Mengenal Kitab Dala’il al-Khairat
Umat Muslim di seluruh dunia mengenal kitab Dala’il al-Khairat sebagai kumpulan selawat yang sangat masyhur. Penulisnya adalah seorang ulama sufi besar asal Maroko, Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli. Kitab ini mengandung untaian doa dan selawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Banyak orang mengamalkan kitab ini untuk mengharap syafaat dan keberkahan hidup. Namun, tidak banyak orang mengetahui peristiwa luar biasa yang melatarbelakangi penulisan mahakarya ini.
Pencarian Air yang Menjadi Titik Balik
Kisah ini bermula saat Syekh al-Jazuli sedang melakukan perjalanan spiritual di sebuah wilayah. Saat waktu salat tiba, beliau segera mencari air untuk berwudu. Beliau menemukan sebuah sumur yang berada di tengah pemukiman. Namun, Syekh al-Jazuli menghadapi kendala karena sumur tersebut sangat dalam. Beliau tidak menemukan tali maupun timba untuk mengambil air dari dasar sumur.
Syekh al-Jazuli terus berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan air tersebut. Kegelisahan tampak di wajah beliau karena waktu salat hampir habis. Dalam kondisi bingung tersebut, seorang gadis kecil memperhatikan gerak-gerik sang ulama dari atas sebuah rumah. Gadis kecil itu kemudian bertanya kepada Syekh al-Jazuli mengenai apa yang sedang beliau cari.
Keajaiban dari Seorang Gadis Kecil
Setelah mendengar penjelasan sang Syekh, gadis kecil itu turun menghampiri sumur tersebut. Tanpa menggunakan peralatan apa pun, gadis tersebut melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan. Ia meludah ke dalam sumur yang dalam itu. Seketika itu juga, air sumur tersebut naik ke atas dengan sendirinya hingga meluap ke permukaan tanah.
Syekh al-Jazuli menyaksikan kejadian itu dengan rasa takjub yang luar biasa. Beliau pun segera berwudu dengan air yang meluap tersebut. Setelah selesai melaksanakan ibadah, rasa penasaran menyelimuti hati sang ulama. Beliau merasa heran bagaimana seorang anak kecil bisa memiliki karamah atau keajaiban yang begitu besar.
Beliau kemudian mendekati gadis itu dan bertanya dengan penuh rasa hormat:
“Bagaimana engkau bisa mencapai tingkatan ini?”
Rahasia di Balik Karamah sang Gadis
Gadis kecil itu tersenyum mendengar pertanyaan Syekh al-Jazuli. Dengan wajah yang teduh, ia memberikan jawaban yang sangat menyentuh hati sang ulama. Gadis itu mengungkapkan bahwa keajaiban tersebut bukanlah berasal dari kekuatannya sendiri, melainkan karena kecintaannya kepada Rasulullah SAW.
Ia menjawab:
“Aku mencapainya dengan memperbanyak membaca selawat kepada orang yang jika beliau berjalan di tanah belantara, maka binatang-binatang liar akan mengikutinya (Rasulullah SAW).”
Jawaban sederhana namun mendalam ini menggetarkan jiwa Syekh al-Jazuli. Beliau menyadari bahwa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Peristiwa ini menjadi inspirasi terbesar dalam hidup beliau untuk menyusun sebuah kitab khusus.
Penulisan Mahakarya Dala’il al-Khairat
Setelah kejadian ajaib tersebut, Syekh al-Jazuli bertekad mengabdikan hidupnya untuk mengumpulkan berbagai macam selawat. berkelana dan melakukan riset mendalam terhadap literatur-literatur Islam. Beliau menyusun ribuan selawat tersebut ke dalam sebuah kitab yang sistematis. Beliau menamai kitab tersebut Dala’il al-Khairat wa Shawariq al-Anwar fi Zikri al-Salat ‘ala al-Nabi al-Mukhtar.
Kitab ini terdiri dari beberapa bagian yang disesuaikan dengan hari-hari dalam seminggu. Tujuannya adalah agar para pembaca bisa istikamah mengamalkannya setiap hari. Syekh al-Jazuli ingin setiap Muslim merasakan kedekatan dengan Rasulullah SAW sebagaimana yang dialami oleh gadis kecil tersebut.
Warisan Abadi Imam Al-Jazuli
Hingga saat ini, Kitab Dala’il al-Khairat tetap menjadi rujukan utama bagi para pecinta selawat. Kitab ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Para ulama dari masa ke masa senantiasa menganjurkan umat Islam untuk membaca kitab ini.
Kisah di balik penulisan kitab ini mengajarkan kita satu hal penting. Cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui selawat dapat membuka pintu kemudahan. Allah SWT memberikan kehormatan bagi siapa saja yang memuliakan kekasih-Nya. Melalui kitab ini, Syekh al-Jazuli meninggalkan warisan spiritual yang tidak akan pernah padam oleh waktu.
Amalan selawat bukan sekadar bacaan rutin, melainkan sebuah bentuk koneksi batin dengan sang pembawa risalah. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari mengamalkan selawat sebagaimana yang diharapkan oleh Syekh al-Jazuli dalam kitabnya yang agung ini.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
