SURAU.CO – Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap individu pasti pernah mengalami fluktuasi emosi. Terkadang kita merasa sangat bersemangat, namun di lain waktu, perasaan gelisah, sedih, atau bad mood datang tanpa diundang. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Bagi umat Muslim, salah satu cara paling efektif dan efisien adalah dengan mengamalkan dzikir sederhana untuk memperbaiki suasana hati.
Dzikir bukan sekadar mengucapkan rangkaian kata di lisan, melainkan sebuah metode untuk menghadirkan Allah SWT dalam setiap hembusan napas dan detak jantung.. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai jenis-jenis dzikir, manfaatnya bagi psikologis, serta bagaimana mengamalkannya secara konsisten.
Mengapa Dzikir Bisa Memperbaiki Suasana Hati?
Secara etimologis, dzikir berasal dari bahasa Arab yang berarti “mengingat”. Dalam konteks spiritual, dzikir adalah aktivitas untuk terus mengingat kebesaran Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”
Oleh karena itu, ayat ini merupakan landasan utama mengenai alasan mengapa dzikir menjadi obat paling ampuh bagi jiwa yang sedang lara. Sebab, ketika kita berdzikir, fokus pikiran kita secara otomatis akan berpindah dari masalah duniawi yang rumit menuju pada kebesaran Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Hasilnya, perpindahan fokus inilah yang kemudian secara psikologis memberikan efek relaksasi sekaligus mampu menurunkan tingkat stres secara signifikan.
Jenis Dzikir Sederhana yang Bisa Diamalkan Kapan Saja
Anda tidak memerlukan waktu khusus atau tempat yang sunyi untuk mulai memperbaiki suasana hati. Berikut adalah beberapa bacaan dzikir sederhana yang bisa Anda praktikkan:
1. Istighfar (Astaghfirullahal’adzim)
Istighfar adalah kalimat memohon ampunan. Seringkali, suasana hati yang buruk disebabkan oleh tumpukan dosa atau kesalahan yang mengganjal di batin. Dengan beristighfar, kita seolah sedang membersihkan kotoran yang menempel di hati. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang membiasakan istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kegembiraan dari setiap kesedihan.
2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Kalimat Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar) adalah pondasi ketenangan. Mengucapkan Alhamdulillah saat sedang sedih melatih otak kita untuk tetap mencari sisi positif atau rasa syukur di tengah kesulitan.
3. Hauqalah (La Haula Wala Quwwata Illa Billah)
Saat kita merasa terbebani oleh masalah yang berat, kalimat ini adalah pengingat bahwa kita tidak memiliki daya apa pun kecuali dengan pertolongan Allah. Dzikir ini sangat efektif untuk menghilangkan perasaan tidak berdaya dan putus asa.
4. Doa Nabi Yunus AS
“La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin” (Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). Dzikir ini dibaca Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan yang gelap. Ini adalah dzikir terbaik untuk mengangkat kesedihan yang mendalam dan perasaan terjepit oleh keadaan.
Manfaat Dzikir bagi Kesehatan Mental Menurut Sains
Menariknya, manfaat dzikir kini banyak dibuktikan melalui penelitian psikologi dan neurosains. Berikut adalah beberapa dampak positifnya:
-
Menurunkan Hormon Kortisol: Seseorang yang melakukan aktivitas berulang dengan penuh kesadaran (seperti dzikir) dapat menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuhnya.
-
Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi: Dzikir bertindak layaknya meditasi. Dengan memusatkan perhatian pada satu kalimat thayyibah, otak terlatih untuk tetap tenang dan tidak terdistraksi oleh pikiran negatif yang berlebihan (overthinking).
-
Memberikan Rasa Aman: Secara psikologis, perasaan bahwa kekuatan yang lebih besar (Allah SWT) sedang mengawasi dan melindungi kita mampu menciptakan rasa aman yang stabil, sehingga hal tersebut dapat mengurangi kecemasan akan masa depan.
Cara Mengamalkan Dzikir agar Maksimal
Agar dzikir sederhana untuk memperbaiki suasana hati ini memberikan dampak yang nyata, Anda perlu memperhatikan beberapa tips berikut:
Lakukanlah dengan Menghargai Maknanya
Jangan hanya membiarkan lidah bergerak. Usahakan untuk memahami arti dari setiap kalimat yang diucapkan. Jika Anda mengucapkan “Alhamdulillah”, bayangkan satu saja nikmat yang masih Anda miliki saat ini, seperti nafas yang masih lancar atau keberadaan keluarga.
Konsistensi adalah Kunci
Dzikir tidak harus dilakukan ribuan kali dalam sekali duduk. Anda bisa memulainya dengan 10 hingga 33 kali setiap selesai sholat atau saat sedang di perjalanan. Konsistensi kecil jauh lebih baik daripada intensitas besar yang hanya dilakukan sekali setahun.
Jadikan ini Gaya Hidup
Manfaatkan waktu-waktu luang seperti saat menunggu lampu merah, mengantre, atau sebelum tidur. Mengganti kebiasaan mengeluh dengan berdzikir akan secara perlahan mengubah struktur emosi Anda menjadi lebih stabil.
Suasana hati yang buruk adalah hal yang manusiawi, namun membiarkannya berlarut-larut tentu tidak baik bagi kualitas hidup. Islam telah memberikan solusi yang sangat praktis melalui dzikir. Dengan rutin mengamalkan dzikir sederhana untuk memperbaiki suasana hati, Anda tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga merasakan ketenangan batin yang tidak dapat dibeli dengan materi.
Mulailah dengan satu kalimat istighfar saat ini juga, dan rasakan bagaimana perlahan-lahan beban di dada Anda mulai terangkat. Ingatlah, Allah selalu dekat dengan hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
