Ibadah Kalam Mode & Gaya
Beranda » Berita » Menggenggam Diri di Era Overthinking: Tauhid sebagai Strategi Koping Psikologis yang Ampuh

Menggenggam Diri di Era Overthinking: Tauhid sebagai Strategi Koping Psikologis yang Ampuh

Tauhid sebagai Strategi Koping Psikologis
Tauhid sebagai Strategi Koping Psikologis

SURAU.CO – Di zaman yang serba cepat dan digital ini, istilah overthinking atau berpikir berlebihan seolah telah menjadi kawan akrab bagi banyak orang, terutama generasi muda. Fenomena ini tentu bukan sekadar tren belaka, melainkan sebuah tantangan kesehatan mental yang sangat serius. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mencari solusi yang tepat agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Namun, tahukah Anda bahwa Islam sebenarnya menawarkan solusi fundamental melalui konsep Tauhid sebagai strategi koping psikologis?

Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana integrasi nilai spiritual dapat membantu kita keluar dari jebakan pikiran negatif yang tak berujung.

Memahami Fenomena Overthinking di Era Digital

Overthinking sering kali didefinisikan sebagai kecenderungan untuk memikirkan suatu hal secara berulang-ulang dengan fokus pada penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan. Namun, di era media sosial seperti saat ini, pemicu kondisi tersebut menjadi semakin beragam. Hal ini dikarenakan kita sering kali terjebak dalam budaya membandingkan diri atau social comparison. Akibatnya, saat melihat keberhasilan orang lain di layar ponsel, hal itu sering kali memicu pertanyaan reflektif dalam diri, seperti “Mengapa saya belum sampai di sana?” atau bahkan “Bagaimana jika saya gagal?”

Tekanan psikologis ini akan memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika kita membiarkannya. Seseorang sering kali merasakan dampak nyata seperti gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga kecemasan berlebih. Pakar psikologi menyebut kondisi ini sebagai rumination atau perenungan negatif yang tidak produktif.

Tauhid: Fondasi Ketenangan Batin

Dalam perspektif Islam, segala kegelisahan berawal dari hati yang jauh dari penciptanya. Di sinilah peran Tauhid masuk. Monoteisme bukan hanya konsep penyatuan Tuhan secara teologis, tetapi merupakan cara hidup mendasar dalam mengatur emosi dan pikiran manusia.

Pentingnya Thaharah dalam Islam

Tauhid mengajarkan bahwa Allah adalah pusat dari segala kejadian. Dengan memahami bahwa ada kekuatan besar yang mengatur semesta, beban pikiran manusia untuk mengontrol segalanya menjadi berkurang. Banyak orang mengalami overthinking karena mereka merasa harus memegang kendali penuh atas hidupnya. Ketika realita tidak sesuai ekspektasi, mereka hancur. Tauhid hadir untuk mengingatkan bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar, sementara hasil adalah hak prerogatif Tuhan.

Mengapa Tauhid Menjadi Strategi Koping Psikologis yang Efektif?

Individu menggunakan strategi koping sebagai cara untuk mengelola stres. Psikologi mengenal dua jenis koping: problem-focused coping (fokus pada masalah) dan emotion-focused coping (fokus pada emosi). Tauhid bekerja pada keduanya, namun sangat kuat pada pengelolaan emosi.

1. Mengurangi Kebutuhan Kontrol Berlebih

Akar dari overthinking adalah ketakutan akan ketidakpastian. Dengan bertauhid, seseorang menyadari bahwa dirinya terbatas. Kesadaran akan keterbatasan diri ini justru membebaskan. Kita tidak lagi terbebani untuk memikirkan variabel-variabel masa depan yang di luar jangkauan logika manusia.

2. Konsep Tawakal sebagai Katarsis

Tawakal adalah manifestasi tertinggi dari Tauhid dalam aspek psikologis. Setelah berusaha semaksimal mungkin, menyerahkan hasil kepada Allah memberikan ketenangan luar biasa. Ini adalah bentuk pelepasan beban emosional yang sangat efektif untuk menghentikan putaran pikiran negatif.

3. Prasangka (Husnuzan)

Tauhid melatih kita untuk selalu memiliki prasangka baik terhadap Allah ( Husnuzan billah ). Ketika kita percaya bahwa setiap takdir yang ditentukan Allah adalah yang terbaik—walaupun terasa pahit saat ini—maka pikiran kita tidak akan terjebak dalam skenario buruk yang diciptakan oleh imajinasi kita sendiri.

Tenang: Ukuran Keberhasilan Seorang Imam dalam Shalat

Praktik Spiritual untuk Mengatasi Overthinking

Selain pemahaman konsep, implementasi praktis sangat diperlukan untuk meredakan badai pikiran. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Zikir dan Mengingat Allah: Secara psikologis, zikir berfungsi mirip dengan teknik mindfulness. Dengan mengulang kalimat-kalimat tayyibah, fokus pikiran, yang sebelumnya tersebar ke mana-mana, ditarik kembali ke titik pusat yang menenangkan.Sebagaimana janji Allah, “Hanya dengan mengingat Allah hati akan menemukan kedamaian.”

  • Shalat sebagai Ruang Dialog: Shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan waktu untuk menceritakan segala beban kepada Sang Pencipta.Dalam posisi sujud, terjadi pelepasan hormon stres yang kemudian digantikan oleh rasa tenang.

  • Membaca dan Merenungkan Al-Quran: Al-Quran mengandung banyak kisah dan janji yang menggembirakan. Memahami ayat-ayat tentang kesabaran dan pertolongan Allah dapat menjadi obat bagi jiwa yang cemas.

Dampak Jangka Panjang Tauhid terhadap Kesehatan Mental

Mengintegrasikan Tauhid dalam strategi koping psikologis bukan berarti masalah hidup akan hilang seketika. Namun, cara kita memandang masalah tersebut akan berubah total. Seseorang yang memiliki fondasi Tauhid yang kuat cenderung lebih resilien (tangguh) saat menghadapi kegagalan.

Haji 2026 Lebih Humanis dan Fokus pada Perlindungan dan Kesehatan Jemaah

Mereka tidak akan mudah jatuh ke dalam depresi karena mereka tahu dunia ini hanya sementara. Mereka juga tidak akan sombong saat sukses karena sadar semua hanyalah titipan. Keseimbangan emosional inilah yang menjadi kunci utama kesehatan mental di era modern yang penuh tekanan.

Kembali ke Fitrah

Menggenggam diri di era overthinking berarti kembali mengenali siapa diri kita dan siapa pencipta kita. Tauhid memberikan navigasi yang jelas di tengah kabut pikiran yang membingungkan. Dengan menempatkan Tuhan di posisi tertinggi, segala ketakutan duniawi akan mengecil dengan sendirinya.

Jangan biarkan pikiran Anda mengendalikan Anda. Sebaliknya, kendalikan pikiran Anda dengan iman. Jadikan Tauhid sebagai kompas, dan biarkan ketenangan menyelimuti setiap langkah perjalanan hidup Anda.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.