SURAU.CO – Kisah Hikmah Ilmu Asal Usul Sholat Subuh dan Arti Subuh, Pendahuluan: Dalam perjalanan waktu, setiap sholat memiliki hikmah dan sejarah yang sering diceritakan oleh para ulama dalam kitab-kitab hikmah dan tasawuf. Begitu juga dengan sholat Subuh, yang bukan hanya sholat di waktu pagi, tetapi memiliki makna tentang cahaya setelah gelap, harapan setelah takut, dan kehidupan setelah tidur.
Asal Usul Sholat Wajib Subuh
Dalam beberapa kitab hikmah diceritakan bahwa sholat Subuh berkaitan dengan kisah Nabi Adam ketika pertama kali diturunkan ke bumi. Kisah ini tidak termasuk hukum fiqih, tetapi termasuk kisah hikmah (ibrah) yang diceritakan oleh para ulama sebagai pelajaran makna.
Dikisahkan, ketika Nabi Adam diturunkan dari surga ke bumi, beliau mengalami malam yang sangat gelap dan merasa takut karena belum pernah melihat kegelapan seperti di bumi. Nabi Adam menunggu hingga muncul cahaya pertama di ufuk timur (fajar).
Ketika cahaya itu datang, Nabi Adam merasa tenang dan bersyukur kepada Alloh, lalu beliau melaksanakan sholat dua rakaat sebagai tanda syukur karena:
Terlepas dari kegelapan malam, Datangnya cahaya pagi.
Fajar Pertama Di Bumi
Karena itu secara hikmah dikatakan sholat Subuh dua rakaat berasal dari sholat syukur Nabi Adam saat melihat fajar pertama di bumi.
Kisah hikmah ini sering disebut dalam kitab-kitab seperti:
Qisas al-Anbiya
Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali (dalam pembahasan hikmah ibadah dan waktu sholat)
Perlu dipahami, kisah ini adalah hikmah dan ibrah, bukan dalil penetapan jumlah rakaat, karena jumlah rakaat sholat ditetapkan melalui hadits Nabi Muhammad.
Sumber Hadits Tentang Sholat Subuh
Sholat Subuh termasuk sholat wajib yang disebut dalam banyak hadits, di antaranya dalam kitab hadits:
Sahih al-Bukhari
Sahih Muslim
Rasululloh bersabda bahwa sholat Subuh dan Isya adalah sholat yang paling berat bagi orang munafik, karena dilakukan saat manusia tidur dan gelap. Ini menunjukkan bahwa
Subuh adalah sholat kejujuran iman, karena hanya orang yang benar-benar ingin menghadap Alloh yang bangun pada waktu Subuh.
Arti Kata Subuh
Kata Subuh (Shubuh) berasal dari bahasa Arab ṣubḥ (صبح) yang berarti: cahaya pagi, fajar, atau awal terang setelah gelap malam.
Kata ini berasal dari akar kata Arab: ṣ-b-ḥ yang berarti: menjadi terang
muncul cahaya pagi
permulaan hari.
Memulai Hidupnya Bersama Allah SWT
Dalam Al-Qur’an juga disebut istilah: Fajr (fajar) dalam Al-Qur’an. Misalnya dalam surat Al-Fajr dan waktu sholat disebut dalam beberapa ayat Al-Qur’an oleh Alloh dalam kitab: Al-Qur’an
Secara hikmah:
Malam = gelap, tidak tahu, tidur, lalai
Subuh = cahaya, ilmu, bangun, sadar
Maka Subuh adalah lambang kebangkitan manusia dari kegelapan menuju cahaya.
Hikmah Sholat Subuh
Para ulama tasawuf menjelaskan:
Dzuhur = manusia sibuk dunia
Ashar = manusia mulai lelah
Maghrib = manusia kembali pulang
Isya = manusia istirahat
Subuh = manusia memulai hidupnya lagi
Sehingga orang yang menjaga sholat Subuh seakan: memulai hidupnya bersama Alloh sebelum memulai hidupnya bersama dunia.
Penutup Hikmah
Sholat Subuh bukan sekadar sholat paling pagi, tetapi sholat tentang awal kehidupan, cahaya, harapan, dan kejujuran iman.
Karena pada waktu Subuh:
Dunia masih tidur
Manusia masih diam
Hati masih tenang
Dan doa lebih jujur
Maka orang yang menjaga Subuh,
seakan ia menjaga awal hidupnya setiap hari.
Gelap pasti datang setiap malam, tetapi cahaya selalu datang setiap Subuh. (Bambang JB)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
