SURAU.CO – Tidak ada manusia yang hidup selama 5000 tahun. Namun, ada yang bisa mencapai amal 5000 tahun. Bagaimana bisa? Sederhana sekali. Seandainya ada seorang yang dalam masa hidupnya selama 60 tahun beramal di malam lailatul Qadr, maka berarti 60 dikalikan 1000 bulan maka hasilnya adalah 4999 tahun. Misalnya, orang tersebut mulai aktif shalat di malam Ramadan khusunya di sepuluh malam terkahir pada umur 15 tahun dan tidak pernah putus sampai usianya 75 tahun.
Kasih sayang Allah kepada manusia yang beriman sangatlah besar. Berbagai keutamaan yang diberikan di bulan Ramadan telah dinyatakan jelas dalam kitab-Nya. Kondisi bulan Ramadan yang istimewa membuat manusia terbiasa untuk menahan hawa nafsunya, menjaga mulut dari perkataan kasar dan juga anggota tubuhnya dari perbuatan yang dilarang. Walaupun umur rata-rata Umat di akhir zaman hanya berkisar 60-70 TAHUN, namun mereka bisa mendapat pahala seperti beramal ribuan tahun.
Beramal selama 5000 TAHUN adalah nikmat yang luar biasa. Bagi mereka yang berharap pahala tentu melihat peluang ini adalah sesuatu yang harus dikejar dan diperoleh setiap tahun. Namun sayang sekal, banyak yang tidak berminat dan mau bekerja keras mencapainya. Allah mengingatkan dalam satu surat khusus dalam Al-Qur’an.
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ (١) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ (٢)
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
BERSIAPLAH MEMASUKI SEPULUH MALAM TERKAHIR RAMADAN YANG DI DALAMNYA ADA MALAM YANG PENUH RAHMAT DAN PAHALA YANG BESAR.
Pesan Dakwah: KISAH DALAM AL-QUR’AN
Sangat syahdu alunan suara imam yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam shalat malam di bulan Ramadan. Kadang melengking tinggi dan kadang merendah. Kadang agak tertahan dan menangis tersedu-sedu yang penuh kesedihan. Imam di saat itu membaca Surah Yusuf. KISAH Nabi Yusuf -‘alaihissalam- saat dia digoda oleh istri sang pembesar, yang merawatnya sejak kecil dan jatuh cinta kepadanya. Nabi Yusuf yang menjadi pemuda rupawan beruntung melihat petunjuk Allah yang diberikan kepadanya. Dia lari dari ajakan maksiat itu dan selamat dari perbuatan dosa besar.
Al-Qur’an yang dibaca oleh orang beriman memang penuh KISAH yang menarik dari para nabi dan rasul. Banyak yang diceritakan secara detail. Bagaimana Musa -‘alaihissalam- dihadapkan pada jalan buntu di depan laut, sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya sudah hampir mengejar mereka. Nabi Musa -‘alaihissalam- tidak ragu akan bantuan Allah, dan begitulah perintah Allah untuk memukulkan tongkatnya ke laut dan laut terbelah. Nabi Musa selamat ke seberang lautan. Saat Fir’aun mengejar mereka, laut bersatu kembali sehingga menenggelamkan mereka semuanya.
KISAH yang dibaca dalam Al-Qur’an mengisi ruang-ruang hati orang beriman yang sedang berpuasa. Membaca Al-Qur’an memang menjadi pemandangan yang tampak di berbagai tempat dan dinikmati oleh mereka yang yakin akan mukjizatnya. Sayang sekali banyak orang yang berpuasa tapi tidak membacanya. Waktu mereka habis dengan berbagai kegiatan. Mereka melupakan kewajiban membaca dan mentadaburi Al-Qur’an karena merasa tidak perlu. Al-Qur’an yang diturunkan di bulan Ramadan seharusnya akrab dengan orang yang berpuasa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” . (QS. Al-Baqarah 2:185)
PENUHILAH WAKTUMU DENGAN MEMBACA AL-QUR’AN YANG PENUH DENGAN KISAH-KISAH MENARIK, Prof. Veni Hadju. (Ys)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
