SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid
Beranda » Berita » Larangan Shalat di Masjid yang Ada Kuburan: Benteng Tauhid dari Bahaya Pengkultusan

Larangan Shalat di Masjid yang Ada Kuburan: Benteng Tauhid dari Bahaya Pengkultusan

Larangan Shalat di Masjid yang Ada Kuburan: Benteng Tauhid dari Bahaya Pengkultusan
Larangan Shalat di Masjid yang Ada Kuburan: Benteng Tauhid dari Bahaya Pengkultusan

 

SURAU.CO – Pendahuluan: Masjid dan Kuburan, Dua Fungsi yang Tidak Boleh Dicampur. Masjid adalah rumah tauhid. Ia dibangun untuk maraenegakkan shalat, memurnikan ibadah, dan memusatkan hati hanya kepada Allah. Adapun kuburan adalah tempat peringatan akan kematian, kehinaan manusia, dan kepastian akhirat. Ketika kuburan dimasukkan ke dalam masjid, atau masjid dibangun di atas kuburan, maka dua fungsi ini bercampur. Di sinilah Islam datang dengan larangan yang tegas.

 

Larangan shalat di masjid yang ada kuburannya bukan masalah khilaf kecil dalam fiqh. Ia adalah persoalan besar dalam penjagaan akidah. Rasulullah ﷺ sangat keras memperingatkan umatnya tentang hal ini karena sejarah menunjukkan: syirik selalu bermula dari pengagungan kubur.

Dalil Hadis: Laknat bagi yang Menjadikan Kubur sebagai Masjid

Rasulullah ﷺ bersabda:

Sepuluh Ramadhan: Meluruskan Niat, Menyiapkan Hati

> لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)¹

 

Dalam riwayat lain beliau menegaskan:

> أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ فَإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

Bedanya Selamat dengan Islam

“Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan itu.” (HR. Muslim)²

 

Hadis ini tidak sekadar melarang, tetapi Allah melaknat perbuatan ini, menunjukkan betapa beratnya dosa perbuatan ini dan betapa besar bahayanya bagi agama.

Mengapa Masjid yang Ada Kuburannya Dilarang untuk Shalat?

  1. Karena ia membuka pintu kesyirikan

 

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

Islam “Biasa Saja”: Ketika Surau Mulai Sepi dan Prinsip Diminta Menyingkir

“Asal mula kesyirikan di muka bumi adalah pengagungan terhadap kubur.”³

 

Awalnya hanya shalat di dekat kubur. Lalu berdoa di kubur. Dan Lalu menghadap kubur. Lalu meminta kepada penghuni kubur. Semua bermula dari menjadikan kubur sebagai tempat ibadah.

 

  1. Karena menyerupai praktik agama yang menyimpang

Rasulullah ﷺ secara khusus menyebut Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kubur orang-orang suci sebagai pusat ritual. Islam datang untuk memutus total jalan ini.

 

  1. Karena menggeser arah hati dalam shalat

Shalat menuntut keikhlasan mutlak. Ketika kubur hadir di dalam masjid, hati orang awam mudah terikat kepada selain Allah, walaupun lisannya tetap membaca iyyāka na‘budu.

Penjelasan Ulama

Imam an-Nawawi رحمه الله menulis:

“Para ulama berkata: sebab dilarangnya shalat di kuburan dan menjadikannya masjid adalah karena hal itu dapat menyeret kepada penyembahan penghuni kubur, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu.”⁴

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله menegaskan:

> “Tidak boleh shalat di masjid yang dibangun di atas kuburan, dan tidak sah menurut banyak ulama, karena Nabi ﷺ melarang hal itu dengan larangan yang keras.”

 

Dalam riwayat lain beliau berkata:

> “Setiap masjid yang di dalamnya ada kubur, maka tidak boleh shalat di dalamnya, baik kubur itu di depan, di tengah, maupun di belakang.”

Bagaimana Jika Kuburan Datang Lebih Dulu?

Para ulama menjelaskan:

Jika kuburan lebih dulu, lalu dibangun masjid di atasnya → haram dan wajib dihilangkan salah satunya.

 

Jika masjid lebih dulu, lalu ada mayit dikuburkan di dalamnya → kuburan itulah yang wajib dipindahkan.

 

Karena syariat tidak pernah membenarkan berkumpulnya masjid dan kubur dalam satu tempat ibadah.

Pengecualian yang Sering Disalahpahami

Sebagian orang berdalil dengan makam Nabi ﷺ yang berada di Masjid Nabawi. Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan:

Nabi ﷺ dikuburkan di rumah Aisyah, bukan di masjid.

Masjid baru meluas pada masa Bani Umayyah, dan kubur Nabi ﷺ tetap dipisahkan dengan dinding berlapis, tidak dijadikan tempat shalat, tidak menghadap kubur, dan tidak bisa diakses.

Para sahabat tidak pernah menguburkan Nabi ﷺ di masjid.

Ini justru menjadi dalil kuat bahwa asalnya kubur tidak boleh berada di masjid.

Ziarah Kubur Boleh, Shalat di Masjid Berkubur Tidak

Islam menganjurkan ziarah kubur untuk mengingat akhirat dan mendoakan mayit. Tetapi Islam melarang:

shalat di kuburan,

shalat di masjid yang ada kuburannya,

membangun masjid di atas kubur.

Ziarah adalah ibadah, tetapi menjadikan kubur sebagai pusat ibadah adalah penyimpangan.

Refleksi Dakwah: Tauhid Harus Dijaga Sebelum Tradisi Menguat

Banyak praktik keliru bertahan bukan karena kuat dalil, tetapi karena sudah menjadi adat. Ketika kubur sudah berada di tengah masjid, lalu generasi demi generasi shalat di sana, maka larangan terasa asing, walau hadisnya sahih.

 

Di sinilah tugas para dai dan penyuluh: menyelamatkan akidah, walau harus meluruskan kebiasaan. Karena yang dipertaruhkan bukan sekadar tata letak bangunan, tetapi kemurnian ibadah umat.

Penutup: Masjid Milik Allah, Bukan Milik Makam

Allah berfirman:

> وَأَنَّ ٱلْمَسَـٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًۭا

“Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyembah siapa pun bersama Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)

 

Masjid harus bersih dari kubur, sebagaimana shalat harus bersih dari syirik. Karena ketika tauhid runtuh, seindah apa pun masjid, ia kehilangan ruhnya.

Catatan Kaki (Footnote)

  1. HR. al-Bukhari no. 435, Muslim no. 531.

  2. HR. Muslim no. 532.

 

  1. Ibnul Qayyim, Ighatsatul Lahfan, 1/195.

  2. An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 5/13.

 

  1. Ibnu Taimiyyah, Majmu’ al-Fatawa, 22/194.

  2. Ibnu Taimiyyah, Iqtidha’ Shirathil Mustaqim, 2/267. (Tengku Iskandar, M.Pd: Duta Literasi Pena Da’i Nusantara Provinsi Sumatera Barat)


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.