A. PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kaum Muslimin untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik haji, perjalanan pulang ke tanah air merupakan bagian penting yang harus dijaga dengan penuh kesyukuran, kehati-hatian, dan ketawadhuan.
Haji yang mabrur bukan hanya diukur dari kesempurnaan ritual selama berada di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan akhlak, peningkatan ketakwaan, dan istiqamah dalam kebaikan setelah kembali ke kampung halaman.
B. MENSYUKURI NIKMAT HAJI
Allah SWT berfirman:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27)
Setelah menyelesaikan ibadah haji, setiap jamaah hendaknya memperbanyak syukur kepada Allah SWT karena tidak semua orang memperoleh kesempatan menjadi tamu-Nya.
C. MENJAGA KESELAMATAN SELAMA PERJALANAN PULANG
Allah SWT berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Beberapa langkah menjaga keselamatan:
- Mematuhi arahan petugas haji.
- Menjaga paspor dan dokumen perjalanan.
- Tidak membawa barang titipan yang tidak diketahui isinya.
- Menjaga kesehatan dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
- Menggunakan tanda pengenal jamaah selama perjalanan.
- Datang tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan.
D. MENJAGA KEAMANAN BARANG BAWAAN
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Barang bawaan jamaah merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik. Hindari menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di satu tempat dan pastikan koper telah diberi identitas yang jelas.
E. MEMPERBANYAK DZIKIR DAN DOA DALAM PERJALANAN
Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Selama perjalanan pulang, jamaah dianjurkan memperbanyak:
1. Istighfar.
2. Tasbih.
3. Tahmid.
4. Tahlil.
5. Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
6. Membaca Al-Qur’an.
7. Berdoa memohon keselamatan.
F. MENJAGA KEMABRURAN HAJI
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Tanda-Tanda Haji Mabrur
- Bertambah ketaatan kepada Allah SWT.
- Meninggalkan maksiat.
- Rajin shalat berjamaah.
- Gemar bersedekah.
- Menjaga silaturahim.
- Berakhlak mulia kepada sesama manusia.
- Menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
G. MENJAGA PERSATUAN DAN UKHUWAH
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)
Sepulang dari haji, jamaah hendaknya menjadi pelopor persatuan, perdamaian, dan kerukunan umat.
H. MENGAMALKAN NILAI-NILAI HAJI DALAM KEHIDUPAN
Ibadah haji mengajarkan:
1. Keikhlasan Nabi Ibrahim AS.
2. Kesabaran Siti Hajar AS.
3. Ketaatan Nabi Ismail AS.
4. Persaudaraan umat Islam sedunia.
5. Kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut hendaknya diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
I. DOA KETIKA KEMBALI KE TANAH AIR
Dianjurkan memperbanyak doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُورًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُولًا
“Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, sa’i kami sa’i yang diterima, dosa kami dosa yang diampuni, dan amal kami amal saleh yang Engkau terima.”
J. PENUTUP & KESIMPULAN
Perjalanan pulang dari Tanah Suci bukanlah akhir dari ibadah haji, melainkan awal kehidupan baru yang lebih dekat kepada Allah SWT. Keselamatan, keamanan, kesehatan, dan kemabruran haji harus terus dijaga hingga akhir hayat.
Semoga seluruh Jamaah Haji Indonesia kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, selamat, aman, penuh keberkahan, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrurah.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
“Aamiin, wahai Tuhan semesta alam.”
DAFTAR PUSTAKA
- Al-Qur’an Al-Karim.
- Imam Al-Bukhari. Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
- Imam Muslim. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ At-Turats Al-‘Arabi.
- Imam An-Nawawi. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.
- Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani. Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari.
- Imam Al-Ghazali. Ihya’ Ulumiddin, Kitab Asrar Al-Hajj.
- Syaikh Wahbah Az-Zuhaili. Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu.
- Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah.
- Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini. Tafsir Arsyurrahman
- Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini. Tafsir Midadurrahman
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Tuntunan Manasik Haji dan Umrah.
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Buku Paket Bimbingan Manasik Haji.
Oleh: Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
