SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opinion
Beranda » Berita » Syahid Itu Hidup: Demokrasi Itu Mati

Syahid Itu Hidup: Demokrasi Itu Mati

Syahid Itu Hidup: Demokrasi Itu Mati
Syahid Itu Hidup: Demokrasi Itu Mati

 

SURAU.CO – Wahai kaum Muslimin! Kita hidup di zaman penuh fitnah, di mana 𝟮𝟰𝟱 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝘂𝗺𝗮𝘁 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 dipaksa tunduk padao hukum buatan manusia: 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗸𝘂𝗹𝗲𝗿. Padahal Allah ﷻ telah memperingatkan:

“Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” (QS. Al-Maidah: 44).

Apakah kita rela hidup dalam sistem kufur yang menjanjikan kehinaan dunia dan neraka di akhirat. Ataukah kita memilih jalan jihad, jalan pengorbanan, jalan yang dijanjikan kemenangan dunia dan surga abadi.

𝗔𝗡𝗔𝗟𝗢𝗚𝗜 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗢𝗥𝗕𝗔𝗡𝗔𝗡 𝗨𝗠𝗔𝗧

Bayangkan dari 245 juta Muslim, ada 20 juta yang gugur di medan jihad fi sabilillah. Apakah itu kerugian, Tidak! Justru itulah 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝟮𝟮𝟱 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝘂𝗺𝗮𝘁 dari belenggu hukum jahiliyah.

Kepercayaan Publik ke Bawaslu: Prestasi Hari Ini Ujian Esok Hari

Karena para syuhada tidak mati! “Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran: 169).

Mereka hidup mulia di sisi Allah, dan umat yang tersisa hidup selamat dalam syariat.

𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗿𝘂𝗴𝗶𝗸𝗮𝗻 – 𝗯𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴.

𝗞𝗘𝗔𝗗𝗔𝗔𝗡 𝗣𝗔𝗛𝗜𝗧 𝗝𝗜𝗞𝗔 𝗗𝗜𝗔𝗠 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗗𝗘𝗠𝗢𝗞𝗥𝗔𝗦𝗜

Tapi sebaliknya, jika 𝟮𝟰𝟱 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝘂𝗺𝗮𝘁 memilih diam, tunduk, dan rela mati dalam naungan demokrasi kufur, maka:

Mereka hidup tertindas, terhina, dan terpecah. Mereka kehilangan kemuliaan Islam. Dan ketika mati. mereka mati jahiliyah, dengan ancaman neraka!.

Renungan Langkah “Muharram 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10”

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50).

Demokrasi bukan penyelamat, tapi jalan menuju kehinaan abadi!

𝗛𝗜𝗞𝗠𝗔𝗛 𝗦𝗬𝗔𝗛𝗜𝗗

𝗕𝗮𝗴𝗶 𝘀𝘆𝘂𝗵𝗮𝗱𝗮: hidup kekal di sisi Allah, dimuliakan dengan surga.
𝗕𝗮𝗴𝗶 𝘂𝗺𝗮𝘁: keselamatan dunia dan akhirat melalui tegaknya syariat.
𝗕𝗮𝗴𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗯𝗮𝗻: runtuhnya dominasi kufur, bangkitnya peradaban Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada seorang yang mati syahid kecuali ia ingin kembali ke dunia, lalu terbunuh sepuluh kali, karena ia melihat keutamaan mati syahid.” (HR. Bukhari-Muslim).

Wahai kaum Muslimin! 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗸𝗶𝘁𝗹𝗮𝗵! 𝗥𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻! 𝗧𝗲𝗴𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘆𝗮𝗿𝗶𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗮𝗳𝗳𝗮𝗵!.

“Bread & Circus” THE S.I.G.I.T Panem at Circenses, Hierarchy of Needs, False Need, dan Nafsu Belaka.

Jangan tertipu janji manis demokrasi kufur. Jangan rela mati dalam kehinaan jahiliyah. 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝟮𝟬 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗴𝘂𝗴𝘂𝗿 𝗺𝘂𝗹𝗶𝗮, 𝗱𝗮𝗿𝗶𝗽𝗮𝗱𝗮 𝟮𝟰𝟱 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝘀𝗲𝘀𝗮𝘁𝗮𝗻!.

𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Menegakkan syariat = puncak keimanan.
Jihad = kemenangan dunia & akhirat.
Syahid = hidup abadi, tidak pernah rugi.
Demokrasi = jalan hina & sesat.

Pilihan umat: 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗞𝗔𝗙𝗙𝗔𝗛 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗕𝗜𝗡𝗔𝗦𝗔. Seruan: Tegakkan Syariat Allah, hancurkan demokrasi kufur, sambut kemuliaan syuhada.

𝗞𝗮𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗮𝗷𝘂, 𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗗𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹

Mereka berteriak tentang kemajuan, berpidato tentang visi masa depan, dan berbangga dengan teknologi serta ekonomi. Namun, semua itu hanya berputar di sekitar dunia fana, rapuh, dan sementara.

Bagaimana bisa 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗺𝗮𝗷𝘂 kalau arah 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗻𝘆𝗮 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗸𝘂𝗯𝘂𝗿? Bagaimana bisa disebut visioner kalau pandangannya berhenti di 𝗯𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮, dan buta terhadap akhirat?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman:

> “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan balasan di dunia, tetapi di akhirat mereka tidak memperoleh apa pun.” > (QS. Hud: 15)

Umat Islam sejati bukan hanya mengejar kemajuan materi, tapi menegakkan peradaban yang berpijak pada wahyu menjadikan dunia sebagai ladang menuju akhirat, bukan sebaliknya.

𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗷𝘂𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝘁𝗶 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝘁𝘂𝗻𝗱𝘂𝗸 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗻𝗮𝗳𝘀𝘂, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝘁𝘂𝗻𝗱𝘂𝗸 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵.

Kalau VISI KaMu apa? Maju apa Dangkal? Atau mungkin visinya seimbang? 𝗦𝗶𝗹𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗱𝗶𝗸𝗼𝗹𝗼𝗺 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗻𝗴𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴. (Rahmat Daily)


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.