Generasi masa kini sering terjebak dalam pola hidup nokturnal. Banyak orang lebih aktif pada malam hari daripada siang hari. Paparan cahaya biru dari gawai memperparah kondisi ini. Akibatnya, gangguan tidur atau insomnia menjadi masalah kesehatan yang umum. Namun, Islam sebenarnya telah menawarkan solusi melalui Sleep Hygiene ala Nabi.
Fenomena Insomnia pada Generasi Modern
Insomnia bukan sekadar mata yang sulit terpejam. Kondisi ini memengaruhi kesehatan fisik dan mental secara drastis. Tubuh merasa lemas, fokus menurun, dan emosi menjadi tidak stabil. Banyak orang mencoba berbagai obat tidur kimiawi. Padahal, Rasulullah SAW telah mencontohkan pola tidur yang sangat sehat. Pola ini kini populer dengan istilah Sleep Hygiene.
Apa Itu Sleep Hygiene ala Nabi?
Sleep Hygiene adalah praktik untuk menciptakan kebiasaan tidur yang sehat. Tujuannya agar seseorang mendapatkan kualitas istirahat yang maksimal. Rasulullah SAW memiliki kebiasaan tidur yang sangat teratur. Kebiasaan ini sangat selaras dengan ilmu medis modern. Mari kita bedah langkah-langkahnya satu per satu.
Segera Tidur Setelah Salat Isya
Salah satu kebiasaan utama Nabi adalah tidak begadang tanpa keperluan mendesak. Beliau sangat menganjurkan umatnya untuk segera beristirahat setelah Isya. Hal ini bertujuan agar kita bisa bangun lebih awal untuk ibadah malam.
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari, disebutkan bahwa:
“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Secara medis, tidur lebih awal membantu tubuh memproduksi melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh manusia.
Menjaga Kesucian dengan Berwudu
Sebelum naik ke tempat tidur, Nabi selalu menjaga kesucian diri. Berwudu bukan hanya untuk salat. Wudu sebelum tidur memberikan efek relaksasi pada otot yang tegang. Air yang membasuh wajah dan anggota tubuh memberikan ketenangan pada sistem saraf.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah sebagaimana wudumu untuk salat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Membersihkan Tempat Tidur
Langkah praktis berikutnya adalah membersihkan tempat tidur. Nabi membiasakan diri untuk mengibas alas tidur sebelum merebahkan badan. Tindakan ini memastikan tempat tidur bersih dari debu atau serangga kecil. Kebiasaan ini menciptakan rasa nyaman dan aman sebelum memejamkan mata.
Nabi SAW memerintahkan:
“Jika salah seorang di antara kalian hendak tidur, maka kibaslah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena dia tidak tahu apa yang ada di dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Posisi Tidur Miring ke Kanan
Posisi tidur sangat memengaruhi kesehatan organ dalam. Rasulullah SAW selalu tidur dengan posisi miring ke sisi kanan. Beliau juga meletakkan tangan kanan di bawah pipi.
Secara ilmiah, posisi ini mengurangi beban pada jantung. Posisi miring ke kanan juga membantu proses pengosongan lambung lebih optimal. Hal ini mencegah gangguan pencernaan yang sering mengganggu kenyamanan tidur malam kita.
Membaca Doa dan Berzikir
Kesehatan mental menjadi kunci tidur yang nyenyak. Nabi selalu menutup hari dengan mengingat Allah. Beliau membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian, beliau mengusapkan tangan ke seluruh anggota tubuhnya.
Doa sebelum tidur memberikan sugesti positif pada otak. Pikiran menjadi lebih tenang dan terhindar dari kecemasan. Zikir membantu melepaskan hormon kortisol atau hormon stres. Dengan begitu, Anda akan terbangun dalam kondisi jiwa yang jauh lebih segar.
Mengatur Pencahayaan Kamar
Nabi SAW juga menyarankan untuk memadamkan lampu saat hendak tidur. Beliau bersabda:
“Padamkanlah lampu-lampu pada malam hari ketika kalian akan tidur.” (HR. Bukhari).
Sains modern membuktikan bahwa kegelapan total memicu produksi melatonin. Cahaya lampu yang terang justru menghambat hormon tidur tersebut. Jadi, pastikan kamar Anda cukup gelap untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
Kesimpulan
Tidur bukan sekadar aktivitas rutin untuk melepaskan lelah. Bagi seorang muslim, tidur adalah bagian dari ibadah. Mengikuti Sleep Hygiene ala Nabi membantu kita mengatasi insomnia tanpa obat.
Mulailah dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten. Hindari penggunaan gawai satu jam sebelum waktu tidur. Dengan menerapkan sunnah ini, kesehatan fisik dan spiritual Anda akan meningkat. Mari kita ubah kebiasaan buruk nokturnal dengan pola hidup sehat Rasulullah. Kualitas tidur yang baik adalah kunci menuju produktivitas yang hebat di pagi hari.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
