SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibadah
Beranda » Berita » KHUTBAH IDUL ADHA “Keutamaan dan Hikmah Berkurban dalam Kehidupan Seorang Mukmin”

KHUTBAH IDUL ADHA “Keutamaan dan Hikmah Berkurban dalam Kehidupan Seorang Mukmin”

KHUTBAH IDUL ADHA “Keutamaan dan Hikmah Berkurban dalam Kehidupan Seorang Mukmin”
KHUTBAH IDUL ADHA “Keutamaan dan Hikmah Berkurban dalam Kehidupan Seorang Mukmin”

SURAU.CO – KHUTBAH PERTAMA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim AS: Kekuatan Iman di Era Modern

Amma ba’du.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa; menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

Pada hari yang mulia ini, hari raya Idul Adha, kita kembali diingatkan tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, tetapi merupakan simbol kepasrahan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Tangisan Doa Ibu untuk Sang Anak

> “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Ia disejajarkan dengan shalat, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Jamaah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Ketika kita berbicara tentang kurban, maka kita akan teringat kepada kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya Nabi Ismail ‘alaihis salam. Sebuah kisah yang mengajarkan tentang kepatuhan tanpa syarat kepada Allah.

Allah berfirman:

> “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijjah: Momentum Emas Meningkatkan Ketakwaan dan Amal Saleh

Lalu Nabi Ismail menjawab:

> “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Subhanallah…

Betapa luar biasanya keluarga yang dibangun di atas iman dan ketakwaan. Ayah yang taat kepada Allah, anak yang tunduk kepada perintah-Nya. Tidak ada pembangkangan, tidak ada protes terhadap ketentuan Allah.

Dari sinilah kita belajar bahwa hakikat kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi menyembelih sifat egois, kesombongan, cinta dunia, dan hawa nafsu yang berlebihan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di zaman sekarang, manusia sering kali begitu mudah menghamburkan harta untuk kemewahan, namun berat untuk berkurban di jalan Allah. Ada yang rela mengganti telepon genggam berkali-kali, membeli barang mewah, bahkan berfoya-foya, tetapi merasa berat ketika diminta berkurban.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

> “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. At-Tirmidzi)

Ibadah kurban mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Di tengah mahalnya kebutuhan hidup, kurban menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan kepedulian sosial.

Allah tidak membutuhkan darah ataupun daging hewan kurban kita

Dia Allah hanya melihat ketakwaan dan keikhlasan kita.

Allah Ta’ala berfirman:

> “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Karena itu, mari jadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, memperbanyak kepedulian, dan menumbuhkan semangat pengorbanan demi agama Allah.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد

الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita jadikan semangat Idul Adha sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih bertakwa dan penuh kepedulian. Jangan sampai ibadah kurban hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa meninggalkan bekas dalam hati dan perilaku kita.

Belajarlah dari Nabi Ibrahim tentang keikhlasan. Belajarlah dari Nabi Ismail tentang kesabaran dan ketaatan. Dan belajarlah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kasih sayang kepada umat.

Semoga Allah menerima amal ibadah kurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, serta memberikan keselamatan bagi kaum muslimin di seluruh dunia, khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga hari ini masih mengalami penderitaan dan penjajahan.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

اللهم انصر إخواننا المسلمين في فلسطين، وفي كل مكان يا رب العالمين.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله،
إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد . (Tengku Iskandar)


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.