Masjid
Beranda » Berita » Menyoal Kebersihan Masjid: Saat Slogan “Sebagian dari Iman” Terbentur Realitas

Menyoal Kebersihan Masjid: Saat Slogan “Sebagian dari Iman” Terbentur Realitas

Umat Islam sering mendengar ungkapan “Annadhofatu minal iman”. Ungkapan ini berarti kebersihan adalah sebagian dari iman. Slogan ini menghiasi dinding-dinding banyak tempat ibadah. Namun, realitas di lapangan terkadang menunjukkan pemandangan yang sangat berbeda. Banyak masjid besar justru memiliki fasilitas sanitasi yang kurang terawat. Kita sering menemui toilet yang berbau menyengat. Lantai tempat wudu terkadang licin karena lumut yang tumbuh subur. Kondisi ini memicu kritik tajam dari berbagai kalangan masyarakat.

Ironi Fasilitas di Rumah Ibadah

Masjid merupakan pusat peradaban dan tempat suci bagi umat Islam. Seharusnya, masjid menjadi contoh standar kebersihan tertinggi bagi lingkungan sekitarnya. Namun, manajemen masjid sering kali lebih fokus pada kemegahan fisik bangunan. Mereka berlomba membangun kubah emas atau menara yang menjulang tinggi. Sayangnya, mereka sering melupakan anggaran untuk pemeliharaan kebersihan harian.

Kritik terhadap kondisi ini bukan tanpa alasan. Banyak jemaah merasa tidak nyaman saat ingin beribadah. Karpet yang berdebu sering menimbulkan bau apek yang mengganggu kekhusyukan. Padahal, kesucian tempat merupakan syarat sahnya ibadah salat itu sendiri. Jika tempat sujud saja kotor, bagaimana kualitas ibadah kita di hadapan Sang Pencipta?

Seorang pengamat sosial keagamaan memberikan pandangan tegas mengenai fenomena ini.

“Kebersihan masjid mencerminkan kualitas iman dan manajemen pengelolanya. Jika toilet masjid saja kotor, ada masalah serius dalam cara kita memahami esensi ibadah,” ujarnya.

Pentingnya Thaharah dalam Islam

Lemahnya Manajemen Takmir Masjid

Masalah kebersihan ini biasanya bersumber dari manajemen takmir yang kurang profesional. Pengurus masjid sering kali bekerja secara sukarela tanpa pembagian tugas yang jelas. Mereka jarang memiliki tenaga kebersihan (cleaning service) yang terlatih secara khusus. Selain itu, alokasi dana operasional untuk alat kebersihan sering kali sangat minim.

Dana infak jemaah lebih banyak mengalir untuk pembangunan fisik atau acara seremonial. Padahal, menjaga kebersihan adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan jemaah. Takmir perlu mengubah pola pikir dalam mengelola dana umat. Mereka harus menempatkan kebersihan sebagai prioritas utama dalam anggaran bulanan.

Seorang ulama dalam sebuah kajian pernah menyampaikan pesan penting.

“Jangan hanya sibuk memperindah tampilan luar masjid. Pastikan setiap sudut masjid, terutama tempat wudu dan toilet, dalam keadaan suci dan bersih setiap saat.”

Mengubah Budaya Jemaah

Tanggung jawab kebersihan bukan hanya berada di pundak petugas atau takmir. Jemaah juga memegang peran kunci dalam menjaga kesucian masjid. Sering kali jemaah bersikap acuh tak acuh saat menggunakan fasilitas publik. Mereka membuang sampah sembarangan atau tidak menyiram toilet dengan benar.

Tenang: Ukuran Keberhasilan Seorang Imam dalam Shalat

Budaya tertib harus mulai tumbuh dari setiap individu yang datang ke masjid. Kita perlu menyadari bahwa masjid adalah rumah Allah SWT. Menjaga kebersihan masjid sama saja dengan memuliakan tempat ibadah tersebut. Jemaah harus merasa memiliki masjid sehingga timbul rasa tanggung jawab untuk merawatnya.

Langkah Nyata Menuju Masjid Bersih

Untuk mengatasi masalah ini, pihak masjid perlu melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, takmir harus merekrut petugas kebersihan profesional. Berikan mereka gaji yang layak agar mereka bekerja dengan maksimal. Kedua, sediakan fasilitas pembersih yang memadai dan modern. Penggunaan pewangi ruangan dan alat pel berkualitas sangat membantu menjaga aroma masjid.

Ketiga, berikan edukasi berkelanjutan kepada jemaah melalui khotbah atau poster ajakan. Visualisasi yang menarik tentang kebersihan dapat mengubah perilaku masyarakat secara perlahan. Keempat, lakukan audit kebersihan secara berkala oleh pihak eksternal atau komunitas pemuda masjid.

Pada akhirnya, kebersihan masjid adalah tanggung jawab kolektif seluruh umat Islam. Kita tidak boleh membiarkan tempat ibadah dalam kondisi yang memprihatinkan. Jika kita mampu menjaga kebersihan masjid, maka citra Islam akan semakin positif. Mari kita buktikan bahwa kebersihan memang benar-benar bagian dari iman kita semua. Masjid yang bersih akan menghadirkan ketenangan hati bagi setiap insan yang bersujud di dalamnya.

Islam dalam Sorotan: Menjawab Retorika “Islam Membenci Kita”

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.