SURAU.CO – Bakso Keliling Pak Win di Masjid Marapak dalam Perspektif Nilai Islami. Di sudut jalan dekat Masjid Marapak, gerobak sederhana milik Pak Win menjadi saksi aktivitas ekonomi rakyat yang penuh ketekunan. Di atas sepeda tuanya, panci besar berisi kuah bakso hangat siap dinikmati warga sekitar. Aktivitas sederhana ini sesungguhnya mencerminkan nilai-nilai Islam tentang kerja keras, kejujuran, dan mencari rezeki yang halal.
Islam dan Perintah dalam Bekerja
Islam mendorong umatnya untuk bekerja dan berusaha. Allah SWT berfirman:
> وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”¹
Ayat ini menegaskan bahwa bekerja adalah bagian dari tanggung jawab seorang Muslim. Aktivitas Pak Win yang berkeliling menjajakan bakso merupakan bentuk ikhtiar dalam mencari nafkah yang halal.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
> فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ
“Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”²
Ayat ini menunjukkan keseimbangan antara ibadah dan usaha duniawi. Lokasi berjualan yang dekat dengan masjid semakin menguatkan harmoni antara nilai spiritual dan ekonomi.
Keutamaan Ketika Mencari Rezeki Halal
Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا³
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Hadis ini menjadi dasar penting bahwa rezeki yang diperoleh harus berasal dari cara yang halal dan baik. Pedagang seperti Pak Win, yang mengandalkan usaha sendiri dengan jujur dan sederhana, mencerminkan semangat hadis ini.
Dalam hadis lain disebutkan:
> مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ⁴
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri.”
Hadis ini menegaskan kemuliaan orang yang bekerja dengan tangannya sendiri. Allah memberi nilai ibadah pada profesi apa pun, selama halal dan dijalankan dengan jujur.
Nilai Sosial, ekonomi dan Keberkahan
Gerobak bakso keliling bukan sekadar sarana ekonomi, tetapi juga ruang sosial. Di sekelilingnya terjalin silaturahmi dan kebersamaan. Dalam Islam, menjaga hubungan sosial adalah bagian dari ajaran yang utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ⁵
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Interaksi hangat antara penjual dan pembeli menjadi sebab turunnya keberkahan dalam rezeki.
Penutup
Bakso Keliling Pak Win di Masjid Marapak bukan sekadar usaha kecil, melainkan representasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari: bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari yang halal, menjaga kejujuran, dan mempererat silaturahmi. Dalam kesederhanaannya, kita temukan pelajaran besar bahwa niat benar menjadikan profesi halal bernilai ibadah. Ini menekankan bahwa niat baik membuat setiap pekerjaan halal menjadi ibadah, meskipun sederhana. Jadi, kita ukur nilai pekerjaan bukan hanya dari hasilnya, tapi juga dari niat dan keikhlasan di baliknya.
Catatan Kaki (Footnote)
- QS. At-Taubah [9]: 105.
-
QS. Al-Jumu‘ah [62]: 10.
-
HR. Muslim, no. 1015.
-
HR. Bukhari, no. 2072.
- HR. Bukhari, no. 5986; Muslim, no. 2557.
Marāji‘ (Daftar Rujukan)
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Bukhari, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il. Al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī).
Muslim bin al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim.
An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.
Ibn Katsir, Isma‘il bin ‘Umar. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. (Penulis, Oleh : Tengku Iskandar, M. Pd
Duta Literasi Pena Da’i Nusantara Provinsi Sumatera Barat Indonesia)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
