Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita sering melihat perubahan suasana yang terasa begitu nyata dalam kehidupan masyarakat Muslim. Malam-malam menjadi lebih hidup. Sepuluh malam terakhir Ramadan Masjid dipenuhi orang yang datang dengan langkah yang lebih pelan untuk beritikaf, rumah-rumah terasa lebih teduh, dan percakapan sehari-hari perlahan bergeser menjadi doa, zikir, dan harapan.
Hal ini, perubahan ritme sosial ini, bahkan secara sosiologis dan antropologis pun perubahan ini bukan sekadar perubahan habituasi melainkan cara sebuah masyarakat menata kembali ritme hidupnya. Sejenak manusia memperlambat langkah, memberi ruang bagi hati untuk kembali mendengar dirinya sendiri.
Di tengah suasana itu, ada satu tradisi yang selalu hadir, yaitu mencari Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Kita sering mendengar bahwa malam itu dicari pada malam kedua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan. Namun petunjuk ini sebenarnya tidak hanya berbicara tentang tanggal. Ia juga membangun suasana batin yang penuh harapan. Orang tidak menunggu satu malam tertentu dengan rasa pasti, tetapi menjaga kesungguhan dari malam ke malam, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam pandangan sufisme, pola ini menyimpan pelajaran ruhani yang sangat halus. Di mana Jalan menuju kedekatan kepada Allah sering kali tidak diberikan melalui kepastian yang mudah, justru manusia diajak menjaga kesungguhan dalam waktu yang berulang. Malam-malam ganjil menjadi seperti panggilan lembut agar manusia tetap berjaga dan terjaga. Bukan hanya berjaga secara lahir dengan ibadah, tetapi juga terjaga dalam hati agar tidak merasa telah sampai lebih dahulu dalam perjalanan spiritualnya.
Menariknya, jika petunjuk ini dilihat dari cara berpikir yang lebih rasional a la saintifik, kita menemukan sebuah pola yang rapi. Dalam sains dikenal cara berpikir yang mempersempit kemungkinan agar pencarian menjadi lebih terarah. Dari tiga puluh malam Ramadhan perhatian dipusatkan pada sepuluh malam terakhir, lalu diperdalam lagi pada malam-malam ganjil. Tentu saja ini bukan untuk memodelkan rahasia Ilahi secara ilmiah, melainkan cara memahami bahwa ajaran Islam memiliki keteraturan yang membantu manusia menata ikhtiarnya.
Namun demikian, dalam banyak sistem sains juga mempunyai ruang ketidakpastian. Dalam sains modern misalnya, proses pencarian sering harus berjalan melalui pengulangan yang terus diperbaiki. Pola ini terasa selaras dengan pengalaman ibadah pada sepuluh malam terakhir. Setiap malam menjadi kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Doa menjadi lebih khusyuk, zikir menjadi lebih tenang, dan hati perlahan menjadi lebih jernih. Tanpa terasa manusia sedang menata ulang dirinya sedikit demi sedikit.
Para ulama sejak dahulu juga mengingatkan agar manusia tidak terlalu tergesa memastikan satu malam tertentu sebagai Lailatul Qadr. Petunjuk tentang malam-malam ganjil dipahami sebagai arah untuk bersungguh- sungguh, bukan sebagai kepastian yang membatasi ibadah pada satu waktu saja. Karena itu banyak ulama menganjurkan agar sepuluh malam terakhir Ramadhan dihidupkan seluruhnya. Dengan cara ini, kesungguhan ibadah tetap terjaga, sementara hati tetap rendah di hadapan rahasia Ilahi yang tidak sepenuhnya dibukakan kepada manusia.
__
Pada akhirnya, rahasia ganjil dan genap pada sepuluh hari terakhir Ramadhan bukan sekadar persoalan angka. Ia adalah cara yang halus untuk mendidik manusia. Kehidupan dengan perubahan ritme sosialnya memberi suasana yang semarak, sufisme di sisi lain dapat memberi kedalaman rasa, dan sains dengan cara berpikirnya yang tertata membantu manusia memahami hikmah di balik petunjuk agama. Ketiganya bertemu dalam satu perjalanan yang sederhana namun mendalam. Dari malam ke malam manusia bisa belajar bahwa kemuliaan sering datang kepada mereka yang menjaga kesungguhan dan kerendahan hati dalam mencari rahmat Allah.
22 Ramadhan 1447 H.
Yudha Heryawan Asnawi
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
