SURAU.CO – 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝘂𝗹𝘂𝗮𝗻: Umat Islam hari ini hidup di tengah dominasi sistem kufur: demokrasi, sekularisme, kapitalisme, sosialisme, dan berbagai ideologi yang menjauhkan manusia dari hukum Allah ﷻ. Dalam kondisi ini, muncul pandangan keliru bahwa cukup dengan “𝗺𝗲𝗻𝗱𝗼𝗮𝗸𝗮𝗻” para penguasa atau sistem yang berlaku, umat Islam sudah dianggap menunaikan kewajiban.
Padahal, 𝗱𝗼𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗯𝗮𝘁𝗶𝗹𝗮𝗻. Bila doa diarahkan untuk melanggengkan sistem kufur, maka bukan hanya sia-sia, bahkan bisa 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗿𝗲𝘁 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗼𝘀𝗮 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿: 𝗿𝗶𝗱𝗵𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗸𝗲𝗸𝘂𝗳𝘂𝗿𝗮𝗻.
Tulisan ini menguraikan secara ilmiah, syar’i, dan historis:
- Bahaya mendukung sistem kufur, meskipun lewat doa.
- Konsep doa yang benar dalam Islam.
- Prinsip 𝗮𝗹-𝗪𝗮𝗹𝗮̄’ 𝘄𝗮𝗹-𝗕𝗮𝗿𝗮̄’ (loyalitas dan berlepas diri).
- Teladan para Nabi dan sahabat.
- Jalan perjuangan umat Islam agar tidak terjebak kompromi.
𝗕𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗞𝘂𝗳𝘂𝗿
a. Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
“𝘋𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘧𝘪𝘳.” (QS. Al-Māidah: 44)
Ayat ini menegaskan bahwa siapa pun yang menolak syariat Allah dalam urusan hukum dan menggantinya dengan sistem lain, berarti kafir. Maka mendukung, mendoakan kelanggengan, atau meridhai sistem tersebut sama saja ikut serta dalam kekufuran.
b. Hadits Rasulullah ﷺ
Beliau bersabda:
“𝘉𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘶𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘶𝘮, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.” (HR. Abu Dawud, Ahmad)
Mendoakan agar sistem kufur lestari adalah bentuk penyerupaan (tasyabbuh) dan ridha terhadap mereka. Padahal seorang Muslim diwajibkan untuk berlepas diri dari semua thaghut.
c. Bahaya Ridha terhadap Kekufuran
Para ulama menegaskan, ridha terhadap kekufuran = kufur, meski pelakunya tidak melakukan langsung. Maka, berhati-hati: doa yang salah arah bisa menyeret ke jurang kehancuran akidah. Dan waspadalah jangan sampai kita tiba-tiba mati dalam kondisi rida terhadap kekufuran.
𝗗𝗼𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺
a. 𝗗𝗼𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗜𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “𝗗𝗼𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗶𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Karena doa adalah ibadah, maka tidak boleh diarahkan kepada selain Allah, apalagi untuk mendukung kekufuran.
b. 𝗔𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗼𝗮 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺
Doa yang benar harus berpihak kepada Islam:
- Memohon agar Allah menghancurkan sistem kufur dan thaghut.
- Meminta kekuatan iman, kesabaran, dan keberanian bagi kaum Muslimin.
- Mendoakan pemimpin agar mendapat hidayah, atau jika menolak hidayah agar Allah menyingkirkan mereka dari jalan umat.
c. 𝗗𝗼𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗸𝗮𝗽 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸
Doa tidak netral. Ia mencerminkan keberpihakan. Seorang Muslim yang berdoa agar sistem kufur tetap eksis, sama saja ia menandatangani dukungan politik terhadap musuh Islam.
𝗔𝗹-𝗪𝗮𝗹𝗮’ 𝘄𝗮𝗹-𝗕𝗮𝗿𝗮’: 𝗟𝗼𝘆𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀
a. Definisi
𝗔𝗹-𝗪𝗮𝗹𝗮̄’ = cinta, loyalitas, dukungan penuh kepada Allah, Rasulullah ﷺ, kaum Muslim, dan hukum Islam.
𝗔𝗹-𝗕𝗮𝗿𝗮̄’ = berlepas diri, menolak, memusuhi segala bentuk kekufuran, kesyirikan, dan sistem thaghut.
b. Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
“𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘐𝘣𝘳𝘢𝘩𝘪𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢: ‘𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩. 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳𝘪 (𝘬𝘦𝘬𝘶𝘧𝘶𝘳𝘢𝘯) 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢-𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘫𝘢.” (QS. Al-Mumtahanah: 4)
Ayat ini menegaskan bahwa iman bukan hanya keyakinan batin, tetapi juga sikap nyata: 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗶𝗵𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺, 𝗺𝗲𝗺𝘂𝘁𝘂𝘀 𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗸𝘂𝗳𝘂𝗿.
c. Penerapan pada Generasi Terdahulu
1. 𝗡𝗮𝗯𝗶 𝗜𝗯𝗿𝗮𝗵𝗶𝗺 𝗮𝘀. → menolak kompromi dengan penyembah berhala, bahkan dengan keluarganya sendiri.
