Fenomena karyawan yang mengerjakan proyek sampingan atau side job saat jam kerja sedang menjadi pembicaraan hangat di dunia profesional. Banyak pekerja menganggap aktivitas ini sebagai hal yang lumrah demi menambah penghasilan di tengah tuntutan ekonomi yang semakin tinggi. Namun, jika kita melihat dari sudut pandang etika profesional, tindakan ini sebenarnya merupakan bentuk korupsi waktu yang sangat halus. Perusahaan memberikan gaji kepada karyawan untuk mendedikasikan waktu serta fokus mereka sepenuhnya selama jam kerja yang telah disepakati.
Alasan di Balik Tren Side Job saat Jam Kerja
Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa seorang karyawan berani mengambil risiko untuk mengerjakan pekerjaan luar saat berada di kantor. Faktor ekonomi biasanya menjadi pemicu utama karena kenaikan gaji tahunan seringkali tidak sebanding dengan laju inflasi yang sangat cepat. Selain masalah finansial, rasa jenuh terhadap pekerjaan utama juga mendorong karyawan mencari tantangan baru melalui proyek-proyek sampingan yang menarik. Mereka merasa bahwa selama tugas utama selesai tepat waktu, mengerjakan hal lain bukanlah sebuah kesalahan besar bagi perusahaan mereka.
Namun, manajemen perusahaan seringkali melihat hal ini dari perspektif yang sangat berbeda dan jauh lebih tegas terkait aturan kerja. Perusahaan mempekerjakan staf dengan harapan bahwa seluruh energi kreatif dan konsentrasi mereka tertuju pada kemajuan visi misi organisasi tersebut. Ketika perhatian terbagi, potensi kesalahan kerja meningkat dan produktivitas secara keseluruhan akan menurun tanpa disadari oleh karyawan yang bersangkutan. Oleh karena itu, batasan antara pekerjaan utama dan sampingan harus tetap jelas agar tidak merugikan pihak manapun dalam jangka panjang.
Mengapa Ini Disebut Korupsi Halus?
Istilah “korupsi” tidak selalu berkaitan dengan pencurian uang negara atau suap dalam jumlah yang sangat besar di instansi pemerintah. Dalam konteks perkantoran, korupsi waktu berarti menggunakan jam kerja yang seharusnya milik perusahaan untuk kepentingan pribadi yang menghasilkan keuntungan finansial. Karyawan secara sadar menggunakan fasilitas kantor seperti internet, listrik, hingga laptop perusahaan untuk menyelesaikan proyek sampingan dari klien luar. Tindakan ini jelas melanggar kontrak kerja yang telah ditandatangani oleh karyawan tersebut saat mereka pertama kali masuk ke perusahaan.
Sebuah kutipan populer dalam dunia profesional menyatakan, “Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada satu orang pun yang melihat Anda bekerja.” Kutipan ini menekankan bahwa kejujuran profesional seharusnya tetap terjaga meskipun atasan tidak memantau layar komputer setiap saat. Ketika seseorang menerima gaji penuh tetapi tidak memberikan waktu penuh, maka terjadi ketidakseimbangan nilai dalam kesepakatan profesional tersebut. Hal inilah yang mendasari mengapa banyak pakar manajemen menyebut praktik side job saat jam kerja sebagai korupsi yang halus.
Dampak Buruk Terhadap Karier dan Perusahaan
Dampak dari mencuri waktu kantor tidak hanya merugikan perusahaan secara finansial, tetapi juga merusak reputasi profesional karyawan itu sendiri. Rekan kerja biasanya akan merasakan beban kerja yang lebih berat jika salah satu anggota tim tidak fokus pada tugas utamanya. Hal ini memicu konflik internal dan menurunkan moral tim karena adanya ketidakadilan dalam pembagian fokus dan juga tanggung jawab kerja. Jika atasan mengetahui praktik ini, karyawan berisiko mendapatkan surat peringatan atau bahkan pemutusan hubungan kerja secara tidak hormat.
Selain itu, kualitas hasil pekerjaan sampingan tersebut juga biasanya tidak maksimal karena dikerjakan secara sembunyi-sembunyi di bawah tekanan kantor. Karyawan akan mengalami kelelahan mental yang luar biasa karena harus terus berpindah fokus antara dua atau lebih pekerjaan yang berbeda. Kelelahan ini pada akhirnya akan menurunkan kreativitas dan membuat performa kerja di kantor utama menjadi sangat buruk dan tidak efektif. Dalam jangka panjang, karier karyawan tersebut bisa mandek karena mereka tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan perusahaan mereka.
Solusi Bijak Mengatur Pekerjaan Sampingan
Memiliki pekerjaan sampingan sebenarnya bukan merupakan hal yang terlarang selama karyawan mampu mengatur waktu dengan sangat bijak dan profesional. Karyawan seharusnya hanya mengerjakan side job setelah jam kantor selesai atau saat akhir pekan ketika waktu sepenuhnya milik mereka. Membangun transparansi dengan perusahaan juga bisa menjadi solusi jika kebijakan kantor memang memperbolehkan karyawan memiliki kegiatan di luar pekerjaan. Beberapa perusahaan modern bahkan mendukung pengembangan diri karyawan melalui proyek sampingan asal tidak mengganggu performa dan tidak terjadi benturan kepentingan.
Manajemen waktu yang efektif adalah kunci bagi setiap profesional yang ingin meningkatkan pendapatan tanpa harus mengorbankan integritas mereka di kantor. Gunakanlah waktu luang di malam hari atau pagi hari sebelum berangkat kerja untuk menyelesaikan tanggung jawab dari klien sampingan. Dengan menjaga pemisahan yang jelas, Anda tetap bisa berprestasi di kantor sekaligus sukses menjalankan bisnis atau proyek pribadi secara beriringan. Integritas yang terjaga akan membawa karier Anda ke jenjang yang lebih tinggi dan memberikan ketenangan pikiran dalam setiap langkah.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
