SURAU.CO – Puasa Senin merupakan salah satu amalan sunnah yang paling konsisten dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Bagi umat Islam, mengikuti jejak Rasulullah adalah jalan menuju keberkahan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa Nabi Muhammad melakukan puasa Senin? Ternyata, di balik kesederhanaan ibadah ini, terdapat rahasia besar mengenai waktu, sejarah, dan spiritualitas yang luar biasa.
Artikel ini akan mengupas tuntas alasan-alasan kuat mengapa hari Senin menjadi hari istimewa bagi beliau, mulai dari momentum kelahiran hingga waktu pelaporan amal kepada Allah SWT.
1. Hari Kelahiran dan Wujud Syukur Kepada Allah
Berbagai hadits shahih sering menyebutkan alasan utama bahwa hari Senin merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, seorang sahabat menanyakan alasan Rasulullah SAW berpuasa pada hari Senin. Beliau menjawab:
“Hari itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku.” (HR. Muslim).
Bagi Rasulullah, berpuasa di hari Senin adalah ekspresi rasa syukur yang mendalam kepada Allah atas nikmat kehidupan dan risalah kenabian. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar, melainkan cara beliau merayakan eksistensinya sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Hal ini mengajarkan kita bahwa cara terbaik mensyukuri pertambahan usia atau nikmat hidup adalah dengan meningkatkan ibadah.
2. Hari Turunnya Wahyu Pertama (Al-Qur’an)
Selain sebagai hari kelahiran, Senin juga menjadi saksi bisu peristiwa paling revolusioner dalam sejarah manusia: turunnya wahyu pertama. Di Gua Hira, pada hari Senin, Malaikat Jibril menyampaikan ayat-ayat awal Surat Al-Alaq kepada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa ini menandai awal dari tugas kenabian beliau. Dengan berpuasa setiap hari Senin, Nabi Muhammad SAW senantiasa mengenang momen ketika Allah memilih beliau untuk menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam. Ini memberikan pesan bahwa hari Senin adalah hari yang penuh dengan cahaya ilmu dan petunjuk.
3. Waktu Pelaporan Amal Ibadah Manusia
Banyak muslim yang mungkin belum menyadari bahwa setiap minggunya, amal ibadah kita diperiksa dan dilaporkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW secara spesifik memilih hari Senin (dan Kamis) untuk berpuasa karena alasan ini.
Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, beliau bersabda: “Amal-amal perbuatan manusia dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Aku senang kalau amalanku dilaporkan pada saat aku sedang berpuasa.”
Bayangkan jika catatan amal kita sedang “diaudit” oleh Sang Pencipta, tentu kita ingin berada dalam kondisi terbaik. Berpuasa adalah kondisi spiritual yang paling dicintai Allah karena menunjukkan ketulusan dan ketaatan seorang hamba.
4. Terbukanya Pintu-Pintu Surga
Keutamaan lain dari hari Senin adalah terbukanya pintu-pintu surga. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa pada hari Senin dan Kamis, Allah memberikan pengampunan masal kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, selama mereka tidak menyekutukan Allah.
Namun, ada pengecualian penting dalam momen ini. Ampunan tersebut bisa tertunda bagi mereka yang sedang berselisih atau bermusuhan dengan saudaranya. Oleh karena itu, puasa Senin juga menjadi pengingat bagi kita untuk selalu menjaga silaturahmi dan membersihkan hati dari rasa benci agar ampunan Allah dapat mengalir dengan lancar.
5. Hari Bersejarah dalam Perjalanan Dakwah
Tahukah Anda bahwa banyak peristiwa besar dalam kehidupan Nabi yang terjadi pada hari Senin? Berdasarkan catatan sejarah Islam:
-
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin.
-
Beliau memulai hijrah dari Makkah pada hari Senin.
-
Beliau tiba di Madinah (Quba) pada hari Senin.
-
Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Senin.
-
Bahkan, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin.
Allah SWT menetapkan keberkahan khusus (barakah) pada hari Senin bagi pemimpin para nabi, sebagaimana terlihat dari konsistensi peristiwa penting yang jatuh pada hari tersebut.
Manfaat Melakukan Puasa Senin bagi Umat Islam
Setelah memahami mengapa Nabi Muhammad melakukan puasa Senin, kita sebagai umatnya tentu akan merasa lebih termotivasi untuk melaksanakannya. Berikut adalah manfaat yang bisa kita raih:
-
Meneladani Sunnah: Mendapatkan pahala karena mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW secara langsung.
-
Melatih Kedisiplinan: Puasa rutin setiap minggu melatih kontrol diri dan disiplin terhadap nafsu.
-
Kesehatan Fisik: Secara medis, puasa intermiten (seperti Senin-Kamis) terbukti efektif untuk detoksifikasi tubuh dan meningkatkan metabolisme.
-
Kesehatan Mental: Menjaga kejernihan pikiran dan ketenangan batin karena sering mendekatkan diri pada aktivitas spiritual.
Nabi Muhammad melakukan puasa Senin untuk mensyukuri hari kelahirannya, menghormati momen turunnya wahyu, dan memastikan Allah mengangkat amal beliau dalam keadaan beribadah. Dengan menjalankan puasa ini, kita tidak hanya meraih pahala, tetapi juga memperkuat ikatan batin kita dengan sang teladan agung, Muhammad SAW.
Mari kita jadikan hari Senin bukan sebagai awal minggu yang berat, melainkan sebagai hari yang penuh berkah dengan menghidupkan kembali sunnah puasa ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan bagi kita untuk terus istiqomah dalam menjalankan perintah-Nya dan mengikuti sunnah rasul-Nya.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