2. 𝗠𝘂𝘀𝗵‘𝗮𝗯 𝗯𝗶𝗻 ‘𝗨𝗺𝗮𝗶𝗿 𝗿𝗮. → rela kehilangan kemewahan hidup demi al-Walā’ kepada Rasulullah ﷺ.
3. 𝗔𝗯𝘂 𝗗𝘇𝗮𝗿 𝗮𝗹-𝗚𝗵𝗶𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗿𝗮. → menyatakan Islam secara terbuka meski disiksa, bukti al-Barā’ dari kufur.
4. 𝗞𝗮𝘂𝗺 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗷𝗶𝗿𝗶𝗻 → meninggalkan rumah dan harta di Makkah demi berhijrah ke Madinah, sebagai wujud al-Walā’ kepada Allah dan Rasul.
d. Inti Pelajaran
𝙎𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙪𝙨𝙡𝙞𝙢 𝙬𝙖𝙟𝙞𝙗 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙥𝙤𝙨𝙞𝙨𝙞𝙣𝙮𝙖: 𝙡𝙤𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙄𝙨𝙡𝙖𝙢, 𝙗𝙚𝙧𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙪𝙛𝙪𝙧.
𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗺𝗮𝘁
Tidak cukup hanya dengan doa. Doa harus dibarengi dengan amal nyata:
- 𝗠𝗲𝗻𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗸𝘂𝗳𝘂𝗿, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan.
- 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗸𝘄𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗸𝗲𝗯𝗮𝘁𝗶𝗹𝗮𝗻 𝘁𝗵𝗮𝗴𝗵𝘂𝘁 dan menawarkan solusi Islam.
- 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝘂𝗺𝗮𝘁 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿 bahwa doa untuk sistem kufur = memperkuat penjajahan politik, ekonomi, dan budaya.
- 𝗕𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗴𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗵𝗶𝗹𝗮𝗳𝗮𝗵 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺𝗶𝘆𝗮𝗵 yang menerapkan syariat secara kaffah, sebagai satu-satunya solusi menyeluruh.
𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽
Doa adalah ibadah, tetapi bisa menjadi bumerang bila diarahkan untuk melanggengkan kebatilan.
Umat Islam wajib berhati-hati: doa yang benar adalah doa yang mendukung Islam, menolak kufur, dan memohon tegaknya syariat Allah.
Allah ﷻ berfirman:
“𝐷𝘪𝑎𝘭𝑎𝘩 (𝐴𝘭𝑙𝘢ℎ) 𝘺𝑎𝘯𝑔 𝑚𝘦𝑛𝘨𝑢𝘵𝑢𝘴 𝘙𝑎𝘴𝑢𝘭-𝘕𝑦𝘢 𝘥𝑒𝘯𝑔𝘢𝑛 𝑝𝘦𝑡𝘶𝑛𝘫𝑢𝘬 𝘥𝑎𝘯 𝘢𝑔𝘢𝑚𝘢 𝘺𝑎𝘯𝑔 𝑏𝘦𝑛𝘢𝑟 𝑎𝘨𝑎𝘳 𝘋𝑖𝘢 𝘮𝑒𝘮𝑒𝘯𝑎𝘯𝑔𝘬𝑎𝘯𝑛𝘺𝑎 𝑎𝘵𝑎𝘴 𝘴𝑒𝘭𝑢𝘳𝑢𝘩 𝘢𝑔𝘢𝑚𝘢, 𝑤𝘢𝑙𝘢𝑢𝘱𝑢𝘯 𝘰𝑟𝘢𝑛𝘨-𝘰𝑟𝘢𝑛𝘨 𝘮𝑢𝘴𝑦𝘳𝑖𝘬 𝘮𝑒𝘮𝑏𝘦𝑛𝘤𝑖𝘯𝑦𝘢.” (QS. At-Taubah: 33)
𝗦𝗲𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗨𝗺𝗮𝘁
Wahai kaum Muslimin! Tinggalkan dukungan terhadap sistem kufur! Jangan biarkan doa-doa kalian menguatkan kebatilan. Satukan barisan, kuatkan dakwah, dan perjuangkan tegaknya syariat Islam kaffah dalam naungan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah!.
Wahai kaum Muslimin! Jangan biarkan pesan ini berhenti di tangan Anda. Sebarkan ke keluarga, sahabat, dan seluruh umat agar sadar bahaya mendukung sistem kufur.
Bagikan di setiap grup WhatsApp, Telegram, Facebook, Instagram, dan media sosial Anda. Jadikan bahan kajian, khutbah, dan diskusi di majelis ilmu.
Jadikan bagian dari perjuangan menegakkan syariat Islam kaffah.
𝗞𝗲𝗯𝗮𝘁𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗿𝘂𝗻𝘁𝘂𝗵 𝗷𝗶𝗸𝗮 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮!. (Rahkmat Daily)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
