SURAU.CO – Self-love berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu “Self” yang berarti diri sendiri. “Cinta” yang berarti cinta atau kasih sayang. Jadi, self-love secara harfiah berarti “cinta terhadap diri sendiri.” Konsep ini merujuk pada sikap menerima, menghargai, dan merawat diri dengan penuh kasih sayang
Self-love atau mencintai diri sendiri kini menjadi pembahasan populer dalam kehidupan modern. Namun, konsep ini sebenarnya sudah lama dikenal dalam Islam dengan cara yang lebih indah dan seimbang. Islam mengajarkan manusia untuk tidak menyakiti diri sendiri, menjaga tubuh dan jiwa, serta selalu mensyukuri terhadap karunia Allah.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah : 195)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak boleh ada tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Ayat dan hadits ini menegaskan bahwa Islam melarang keras segala bentuk perbuatan yang merugikan diri sendiri, baik fisik maupun mental. Artinya, mencintai diri adalah bagian dari menjaga amanah Allah. Adapun cara untuk menghormati disi sendiri sebagaimana yang Islam ajarkan Adalah sebagai berikut:
1.Mencintai Diri Sendiri sebagai Wujud Syukur
Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.” (QS. At-Tin: 4)
Mencintai diri berarti mensyukuri anugerah Allah. Kita menerima fisik, bakat, bahkan kekurangan dengan ikhlas. Sikap ini tidak membuat kita berhenti berusaha, justru menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Rasa syukur menjauhkan kita dari rendah diri dan iri hati, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa Allah memberi yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Sikap syukur ini tidak membuat kita berhenti berusaha, justru menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Rasa syukur menjauhkan kita dari rendah diri dan iri hati, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa Allah memberi yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.
2. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Islam sangat menganjurkan pentingnya menjaga kesehatan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu sendiri.” (HR. Bukhari & Muslim)
Mencintai diri berarti menjaga tubuh dengan mengonsumsi makanan halal dan bergizi, berolahraga, serta memberi waktu istirahat yang cukup. Selain itu, kesehatan mental juga penting. Kita bisa menjaganya dengan menghindari stres berlebihan, menjaga prasangka baik, dan mencari ketenangan melalui dzikir, doa, serta membaca Al-Qur’an.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menegaskan bahwa hati yang sehat akan memancarkan kebaikan kepada seluruh tubuh. Jika hati terpenuhi iman dan ketenangan, maka tubuh pun akan kuat dan tenang. Inilah hubungan erat antara kesehatan spiritual dan kesehatan fisik.
3. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Banyak orang kehilangan rasa cinta pada dirinya karena terus membandingkan dirinya dengan orang lain. Islam justru mengajarkan sebaliknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kamu melihat orang yang lebih tinggi darimu dalam urusan dunia, tetapi lihatlah orang yang lebih rendah darimu. Karena itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.Muslim)
Hidup akan terasa ringan ketika kita berhenti mengukur kebahagiaan dengan standar orang lain. Setiap orang memiliki rezeki, kelebihan, dan jalan hidup yang berbeda. Tugas kita adalah menghargai diri sendiri, memanfaatkan kelebihan yang ada, serta menjadikan keterbatasan sebagai dorongan untuk berkembang.
Imam Al-Ghazali menyebut iri hati sebagai penyakit hati yang dapat merusak diri. Obatnya adalah mensyukuri nikmatnya sendiri dan menyadari bahwa setiap orang mendapat bagian sesuai hikmah Allah.
4. Tidak Larut dalam Rasa Bersalah
Setiap manusia pasti berbuat salah. Namun, Islam mengajarkan agar kita tidak larut dalam penyesalan yang berlebihan. Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah…” (QS. Az-Zumar: 53)
Mencintai diri berarti berani bertaubat, memperbaiki diri, dan melangkah maju. Membenci diri sendiri hanya akan meningkatkan iman dan semangat hidup. Sebaliknya, dengan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun, kita akan lebih kuat menghadapi ujian.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyebut taubat sebagai “obat hati” yang menyembuhkan jiwa dari luka dosa. Orang yang mencintai dirinya akan segera mencari pengampunan Allah agar tidak tenggelam dalam rasa bersalah.
5. Mencari Kebahagiaan dengan Mendekatkan Diri kepada Allah
Hakikat cinta sejati adalah cinta kepada Allah. Dari cinta itulah lahir ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman:
“…Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d : 28)
Mencintai diri dalam Islam berarti menempatkan Allah sebagai sumber kebahagiaan. Kita menjaga hati dengan ibadah, doa, serta keyakinan bahwa kasih sayang Allah selalu menyertai. Ketika hati tenang, hidup akan lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Penutup: Self-Love
Mencintai diri sendiri dalam Islam bukan tentang egoisme atau memanjakan diri secara berlebihan. Sebaliknya, ia adalah bentuk syukur atas ciptaan Allah, menjaga kesehatan fisik dan mental, tidak membandingkan diri dengan orang lain, tidak larut dalam rasa bersalah, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan mencintai diri secara Islami, kita akan lebih bahagia, lebih kuat, dan lebih siap menjalani hidup. Ajaran Islam mengingatkan kita bahwa cinta diri sejati tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan mengalir menjadi kasih sayang kepada orang lain. Semoga kita mampu merawat diri sebagai amanah Allah, sekaligus menjadi sumber kebahagiaan bagi sesama.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
