Khazanah
Beranda » Berita » Menelusuri Jejak Sejarah: 7 Peristiwa Penting dalam Islam di Bulan Rajab

Menelusuri Jejak Sejarah: 7 Peristiwa Penting dalam Islam di Bulan Rajab

Peristiwa Penting Bulan Rajab
Peristiwa Penting Bulan Rajab

SURAU.CO – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam kalender Hijriah. Sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan-bulan haram), Rajab menyimpan berbagai memori kolektif yang sangat berarti bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pentingnya bulan ini tidak hanya terletak pada keutamaan ibadahnya, tetapi juga pada rentetan peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah peradaban Islam.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam tujuh peristiwa monumental yang terjadi pada bulan Rajab. Memahami sejarah ini bukan sekadar menambah wawasan, melainkan juga memperkuat keimanan dan kecintaan kita kepada perjuangan Rasulullah SAW serta para sahabat.

1. Sayyidah Aminah Mulai Mengandung Rasulullah SAW

Salah satu titik awal paling penting dalam sejarah kemanusiaan terjadi pada bulan Rajab, yakni ketika Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung janin yang kelak menjadi rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menandai awal mula transisi zaman dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Kehamilan ini merupakan kabar gembira yang luar biasa. Menurut beberapa riwayat sejarah, alam semesta menyambut dengan suka cita saat benih nabi terakhir mulai tumbuh di rahim ibundanya. Sembilan bulan kemudian, pada bulan Rabiul Awwal, lahirlah sang pembawa risalah kebenaran yang akan mengubah peta sejarah dunia selamanya.

2. Mukjizat Agung Isra’ Mi’raj

Umat Islam mengenal Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa paling populer yang mereka peringati setiap bulan Rajab. Pada tanggal 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, Rasulullah SAW menjalani perjalanan spiritual paling dahsyat dalam sejarah kenabian tersebut.

Pesan Dakwah: Menghitung Dosa (105)

Dalam satu malam, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’), kemudian menaikkan beliau menembus tujuh lapis langit hingga ke Sidratul Muntaha (Mi’raj).. Peristiwa ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah bentuk hiburan dari Allah SWT kepada Nabi yang saat itu sedang berduka karena wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib (tahun kesedihan atau Amul Huzni).

3. Perintah Kewajiban Shalat Lima Waktu

Masih berkaitan erat dengan Isra’ Mi’raj, peristiwa ketiga yang tak kalah krusial adalah turunnya perintah shalat lima waktu. Di Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW menerima mandat langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat.

Awalnya, Allah mewajibkan 50 kali shalat dalam sehari semalam. Namun, melalui saran Nabi Musa AS, Allah memberikan kasih sayang-Nya dengan mengurangi jumlah tersebut hingga menjadi lima waktu saja. Meskipun jumlahnya berkurang, Allah tetap menjanjikan pahala yang setara dengan 50 kali shalat. Peristiwa di bulan Rajab ini menjadi tonggak utama ibadah umat Islam, di mana umat Muslim menegakkan shalat sebagai tiang agama.

4. Perubahan Arah Kiblat

Pada pertengahan bulan Rajab, terjadi sebuah transformasi besar dalam tata cara ibadah umat Islam, yakni perpindahan arah kiblat. Selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah, umat Islam melaksanakan shalat menghadap ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Yerusalem.

Namun, Rasulullah SAW sangat merindukan agar kiblat beralih ke Ka’bah di Makkah. Allah kemudian mengabulkan doa beliau dan menurunkan wahyu saat beliau sedang melaksanakan shalat di sebuah masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat). Peristiwa ini menjadi simbol kemandirian identitas umat Islam dan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.

Ketika Kerabat Pergi: Kematian yang Dekat dan Panggilan untuk Muhasabah

5. Kelahiran Ali bin Abi Thalib RA

Dunia menyambut kehadiran tokoh kunci sejarah Islam, Ali bin Abi Thalib RA, yang lahir pada bulan Rajab, tepatnya tanggal 13 Rajab. Sebagai sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW, beliau menunjukkan kecerdasan, keberanian, dan kezuhudan yang luar biasa semasa hidupnya.

Ali bin Abi Thalib lahir di dalam Ka’bah, sebuah kemuliaan yang tidak dimiliki oleh sahabat lain. Sejak kecil, ia dibesarkan di bawah asuhan langsung Nabi Muhammad SAW. Perannya dalam sejarah Islam sangat masif, mulai dari menjadi orang pertama dari kalangan anak-anak yang masuk Islam hingga menjadi Khalifah keempat yang adil. Kelahirannya di bulan Rajab menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan dakwah Islam.

6. Kemenangan dalam Perang Tabuk

Bulan Rajab tahun 9 Hijriah menjadi saksi keteguhan iman kaum Muslimin dalam Perang Tabuk. Ini adalah ekspedisi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Perang ini terjadi di tengah musim panas yang sangat ekstrem dan jarak tempuh yang sangat jauh dari Madinah menuju perbatasan Syam.

Meskipun dalam kondisi sulit, sebanyak 30.000 pasukan Muslim berangkat untuk menghadapi ancaman pasukan Romawi. Keteguhan hati umat Islam membuat pasukan Romawi gentar dan memutuskan untuk mundur tanpa terjadi pertempuran fisik. Kemenangan tanpa pertumpahan darah ini memperkuat posisi Islam di mata internasional kala itu dan membuktikan bahwa kekuatan iman jauh lebih besar daripada tantangan alam.

7. Pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin Al-Ayyubi

Ratusan tahun setelah masa kenabian, bulan Rajab kembali mencatatkan tinta emas melalui tangan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Tepat pada 27 Rajab 583 H, Shalahuddin berhasil membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dari penguasaan Tentara Salib setelah hampir 88 tahun diduduki.

Kejujuran dalam Riyāḍuṣ-Ṣāliḥīn: Jalan Lurus Menuju Hati yang Hidup

Pembebasan ini dilakukan dengan cara yang sangat beradab, jauh dari aksi balas dendam. Shalahuddin menunjukkan akhlak Islam yang mulia dengan menjamin keamanan warga sipil di Yerusalem. Kemenangan ini mengembalikan fungsi Masjidil Aqsa sebagai tempat ibadah umat Islam dan menjadi salah satu momen paling membanggakan dalam sejarah kekhalifahan Islam.

Bulan Rajab bukan sekadar bulan untuk berpuasa sunnah atau memperbanyak istighfar. Ia adalah bulan refleksi atas berbagai perjuangan besar yang telah dilalui oleh para pendahulu kita. Dari kehamilan ibunda Nabi hingga pembebasan Yerusalem, setiap peristiwa mengajarkan kita tentang harapan, keteguhan, dan ketaatan.

Dengan memahami tujuh peristiwa penting ini, diharapkan kita dapat mengisi bulan Rajab dengan kualitas ibadah yang lebih baik. Mari kita jadikan momentum Rajab ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri, sebagaimana para pahlawan Islam terdahulu yang selalu membawa perubahan besar ke arah yang lebih baik.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.