Ibadah Sejarah
Beranda » Berita » 7 Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban: Sejarah Besar yang Mengubah Umat Islam

7 Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban: Sejarah Besar yang Mengubah Umat Islam

Peristiwa di Bulan Sya'ban
Peristiwa di Bulan Sya'ban

SURAU.CO – Bulan Sya’ban sering kali disebut sebagai bulan yang “terjepit” di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik letaknya tersebut, terdapat keutamaan yang luar biasa dan sejarah panjang yang membentuk identitas umat Islam? Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban bukan sekadar waktu untuk bersiap menyambut Ramadhan, tetapi juga saksi bisu berbagai mukjizat dan ketetapan Allah yang fundamental.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam 7 peristiwa di bulan Sya’ban yang penuh keutamaan. Memahami sejarah ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini.

1. Perubahan Arah Kiblat: Dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah

Peristiwa yang paling fenomenal dalam sejarah Islam di bulan Sya’ban adalah perpindahan arah kiblat. Selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW dan para sahabat melakukan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Yerusalem.

Namun, di dalam lubuk hati Rasulullah SAW, beliau sangat merindukan agar kiblat umat Islam diarahkan ke Ka’bah di Makkah. Allah SWT kemudian mengabulkan doa beliau melalui firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 144. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah. Perubahan ini menjadi simbol kemandirian umat Islam dan pembeda identitas dari umat-umat sebelumnya.

2. Turunnya Perintah Berpuasa Ramadhan

Banyak yang mengira bahwa perintah puasa Ramadhan turun tepat saat bulan Ramadhan tiba. Faktanya, Allah SWT menetapkan kewajiban ibadah ini pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah. Para ulama tafsir, seperti Abu Ja’far Ath-Thabari, menjelaskan hal tersebut.

Keutamaan Malam Nisyfu Sya’ban: Teladan Ibadah Rasulullah dan Warisan Para Ulama

Hikmah di balik turunnya perintah ini pada bulan Sya’ban adalah agar umat Islam memiliki waktu untuk mempersiapkan fisik dan mental. Dengan mengetahui kewajiban tersebut lebih awal, para sahabat dapat melakukan latihan puasa sunnah di bulan Sya’ban, sehingga saat Ramadhan tiba, mereka sudah terbiasa dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal.

3. Malam Nisfu Sya’ban: Malam Pengampunan Dosa

Umat Muslim sangat menanti momen malam Nisfu Sya’ban atau malam ke-15 di bulan Sya’ban setiap tahunnya. Masyarakat mengenal malam ini sebagai waktu yang penuh dengan limpahan rahmat dan pengampunan..

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang yang sedang bermusuhan dengan saudaranya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, doa, dan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

4. Penyerahan Catatan Amal Manusia kepada Allah

Rasulullah SAW paling sering menyebutkan bahwa keutamaan bulan Sya’ban terletak pada posisinya sebagai waktu penyerahan laporan tahunan amal ibadah. Rasulullah SAW sangat sering menjalankan puasa sunnah di bulan ini karena alasan tersebut.

Beliau bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia karena terletak di antara Rajab dan Ramadhan. Padahal, pada bulan itulah amal ibadah manusia diangkat (dilaporkan) kepada Allah. Aku ingin saat amalku diangkat, aku sedang dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i). Peristiwa ini mengajarkan kita untuk menjaga konsistensi ibadah hingga Allah menutup laporan amal tahunan kita.

Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah: Oase Spiritual Penyejuk Jiwa Modern yang Lelah

5. Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi SAW

Peristiwa bersejarah lainnya adalah turunnya ayat yang mewajibkan umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut adalah Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ayat ini merupakan bentuk pemuliaan tertinggi dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Karena diturunkan pada bulan Sya’ban, banyak ulama yang menyebut bulan ini sebagai “Bulan Shalawat”. Inilah waktu terbaik bagi kita untuk meningkatkan frekuensi membaca shalawat sebagai bukti cinta kepada Baginda Nabi.

6. Perang Bani Mustaliq: Kemenangan Strategis Islam

Dari sisi perjuangan fisik, Perang Bani Mustaliq (juga dikenal sebagai Perang Al-Muraisi) mewarnai sejarah bulan Sya’ban pada tahun ke-5 atau ke-6 Hijriah. Meskipun merupakan peperangan yang relatif singkat, dampaknya sangat besar bagi stabilitas politik Islam di Madinah.

Kemenangan umat Islam dalam perang ini berhasil meredam ancaman dari suku-suku Arab yang bersekutu dengan kaum kafir Quraisy. Selain itu, peristiwa ini juga menguji kesabaran dan keimanan kaum Muslimin melalui berbagai fitnah yang muncul setelah perang, termasuk fitnah terhadap Ibunda Aisyah RA (peristiwa Haditsul Ifki).

Hikmah ilmu “Menselaraskan Komunikasi Qolbu Diri dengan Tuhan” 

7. Penetapan Ajal dalam Satu Tahun ke Depan

Sebagian riwayat dan pendapat ulama menyebutkan bahwa pada bulan Sya’ban—khususnya pada malam Nisfu Sya’ban—Allah menyerahkan catatan mengenai ajal atau umur manusia untuk satu tahun ke depan kepada malaikat maut.

Meskipun para ahli hadits memperdebatkan kualitas hadits mengenai penentuan ajal secara spesifik di bulan Sya’ban (sebagian menilai statusnya mursal atau lemah), pesan moral di dalamnya tetap mengandung makna yang sangat kuat. Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim bahwa usia adalah rahasia Allah, dan bulan Sya’ban adalah momen yang tepat untuk bertobat serta memperbaiki diri sebelum maut menjemput.

Persiapan Menuju Ramadhan

Ketujuh peristiwa di bulan Sya’ban di atas menunjukkan betapa istimewanya bulan ini. Sya’ban bukan sekadar jeda waktu, melainkan jembatan emas menuju kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan.

Dengan memahami sejarah perpindahan kiblat, turunnya perintah puasa dan shalawat, hingga momen pelaporan amal, kita tidak lagi melalaikan bulan ini. Mari kita manfaatkan hari-hari tersisa di bulan Sya’ban dengan memperbanyak puasa sunnah, sedekah, dan shalawat agar kita benar-benar siap memanen pahala di bulan suci Ramadhan nanti.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.