SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibadah
Beranda » Berita » HADITS TENTANG PERKUMPULAN DI AKHIRAT SESUAI DENGAN PERGAULAN DI DUNIA

HADITS TENTANG PERKUMPULAN DI AKHIRAT SESUAI DENGAN PERGAULAN DI DUNIA

Berkumpul Bersama Ahlussunah

 

Oleh: Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini

A. HADITS KE-1

عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi dia akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli darinya, dan jika tidak, engkau tetap mendapatkan bau wanginya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan jika tidak, engkau tetap mendapat bau asapnya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari, no. 5534 dan Muslim, no. 2628).

BERGERAK BERDAMPAK; SPIRIT BARU PMII

Korelasi Dengan “Berkumpul di Akhirat”

Hadits di atas secara tersirat memberikan gambaran tentang kondisi di akhirat melalui analogi “bau”. Sifat pertemanan di dunia (harum atau busuk) akan “melekat” pada diri seseorang, yang menggambarkan bagaimana keadaan atau kelompok seseorang di akhirat nanti.

Namun, dalil yang paling tegas mengenai “seseorang akan dikumpulkan bersama yang dicintainya” adalah hadits berikut, yang secara langsung menjawab poin “dengan siapa kita berkumpul di akhirat”:

B. HADITS KE-2

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟ قَالَ: لاَ شَيْءَ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَقَالَ: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ. قَالَ أَنَسٌ: فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

“Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Kiamat: ‘Kapan terjadinya Kiamat?’ Beliau bertanya balik: ‘Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?’ Orang itu menjawab: ‘Tidak ada, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.’ Maka Nabi bersabda: ‘Engkau akan bersama dengan siapa yang engkau cintai.'” (HR. Bukhari, no. 3688 dan Muslim, no. 2639)

C. KESIMPULAN

Berdasarkan kedua hadits di atas, dapat disimpulkan:

  1. Jenis pergaulan di dunia menentukan “aroma” atau karakter keislaman seseorang. Teman shalih ibarat penjual minyak wangi (memberi manfaat), teman buruk ibarat pandai besi (membawa keburukan).
  2. Kelompok di akhirat ditentukan oleh “siapa yang dicintai” (diikuti/dijadikan panutan) selama di dunia. Jika seorang muslim mencintai orang-orang shalih dan berusaha mengikuti mereka, Allah akan mengumpulkannya bersama mereka di surga kelak.

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.