Bulan Ramadhan menjadi ajang perlombaan ibadah bagi para sahabat Nabi Muhammad SAW pada masa awal sejarah Islam. Salah satu sosok yang paling menonjol dalam perlombaan kebajikan ini adalah Khalifah Utsman bin Affan RA. Utsman bin Affan Khatam Al-Quran Beliau memiliki kecintaan yang sangat luar biasa terhadap setiap untaian firman Allah SWT di dalam kitab suci. Ketegasan Utsman bin Affan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam menjadi cerita yang sangat masyhur hingga hari ini. Prestasi spiritual ini menunjukkan dedikasi total seorang hamba yang sangat merindukan rida Sang Pencipta alam semesta.
Sosok Pencinta Wahyu yang Istikamah
Utsman bin Affan mendapatkan julukan mulia Dhun Nurayn karena beliau menikahi dua putri Rasulullah SAW secara berurutan. Di balik kekayaannya sebagai pengusaha sukses, beliau merupakan seorang ahli ibadah yang sangat tekun dan juga istikamah. Riwayat sejarah menyebutkan bahwa beliau sering melakukan shalat malam dengan durasi yang sangat panjang dan juga melelahkan. Beliau mampu menyelesaikan seluruh tiga puluh juz Al-Qur’an hanya dalam satu rakaat shalat malam yang khusyuk. Kekuatan fisik dan batin beliau dalam berinteraksi dengan wahyu Allah memang sangat mengagumkan bagi banyak orang.
Kedekatan Utsman dengan Al-Qur’an tercermin dari ucapan beliau yang sangat mendalam mengenai kondisi kesucian hati manusia. Beliau pernah memberikan sebuah pernyataan yang kini menjadi pedoman utama bagi para pecinta Al-Qur’an di seluruh dunia:
“Seandainya hati kalian bersih, niscaya kalian tidak akan pernah kenyang dari membaca kalam Rabb kalian.”
Kutipan tersebut menjelaskan bahwa kebersihan hati merupakan kunci utama dalam menikmati keindahan setiap bait ayat suci. Utsman bin Affan membuktikan ucapannya sendiri melalui tindakan nyata yang sangat sulit orang lain tandingi hingga sekarang. Beliau merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga waktu semalam terasa sangat singkat baginya untuk membaca wahyu.
Rahasia Keberkahan Waktu dalam Ibadah
Banyak orang bertanya-tanya bagaimana mungkin seseorang mampu membaca seluruh isi Al-Qur’an dalam waktu yang sangat singkat. Para ulama menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan keberkahan waktu bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar ikhlas dalam beribadah. Bagi Utsman, Al-Qur’an adalah nafas kehidupan yang memberikan energi positif bagi seluruh jiwa dan juga raganya. Beliau tidak merasa lelah sedikit pun karena hatinya sedang bercengkerama langsung dengan Sang Pemilik Kehidupan. Motivasi inilah yang seharusnya menginspirasi umat Islam saat menjalankan shalat tarawih di sepanjang bulan suci Ramadhan.
Utsman bin Affan mengkhatamkan Al-Qur’an bukan sekadar untuk mengejar target jumlah bacaan yang sangat banyak saja. Beliau merenungkan setiap makna dan kandungan ayat dengan penuh penghayatan serta tangis kesedihan yang mendalam. Ketegasan beliau dalam beribadah mencerminkan disiplin tinggi yang beliau terapkan dalam setiap aspek kehidupan pribadinya. Beliau ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai saksi pembela yang kuat di hadapan Allah SWT pada hari kiamat nanti. Semangat inilah yang mendorong beliau untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dan juga kejayaan umat.
Jasa Besar dalam Pelestarian Al-Qur’an
Pada masa kepemimpinannya sebagai khalifah, Utsman juga berjasa besar dalam melakukan kodifikasi mushaf Al-Qur’an yang standar. Beliau sangat khawatir akan terjadinya perselisihan mengenai cara membaca Al-Qur’an di berbagai wilayah kekhalifahan yang luas. Usaha beliau memastikan bahwa Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya hingga sampai ke tangan kita pada saat ini. Kecintaan beliau kepada Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada pembacaan pribadi, tetapi juga pada aspek pelestarian wahyu. Ibadah khataman satu malam tersebut merupakan puncak dari hubungan emosional yang sangat kuat dengan firman Tuhan.
Beliau mengajarkan kita bahwa kesibukan mengelola negara dan bisnis tidak boleh menghalangi kedekatan kita kepada Allah. Utsman tetap mengalokasikan waktu terbaiknya untuk sujud dan membaca Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Beliau memposisikan akhirat sebagai tujuan utama dan dunia hanya sebagai sarana untuk mencapai kemuliaan di sisi-Nya. Keteladanan ini sangat penting bagi masyarakat modern yang seringkali mengabaikan aspek spiritual demi mengejar kesuksesan materi semata. Mari kita ambil hikmah dari kegigihan beliau dalam mengejar rida Ilahi melalui perantaraan kitab suci.
Kesimpulan
Kisah Utsman bin Affan khatam Al-Quran dalam satu malam adalah bukti kekuatan iman yang mampu melampaui batas fisik. Al-Qur’an dan Sunnah selalu menjadi cahaya pemandu bagi beliau dalam setiap langkah dan kebijakan yang beliau ambil. Kita harus menumbuhkan kecintaan yang sama terhadap Al-Qur’an agar hidup kita mendapatkan keberkahan yang sangat melimpah. Semoga kita mampu meneladani sifat istikamah beliau dalam menjalankan ibadah, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setia yang selalu menemani perjalanan hidup kita menuju kebahagiaan yang hakiki.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
