SURAU.CO – Sampah sering dianggap persoalan sepele. Ia hadir setiap hari di dapur, di halaman rumah, di pasar, di sekolah, dan di jalan-jalan kota. Namun di balik tumpukan plastik dan sisa makanan itu, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Ketika sampah tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada bau tak sedap atau pemandangan yang mengganggu, tetapi juga pada meningkatnya risiko penyakit.
Sarang Penyakit di Sekitar Kita
Tumpukan sampah organik menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan bakteri penyebab diare. Genangan air di antara sampah plastik menjadi habitat ideal bagi nyamuk pembawa demam berdarah. Tikus yang bersarang di tempat pembuangan sampah dapat menyebarkan leptospirosis.
Asap dari pembakaran sampah pun tidak kalah berbahaya. Banyak masyarakat masih membakar sampah rumah tangga tanpa menyadari bahwa asap tersebut mengandung partikel beracun yang dapat memicu gangguan pernapasan, asma, bahkan penyakit paru kronis.
Anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap dampak ini.
Ancaman yang Tidak Terlihat: Mikroplastik
Plastik yang terurai tidak benar-benar hilang. Ia berubah menjadi partikel sangat kecil yang disebut mikroplastik.
Partikel ini dapat masuk ke tanah, air, bahkan rantai makanan manusia.
Meski dampaknya masih terus diteliti, para ahli mengkhawatirkan efek jangka panjang terhadap sistem hormon dan kesehatan organ tubuh.
Islam dan Tanggung Jawab Lingkungan
Islam telah lama menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Rasulullah ﷺ bersabda:
> الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Kebersihan adalah bagian dari iman.”
Al-Qur’an juga mengingatkan:
> وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa merusak lingkungan, termasuk membuang sampah sembarangan, adalah bentuk kelalaian terhadap amanah sebagai khalifah di bumi.
Perubahan Dimulai dari Rumah
Masalah sampah memang kompleks, tetapi solusi selalu bisa dimulai dari langkah kecil:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
-
Memilah sampah organik dan anorganik.
-
Mendukung gerakan daur ulang.
-
Tidak membakar sampah sembarangan.
-
Menanamkan edukasi kebersihan sejak dini pada anak-anak.
Kesadaran individu akan berdampak kolektif jika dilakukan bersama-sama.
Penutup
Sampah bukan hanya masalah kebersihan, melainkan masalah kesehatan dan moralitas sosial.
Lingkungan yang bersih melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga ibadah. Saatnya kita peduli, karena kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.
Kultum Ramadhan: Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar. Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.¹
Kedermawanan
Rasulullah ﷺ juga dikenal sebagai orang yang paling dermawan, terlebih saat Ramadhan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
> كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya: Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.²
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya: Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.³
Hadirin sekalian, Sedekah di bulan Ramadhan bukan hanya melipatgandakan pahala, tetapi juga menjadi bukti keimanan dan kepedulian kita terhadap sesama. Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah, karena yang dinilai adalah keikhlasan.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar bersedekah, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Footnote:
-
QS. Al-Baqarah: 261
-
HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj
-
HR. Muhammad ibn Isa at-Tirmidhi. (Tengku Iskandar, M.Pd:
Duta Literasi Pena Da’i Nusantara Provinsi Sumatera Barat)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
