SURAU.CO – Saat shalat merupakan waktu bermunajat dan dekat dengan Allâh Azza wa Jalla.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Ketika salah seorang dari kalian sedang mengerjakan shalat maka sesungguhnya (saat itu) dia sedang bermunajat (berkomuni-kasi/ berbisik-bisik) dengan Rabbnya (Allâh Azza wa Jalla )” [1].
Bermunajat kepada Allâh Azza wa Jalla adalah kedudukan tertinggi dan kemuliaan terbesar seorang hamba di sisi Allâh Azza wa Jalla. [2]
Do’a-do’a dalam shalat lebih utama dan dijanjikan pengabulan dari Allâh Azza wa Jalla. Tentu ini menjadikan seorang hamba lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk memperbanyak do’a di dalam shalat.
Bolehkah Berdo’a Setelah Salam Dari Shalat?
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, ada yang membolehkannya dan ada yang tidak membolehkannya.
Di antara para Ulama yang membolehkannya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah , Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dan Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah. [3]
Ada juga di antara para Ulama yang tidak membolehkannya, karena ini bukan merupakan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Berdo’a setelah melaksanakan shalat wajib (lima waktu) bukanlah sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pantas dilakukan, kecuali do’a yang bersumber dari sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seperti beristigfar tiga kali setelah salam.[4]
Hal yang semestinya dilakukan oleh seorang Muslim adalah berdo’a ketika dia sedang shalat (di dalam shalat).
Memilih Doa’ yang Paling Disukai
Bisa di dalam sujud (setelah membaca dikir sujud), karena sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (yang artinya), “Sedekat-dekatnya seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a (pada waktu itu)”[5]. Juga sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdo’a padanya, karena pantas untuk dikabulkan do’amu (pada waktu itu)”[6]
Atau di akhir tasyahhud sebelum salam, karena Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menyebutkan (bacaan) tasyahhud, ” Kemudian orang yang sedang shalat (setelah membaca tahiyyat dan tasyahhud) hendaknya dia memilih do’a yang paling disukainya”[7]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat kedua tangan Beliau untuk berdo’a setiap selesai shalat wajib, sampaipun ketika beristigfar tiga kali (setelah salam) tidak pernah dinukil (dalam hadits yang shahih) bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangakat kedua tangan ketika beristigfar.
Mengikuti Sunnah Rasulullah
Tidak ada (dalam petunjuk Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) do’a yang dinamakan dengan ‘do’a penutup shalat’, akan tetapi yang diperintahkan (dalam Islam) setelah shalat adalah berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla berfirman:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Apabila kamu telah selesai melaksanakan shalat, maka berdzikirlah kepada Allâh di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring [An-Nisâ’/4:103]
Maka aku nasehatkan kepada orang yang selalu berdo’a kepada Allâh Azza wa Jalla. Setiap selesai shalat wajib (lima waktu) dengan mengangkat kedua tangannya. Hendaknya dia meninggalkan perbuatan ini dalam rangka mengikuti sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berpegang teguh. Dengan petunjuk Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan ini).
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan seburuk-buruk perkara (dalam agama Islam) adalah yang diada-adakan (tanpa ada contoh dari sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam)”[8].
Sebagian para Ulama yang membolehkan hal ini menjelaskan bahwa berdo’a tidak langsung dilakukan setelah shalat. Tetapi setelah membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dan dicontohkan dalam sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana penjelasan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau Imam Ibnul Qayyim[9].
Memperhatikan Berdoa Didalam Shalat
Dan meskipun berdoa setelah salam dibolehkan, tentu saja tidak menjadikan kita lantas lebih mengutamakan dan memetingkan berdo’a setelah shalat. Serta meremehkan dan kurang memperhatikan berdo’a di dalam shalat. Sehingga menjadikan kita luput dari keutamaan-keutamaan besar sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
Akhirnya kami menutup tulisan ini dengan berdo’a kepada Allâh Azza wa Jalla dengan nama-nama-Nya yang maha indah. Dan sifat-sifat-Nya yang maha tinggi agar Dia memudahkan petunjuk-Nya bagi kita untuk meraih segala kebaikan dan terhindar dari segala keburukan.
Sesungguhnya Dia maha mendengar lagi maha mengabulkan do’a.
Footnote:
[1]HSR. Al-Bukhâri, 1/406 dan Muslim, no. 551
[2] Lihat kitab Fat-hul Bâri, 2/14 dan Faidhul Qadîr, 2/416
[3] Lihat kitab ar-Raddu ‘alal Bakri, 2/520; Zâdul Ma’âd, 1/247 dan Fat-hul Bâri, 11/133
[4] HSR. Muslim, no. 591
[5] HSR. Musllim, no. 482
[6] HSR. Muslim, no. 479
[7] HSR. Al-Bukhâri, 1/287 dan Muslim, no. 402
[8] Majmû’ Fatâwa wa Rasâ-il Syaikh Ibni ‘Utsaimin, 13/207
[9] Lihat kitab Zâdul Ma’âd, 1/247 dan Taudhîhul Ahkâm, 2/310. (Anadea Daily)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
