Haji dan Umroh
Beranda » Berita » Kesabaran Siti Hajar: Pelajaran Ketangguhan Perempuan di Balik Syariat Sa’i

Kesabaran Siti Hajar: Pelajaran Ketangguhan Perempuan di Balik Syariat Sa’i

Ibadah haji dan umrah menyimpan banyak kisah heroik yang sangat inspiratif bagi kehidupan manusia. Salah satu momen yang paling menguras emosi adalah ritual Sa’i antara bukit Safa dan Marwa. Ritual ini merupakan bentuk penghormatan abadi terhadap perjuangan seorang ibu yang luar biasa hebat. Kesabaran Siti Hajar saat mencari air untuk putranya, Ismail, menjadi simbol ketangguhan perempuan sejati. Beliau mengajarkan kita bahwa harapan tidak akan pernah mati selama kita tetap berusaha.

Keteguhan Iman di Tengah Padang Pasir

Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil di lembah Makkah yang sangat gersang. Saat itu, Makkah belum memiliki penduduk maupun sumber air yang dapat menyambung hidup mereka. Siti Hajar sempat bertanya apakah tindakan ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Setelah mendapatkan jawaban positif, beliau menunjukkan sikap tawakal yang sangat mengagumkan bagi kita semua:

“Kalau begitu, Allah tidak akan membiarkan kami telantar.” (HR. Bukhari).

Kutipan singkat tersebut mencerminkan level keimanan yang sangat tinggi dan tidak tergoyahkan oleh keadaan. Siti Hajar tidak mengeluh atau menyalahkan keadaan meskipun harus menghadapi situasi yang sangat sulit. Beliau percaya sepenuhnya bahwa Allah memiliki rencana terbaik di balik setiap ujian yang sangat pahit. Sikap ini menjadi fondasi utama bagi setiap orang yang ingin meraih ketenangan dalam hidupnya.

Ikhtiar Tanpa Henti antara Safa dan Marwa

Meskipun bertawakal, Siti Hajar tidak hanya berdiam diri menunggu keajaiban datang dari langit. Beliau berlari bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa untuk mencari pertolongan. Tindakan ini menunjukkan bahwa tawakal harus berdampingan dengan usaha atau ikhtiar yang maksimal. Beliau mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa demi menyelamatkan nyawa putra tercintanya dari rasa haus.

Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail: Akar Sejarah di Balik Ritual Qurban

Kegigihan Siti Hajar membuktikan bahwa perempuan memiliki kekuatan mental dan fisik yang luar biasa besar. Beliau tidak menyerah meskipun fatamorgana berkali-kali menipu pandangan matanya di tengah terik matahari. Allah akhirnya mengganjar ikhtiar tulus tersebut dengan memunculkan mata air Zamzam yang sangat melimpah. Mata air ini menjadi sumber kehidupan bagi peradaban Makkah hingga ribuan tahun lamanya.

Hikmah Sa’i bagi Kehidupan Modern

Ibadah Sa’i mengingatkan kita bahwa keberhasilan membutuhkan kerja keras dan konsistensi yang tinggi. Kita seringkali merasa putus asa saat menghadapi masalah yang tidak kunjung menemukan jalan keluar. Kisah Siti Hajar memberikan motivasi agar kita terus melangkah meskipun jalan di depan terlihat gelap. Kesabaran bukan berarti menyerah, melainkan terus bergerak dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Kita harus meneladani cara Siti Hajar dalam menghadapi ketidakpastian hidup yang sering menghantui. Jangan pernah meremehkan usaha sekecil apa pun yang kita lakukan dengan niat yang tulus. Allah melihat proses perjuangan hamba-Nya jauh lebih penting daripada hasil akhir yang kita capai. Jadikan setiap langkah Sa’i dalam hidup kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Mari kita bangun ketangguhan pribadi dengan mengambil inspirasi dari wanita mulia ini.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.