Sejarah Islam mencatat banyak nama tokoh hebat yang sangat menginspirasi dunia. Salah satu nama yang sangat istimewa adalah Uwais Al-Qarni dari Yaman. Ia bukan seorang panglima perang yang gagah atau pejabat kaya raya. Uwais hanyalah seorang pemuda miskin yang hidup sederhana di gurun pasir. Namun, namanya sangat harum di kalangan para penduduk langit yang mulia.
Kesalehan dan Bakti Luar Biasa kepada Ibu
Uwais Al-Qarni memiliki seorang ibu yang sudah sangat tua dan lumpuh. Ia merawat ibunya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran setiap hari. Uwais selalu memenuhi segala keinginan ibunya meskipun keadaannya sangat sulit. Suatu hari, sang ibu mengungkapkan keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Uwais merasa bingung karena mereka tidak memiliki biaya atau kendaraan.
Pemuda saleh ini tidak lantas menyerah pada keadaan yang sulit itu. Ia kemudian membeli seekor anak lembu dan membuatkan kandang di bukit. Setiap hari, Uwais menggendong lembu tersebut naik dan turun bukit tersebut. Tetangganya menganggap Uwais sudah gila karena melakukan pekerjaan aneh tersebut. Padahal, ia sedang melatih otot fisiknya agar kuat menggendong ibunya.
Perjalanan Menuju Makkah yang Mengharukan
Saat musim haji tiba, Uwais Al-Qarni segera bersiap-siap melakukan perjalanan. Ia menggendong ibunya dari Yaman menuju kota suci Makkah yang jauh. Perjalanan tersebut menempuh jarak ribuan kilometer di bawah terik matahari gurun. Uwais berjalan kaki dengan penuh ketulusan demi membahagiakan sang ibu tercinta. Ia tidak mengeluh sedikit pun meskipun kakinya lecet dan berdarah.
Sesampainya di Kakbah, ia berdoa dengan khusyuk di depan Baitullah. Uwais meminta kepada Allah agar mengampuni semua dosa-dosa ibunya tersebut. Sang ibu bertanya mengapa ia tidak meminta pengampunan untuk dirinya sendiri. Uwais menjawab bahwa doa ibu akan membawanya masuk ke surga-Nya. Ketulusan hati Uwais ini membuat Allah sangat rida kepadanya saat itu.
Penduduk Langit yang Tidak Dikenal di Bumi
Meskipun hidup dalam kemiskinan, Uwais memiliki kedudukan mulia di sisi Tuhan. Rasulullah SAW pernah berpesan kepada Umar bin Khattab mengenai sosok ini. Beliau menyebut bahwa Uwais adalah pemuda yang doanya sangat mustajab sekali. Rasulullah SAW memberikan gambaran fisik Uwais secara detail kepada para sahabat:
“Uwais Al-Qarni adalah penduduk langit yang tidak dikenal di bumi.”
Umar bin Khattab akhirnya bertemu dengan Uwais saat musim haji berikutnya. Umar meminta Uwais untuk mendoakan ampunan baginya sesuai pesan Nabi Muhammad. Pertemuan ini membuktikan bahwa derajat manusia ditentukan oleh ketaatannya pada orang tua. Uwais menjadi simbol pengabdian anak yang tiada tandingannya dalam sejarah.
Kesimpulan
Kisah Uwais Al-Qarni mengajarkan kita tentang arti bakti yang sesungguhnya. Kebahagiaan orang tua adalah kunci pembuka pintu surga yang paling lebar. Kita tidak perlu menjadi kaya untuk bisa berbuat baik kepada ibu. Cukuplah ketulusan dan pengorbanan yang menjadi modal utama dalam berbakti. Semoga kita bisa meneladani sifat mulia Uwais Al-Qarni dalam kehidupan.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
