta)

Doa Ibu Menembus Langit: Ketulusan, Keberkahan, dan Kekuatan Doa Seorang Ibu dalam Perspektif Islam


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.