SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » Aqidah Islam: Jalan Membebaskan Manusia Dari Perbudakan Syahwat dan Kezaliman

Aqidah Islam: Jalan Membebaskan Manusia Dari Perbudakan Syahwat dan Kezaliman

Aqidah Islam: Jalan Membebaskan Manusia Dari Perbudakan Syahwat dan Kezaliman
Aqidah Islam: Jalan Membebaskan Manusia Dari Perbudakan Syahwat dan Kezaliman

 

SURAU.CO – 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝘂𝗹𝘂𝗮𝗻: Islam adalah agama wahyu yang diturunkan Allah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Inti dari Islam adalah aqidah, yang bukan hanya menjadi keyakinan di hati, tetapi juga asas kehidupan yang membimbing perilaku, masyarakat, dan negara. Aqidah Islam datang bukan untuk mengekang manusia, melainkan untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk perbudakan: hawa nafsu, sesama manusia, dan sistem kufur.

Namun, pada kenyataannya, muncul fenomena aneh: ada kelompok yang mengaku berpegang teguh pada “Sunnah”, tetapi justru menjaga status quo kezaliman dan meninabobokan umat agar menerima penjajahan penguasa zalim. Hal ini jelas bertentangan dengan makna sejati dari aqidah Islam.

𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻

Aqidah Islam memiliki misi utama: membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan selain kepada Allah.

Allah ﷻ Berfirman:
“Dan sungguh Kami telah mengutus pada tiap-tiap umat seorang rasul, (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’.”
(QS. An-Nahl: 36)

Senandung Hikmah Kunang-Kunang: Menepis Gelap Jiwa Dengan Secercah Cahaya Cinta (Kajian Ilmiah Integratif antara Perspektif Al-Qur’an, Hadis, dan Refleksi Spiritual)

Rasulullah ﷺ menunjukkan teladan bahwa aqidah tidak berhenti pada ibadah ritual, melainkan diwujudkan dalam perjuangan politik dan sosial untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah.

𝗣𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗵𝗮𝗽𝘂𝘀 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺

𝟭. 𝗣𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘆𝗮𝗵𝘄𝗮𝘁

Allah ﷻ Berfirman:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya…”
(QS. Al-Jatsiyah: 23)

𝟮. 𝗣𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮

Allah ﷻ Berfirman:
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khaliq.”
(HR. Ahmad, al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Sentilan Sentilun Sentimen “Tata Kelola Hati Dalam Beribadah serta Berkomunikasi dengan Masyarakat”

𝟯. 𝗣𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗸𝘂𝗳𝘂𝗿.

Allah ﷻ Berfirman:
“…Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.”
(QS. Al-Maidah: 44)

𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗮𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵

Sangat ironis bila ada yang mengaku sebagai pengikut sunnah, tetapi justru:

Membiarkan umat dijajah penguasa zalim.

Mengajarkan kepasrahan buta dengan dalih sabar.

Rahasia Khusyuk dalam Salat: Warisan Ilmu dari Imam An-Nawawi

Menjadi tameng penguasa agar umat tidak bangkit.

Padahal sunnah Rasulullah ﷺ justru melawan kezaliman, bukan memeliharanya. Sunnah adalah amar ma’ruf nahi munkar dan keberanian menegakkan kebenaran di hadapan penguasa zalim.

𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗠𝗲𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘇𝗮𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻

“Sayyidusy syuhada’ (pemimpin para syuhada) adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan seorang lelaki yang berdiri di hadapan penguasa zalim, lalu ia menasihatinya, kemudian ia dibunuh.”
(HR. Hakim, al-Baihaqi)

Hadits ini menegaskan bahwa aqidah bukan sekadar urusan shalat dan dzikir, tetapi keberanian melawan kezaliman, meski harus mengorbankan nyawa.

𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻

Islam adalah agama yang membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan. Aqidah Islam menolak tunduk pada penguasa zalim dan thaghut. Maka, sangat kontradiktif bila ada yang mengaku mengikuti sunnah, tetapi justru melestarikan rezim zalim.

Sunnah sejati adalah perjuangan menegakkan keadilan Allah di bumi, bukan kompromi dengan penguasa yang menindas.

𝗦𝗲𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗸𝘄𝗮𝗵

Wahai kaum Muslimin!
Sadarlah, aqidah Islam adalah senjata pembebasan umat dari segala bentuk penindasan. Lawanlah upaya memelintir Islam menjadi alat penjinakan, pertahankan kebenaran dan tolak kezaliman.

Bangkitlah, wahai umat Nabi Muhammad ﷺ!
Mari kita bangkit, tegakkan kebenaran, dan lawan kezaliman dengan gigih! jangan biarkan sunnah dipalsukan untuk melanggengkan tirani. Sunnah sejati adalah amar ma’ruf nahi munkar, perjuangan, dan keberanian.

Bersatulah! Aqidah yang hidup membuat umat menjadi kuat, sedangkan aqidah yang mati menjadikan umat lemah dan mudah dikuasai.

Wahai saudara-saudaraku seiman!
Jangan biarkan tulisan ini berhenti di tanganmu. Sampaikan kepada keluarga, sahabat, tetangga, dan setiap Muslim yang engkau jumpai.

Sebarkan melalui majelis ilmu, khutbah, kajian, media sosial, selebaran, hingga grup percakapan. Seruan kebenaran ini membuka mata dan menggugah hati umat yang telah lama dibelenggu propaganda penguasa zalim.

Setiap kalimat yang engkau sebarkan adalah bagian dari jihad lisan. Setiap orang yang tersadar karenanya adalah pahala yang mengalir tanpa henti.

Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:
“Sampaikan dariku walau satu ayat.”
(HR. al-Bukhari)

Maka jangan tunda! Jadilah bagian dari gelombang dakwah yang menyelamatkan umat dari penjara syahwat, tirani, dan kezaliman.

𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗣𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮

  1. Al-Qur’an al-Karim
  2. Al-Bukhari, al-Adab al-Mufrad
  3. Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad
  4. Al-Hakim an-Naisaburi, al-Mustadrak
  5. Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman
  6. Sayyid Quthb, Ma’alim fi ath-Thariq
  7. Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Islam. (Rahmat Daily)

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.