Oleh: Al-Habib Prof. Dr. KH. R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini
Fokus Utama: Inventarisasi dan analisis farmakologis atas 1.000 bahan alam yang disebut atau diisyaratkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai sumber pengobatan.
A. PENDAHULUAN: PARADIGMA WAHYU SEBAGAI SUMBER ILMU
Buku ini lahir dari kesadaran bahwa Islam tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu kesehatan. Penulis berargumen bahwa Al-Qur’an dan Al-Hadits—selain sebagai petunjuk spiritual—juga merupakan referensi saintifik yang komprehensif.
Melalui pendekatan tematik (tafsir maudhu’i), buku ini mengupas secara sistematis berbagai ayat dan hadits yang mengandung petunjuk medis, kemudian menghubungkannya dengan temuan farmakologi modern.
B. INVENTARISASI PENEMUAN 1000 OBAT DALAM AL-QUR’AN DAN AL-HADITS
Buku ini tidak sekadar mendaftar nama tanaman, tetapi menjelaskan fungsi spesifiknya. Berikut adalah sinopsis dari beberapa bab utama:
B.1. Kelompok Buah dan Makanan Pokok.
Penulis menyoroti Kurma dan Zaitun. Dalam QS. Maryam: 25, Allah memerintahkan Maryam menggoyang pohon kurma saat akan melahirkan. Penulis menjelaskan secara ilmiah bahwa kurma mengandung glukosa cepat serap dan oksitosin alami yang membantu kontraksi rahim pasca persalinan. Sementara itu, QS. Al-Mu’minun: 20 tentang pohon Zaitun dihubungkan dengan kandungan antioksidan (oleuropein) yang melindungi jantung.
B.2. Kelompok Rempah dan Bibit
Bab ini didominasi oleh Habatus Sauda’ (Jintan Hitam). Penulis mengutip hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya pada habbatus sauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian.”
Dari sisi farmakologi, penulis memaparkan senyawa Thymoquinone yang berperan sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi.
B.3. Kelompok Produk Hewani
Madu menjadi bintang utama di bab ini. Penulis mengutip QS. An-Nahl: 68-69:
يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”
Buku ini merinci bahwa madu mengandung hidrogen peroksida dan methylglyoxal yang bersifat antibakteri, serta terbukti efektif untuk luka bakar dan gangguan pencernaan .
C. PRINSIP DASAR FARMAKOLOGI DALAM ISLAM
Sebagai seorang akademisi, penulis dengan tegas mengingatkan bahwa kehadiran zat dalam Al-Qur’an atau Hadits baru sebatas “bahan baku” (maddah), belum menjadi “obat” (dawa’).
Penulis merujuk pada kaidah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang menyatakan bahwa obat harus memiliki dosis dan indikasi yang jelas.
Madu yang sama akan berbeda efeknya jika diminum oleh anak-anak, orang dewasa, atau penderita diabetes.
Dengan demikian, buku ini mengkritik praktik pengobatan herbal yang asal-asalan tanpa perhitungan medis yang benar.
D. KESIMPULAN DAN KONTRIBUSI
Ensiklopedi Farmakologi Al-Qur’an Al-Hadits karya Prof. Dr. Shohibul Faroji merupakan jembatan antara Tibbun Nabawi (Pengobatan Kenabian) dan ilmu kedokteran kontemporer.
Buku ini tidak hanya menyajikan fakta bahwa 1.000 sumber daya alam tersebut bermanfaat, tetapi juga bagaimana dan berapa takaran penggunaannya.
Keunggulan utamanya adalah 1000 Penemuan bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, menjadikannya rujukan penting bagi para akademisi kesehatan, praktisi pengobatan alternatif, serta masyarakat Muslim yang ingin mengamalkan sunnah secara ilmiah dan bertanggung jawab.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
