SURAU.CO – Ada yang berkata :
“Kerasukan itu cuma halusinasi.”
“Sihir itu hanya gangguan mental.”
Tapi saya ingin bertanya kepada mereka yang mengaku “ilmiah”: Bagaimana mungkin seseorang yang sedang kerasukan bisa menunjukkan dengan tepat lokasi buhul sihir yang dikubur sepuluh tahun lalu, bahkan menyebutkan letaknya secara rinci? Dan ketika tempat itu diperiksa, buhulnya benar-benar ada di sana?
Kebenaran Didepan Mata
Ini bukan cerita lama. Tahun 2015–2016, di sebuah perusahaan besar di Sumatera, ditemukan buhul sihir yang telah ditanam.
Dan pada tahun 2026, saat dilakukan ruqyah syar’iyyah, semua buhul itu berhasil ditemukan tepat di tempat yang ditunjukkan oleh orang yang dirasuki jin si penyihir.
Lalu bagaimana logika menjelaskan hal ini?
Apakah semua itu hanya ilusi massal?
Apakah kebenaran yang nyata di depan mata masih ingin ditolak dengan alasan “tidak masuk akal”?
Kalau semua dianggap halusinasi, lalu bagaimana dengan firman Allah dalam Al-Qur’an?
“Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. dan mereka belajar dari keduanya (Harut dan Marut) sihir yang dapat memisahkan antara suami dan istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 102)
Apakah ayat ini hanya berlaku di masa lalu? Tidak.
Firman Allah berlaku sampai hari kiamat.
Maka jangan sombong dengan logika tanpa iman.
Sebab, ketika akal menolak sesuatu yang telah Allah jelaskan, itu bukan tanda cerdas
itu tanda hati telah tertutup.
Saya sudah menyaksikan sendiri bagaimana ayat-ayat Allah menundukkan jin,
menghancurkan buhul,
dan menyembuhkan penyakit yang tak ditemukan sebab medisnya.
Ini bukan kepercayaan buta.
Ini fakta lapangan yang tak bisa dibantah oleh siapapun yang jujur mencari kebenaran.
Kepada mereka yang masih menolak ruqyah dan menertawakan kisah kerasukan, saya hanya ingin katakan :
“Jangan menentang apa yang telah Allah nyatakan dalam kitab-Nya, Karena yang engkau lawan bukan manusia,
tapi kebenaran wahyu.”
Semoga Allah memusnahkan segala sihir, menghancurkan buhulnya, dan menolong hamba-hamba-Nya yang terzalimi.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Penguat dari Ulama Salaf
Para ulama Ahlus Sunnah telah menjelaskan dengan tegas bahwa jin dapat merasuk ke tubuh manusia bukan hanya mempengaruhi dari luar.
- Imam Ibn Taymiyyah rahimahullah berkata :
“Masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah perkara yang telah diketahui secara nyata,
disaksikan, dan tidak dapat diingkari kecuali oleh orang yang dangkal ilmunya.”
(Majmu’ al-Fatawa, 24/277)
- Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan :
“Tidak ada yang mengingkari masuknya jin ke dalam tubuh manusia kecuali orang yang kurang akalnya.
Karena hal itu telah terbukti dengan dalil syar’i dan kenyataan.”
(Zad al-Ma’ad, 4/66)
- Imam al-Qurthubi menegaskan dalam tafsirnya :
“Para ulama telah sepakat bahwa jin bisa masuk ke tubuh manusia dan berbicara melalui lisannya.”
(Tafsir al-Qurthubi, 9/45)
Maka jelaslah, kerasukan bukan halusinasi,
dan sihir bukan gangguan mental belaka,
melainkan hakikat gaib yang dijelaskan wahyu dan disaksikan oleh para ulama rabbani. Bismillah
SEORANG MUKMIN TIDAK BERTINDAK JAHIL
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan: “Seorang mukmin tidak mengganggu orang lain. Kalau diganggu dia akan bersikap santun. Seorang mukmin juga tidak berbuat zalim. Kalau dia dizalimi, dia akan memaafkannya. Seorang mukmin juga tidak akan berbuat bakhil. Kalau ada yang bakhil terhadapnya, dia akan bersabar.” [Rasail Ibnu Abid Dunya, hal. 27]
ㅤ
Inilah ciri seorang mukmin, ia tidak akan mengganggu orang lain dan sekiranya ia yang diganggu, maka ia akan bersikap santun.
Ia takut untuk mengganggu seorang muslim karena barangsiapa yang suka mengganggu seorang muslim, maka ia akan mendapatkan dosa.
Keutamaan Orang yang Memberi Maaf
Allah ﷻ berfirman:
ㅤ
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً
ㅤ
“Dan orang-orang yang mengganggu orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” [QS Al-Ahzab: 58]
ㅤ
Begitupula, salah satu ciri orang mukmin yaitu memaafkan ketika ia dizalimi. Keutamaan orang yang memberi maaf, diantaranya Allah ﷻ berfirman:
ㅤ
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
ㅤ
“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” [QS. Asy-Syura: 40]
ㅤ
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah Allah menambahkan kepada orang yang mau memaafkan melainkan kemuliaan.” [HR. Muslim]
Istiqomah Dijalan yang Diridhoi Oleh Allah
Dan begitupula ciri orang mukmin yaitu bersabar. Orang yang bersabar, maka Allah akan memberi balasan yang lebih baik dan melipat gandakan pahalanya tanpa batas. Allah ﷻ berfirman:
ㅤ
نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
ㅤ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [QS. Az-Zumar: 10]
ㅤ
Semoga Allah Azza wa Jalla selalu membimbing kita di dalam kebaikan serta kita senantiasa istiqomah di jalan yang diridhoi oleh Allah. Aamiin
Islamituindah, Muslimah MSR, Barakallahu Fiikum. Kajian Ilmu Islam Muslim & Muslimah. #kajian #dakwah #tauhid #sunnah #ilmu #islam #fyp #muslim #muslimah #thalabulilmi #muhasabah. (Vilda Rahma)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
