Doa
Beranda » Berita » Musim Hujan Tiba: Inilah Waktu Mustajab dan Doa yang Diajarkan Rasulullah

Musim Hujan Tiba: Inilah Waktu Mustajab dan Doa yang Diajarkan Rasulullah

Doa Musim Hujan
Doa Musim Hujan

SURAU.CO – Memasuki akhir tahun, intensitas curah hujan di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat. Sebagian orang mungkin menganggap turunnya hujan sebagai penghambat aktivitas luar ruangan. Namun, dalam pandangan Islam, datangnya musim hujan bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan sebuah anugerah dan rahmat yang sangat besar dari Allah SWT.

Artikel ini mengulas alasan musim hujan menjadi waktu tepat untuk memperbanyak doa, menganjurkan berbagai amalan penting, serta menjelaskan cara kita menyikapi rintik hujan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Hujan Sebagai Rahmat dan Berkah dari Langit

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berulang kali menyebutkan bahwa air hujan adalah sumber kehidupan. Tanpa hujan, tanah akan menjadi tandus, tanaman akan mati, dan makhluk hidup akan kesulitan mendapatkan air bersih. Allah SWT berfirman dalam Surat Qaf ayat 9:

“Dan Kami menurunkan dari langit air yang berlimpah manfaatnya, lalu Kami menumbuhkan pohon-pohon dan biji-bijian dari tanaman yang dapat ditanam.”

Kata “mubarak” atau berkah dalam ayat tersebut menegaskan bahwa setiap tetesan hujan membawa kebaikan. Oleh karena itu, menyambut hujan dengan keluhan adalah sikap yang kurang bijak bagi seorang Muslim. Sebaliknya, kita diajarkan untuk mensyukuri kehadirannya.

3 Hal Utama yang Mempercepat Terkabulnya Doa Menurut Ajaran Islam

Mengapa Saat Hujan Menjadi Waktu Mustajab Berdoa?

Allah memerintahkan kita memperbanyak doa saat musim hujan terutama karena waktu tersebut merupakan salah satu saat yang paling mustajab (dikabulkan). Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang berisi sabda Rasulullah SAW:

“Dua hal yang tidak akan ditolak: doa ketika azan dan doa ketika turunnya hujan.”

Mengapa doa saat hujan begitu istimewa? Para ulama menjelaskan bahwa saat hujan turun, Allah SWT sedang membuka pintu-pintu langit dan mencurahkan rahmat-Nya dengan deras ke bumi. Dalam kondisi penuh rahmat inilah, Allah SWT mendekati hamba-Nya sehingga peluang-Nya mengabulkan doa menjadi jauh lebih besar.

Doa-Doa Penting Saat Musim Hujan

Agar musim hujan memberikan manfaat spiritual bagi kita, berikut adalah beberapa doa yang Rasulullah SAW ajarkan agar kita bisa mengamalkannya;

1. Doa Saat Hujan Mulai Turun

Ketika rintik hujan mulai menyentuh bumi, Rasulullah SAW membiasakan diri membaca doa singkat namun padat makna:

Mengenal Sejarah Bulan Rajab dalam Islam dan Berbagai Keutamaannya

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا (Allahumma shayyiban nafi’an) Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.” (HR. Bukhari)

Doa ini mengandung harapan agar hujan yang turun tidak membawa bencana seperti banjir atau tanah longsor, melainkan membawa kesuburan bagi tanah dan keberkahan bagi penduduknya.

2. Doa Saat Hujan Deras dan Khawatir Bahaya

Jika hujan turun sangat lebat dan dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, kita diajarkan untuk membaca doa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا (Allahumma hawalaina wala ‘alaina) Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami.” (HR. Bukhari)

3. Doa Setelah Hujan Reda

Setelah hujan berhenti, jangan lupa untuk bersyukur dengan mengucap:

Strategi Mengelola Harta dengan Bijak: Panduan Spiritual dan Finansial dalam Islam

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ (Mutirna bifadhlillahi wa rahmatihi) Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari)

Praktik Lain yang Direkomendasikan di Musim Hujan

Selain shalat, ada beberapa praktik Sunnah yang sering dilupakan umat Muslim ketika musim hujan tiba:

  1. Mengambil Berkah dari Air Hujan (Tabarruk) Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menyingkap sedikit pakaiannya saat hujan turun agar tubuhnya terkena tetesan air hujan. Beliau berkata, “Sesungguhnya ia (hujan) baru saja datang dari Tuhannya.” Ini menunjukkan bahwa menyentuh air hujan secara langsung dengan niat mengambil berkah adalah hal yang disukai.

  2. Dzikir dan Istighfar Musim hujan seringkali membawa suasana tenang. Manfaatkan waktu ini untuk merenungkan kekuasaan Allah dan memohon ampunan (istighfar) atas segala dosa.

  3. Membantu Sesama Jika hujan menyebabkan kesulitan bagi tetangga atau saudara kita (seperti banjir), maka sedekah dan bantuan fisik menjadi amalan yang sangat mulia di mata Allah.

Mengubah Pola Pikir: Dari Mengeluh Menjadi Berdoa

Banyak dari kita yang secara tidak sadar sering mengeluh saat hujan turun karena merasa jemuran tidak kering, jalanan macet, atau rencana bepergian terganggu. Padahal, mencela hujan sama saja dengan mengeluh atas ketetapan Allah.

Mari kita ubah pola pikir tersebut. Saat awan mendung mulai menghitam, siapkanlah daftar keinginan dan doa terbaik kita. Jadikan suara rintik hujan sebagai pengingat untuk berkomunikasi lebih intens dengan Sang Pencipta.

Pada dasarnya, musim hujan adalah momentum emas bagi setiap Muslim untuk memanen pahala sekaligus meraih keberkahan. Oleh karena itu, dengan memperbanyak doa serta menjaga lisan dari keluhan, hingga mengamalkan sunnah Rasulullah, kita dapat menjadikan setiap tetesan air yang turun bukan hanya sebagai fenomena alam, melainkan juga sebagai wasilah atau perantara bagi terkabulnya hajat-hajat kita. Dengan demikian, setiap rintik yang jatuh akan membawa manfaat spiritual yang jauh lebih besar.

Semoga di musim hujan ini, Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah-Nya kepada kita semua dan menjadikan setiap tetes air yang jatuh sebagai bukti ketaatan kita kepada-Nya.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.