Haji dan Umroh
Beranda » Berita » Kisah Haji Wada’ Rasulullah: Detik-Detik Kesempurnaan Agama Islam

Kisah Haji Wada’ Rasulullah: Detik-Detik Kesempurnaan Agama Islam

Haji Wada’ merupakan peristiwa monumental dalam sejarah peradaban Islam. Momen ini bukan sekadar ibadah haji biasa, melainkan sebuah pengukuhan atas tuntasnya misi risalah Nabi Muhammad SAW di muka bumi. Setelah berjuang selama 23 tahun, Rasulullah akhirnya memimpin ribuan umat Muslim menuju Makkah untuk melaksanakan haji pertama dan terakhir beliau.

Latar Belakang Keberangkatan Haji Wada’

Pada tahun ke-10 Hijriah, Rasulullah SAW mengumumkan niat beliau untuk menunaikan ibadah haji. Kabar ini tersebar luas ke seluruh pelosok Jazirah Arab. Antusiasme umat Muslim sangat luar biasa karena mereka ingin menyaksikan secara langsung setiap gerakan ibadah sang Nabi.

Lebih dari 100.000 orang berkumpul di Madinah dan sepanjang perjalanan menuju Makkah. Rasulullah berangkat pada hari Sabtu, tanggal 25 Dzulqa’dah. Beliau mengenakan pakaian ihram di Dzulhulaifah, memulai perjalanan suci yang penuh dengan linangan air mata kerinduan dan kepatuhan.

Khutbah Arafah: Pedoman Abadi bagi Kemanusiaan

Puncak dari Haji Wada’ terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah di Lembah Uranah, Padang Arafah. Di atas untanya yang bernama Al-Qashwa, Rasulullah menyampaikan khutbah yang sangat menggetarkan jiwa. Khutbah ini mengandung prinsip-prinsip hak asasi manusia, kesetaraan, dan hukum sosial yang berlaku hingga hari kiamat.

Berikut adalah kutipan penting dari khutbah beliau:

Perjuangan Umat Islam Nusantara: Kisah Naik Haji di Zaman Kolonial Belanda

“Wahai manusia, dengarlah baik-baik perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua setelah tahun ini di tempat ini.”

Beliau menekankan pentingnya menjaga nyawa dan harta sesama Muslim:

“Sesungguhnya darahmu dan hartamu adalah haram bagimu (untuk menumpahkannya dan mengambilnya), sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, dan negerimu ini.”

Rasulullah juga memberikan wasiat tegas mengenai pemuliaan terhadap kaum wanita:

“Bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kamu mengambil mereka sebagai amanah dari Allah dan kamu menghalalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah.”

Transformasi Transportasi Haji: Dari Karavan Unta Hingga Era Pesawat Supersonik

Turunnya Wahyu Kesempurnaan Islam

Saat Rasulullah berada di Arafah, Allah SWT menurunkan wahyu yang menandakan berakhirnya tugas kenabian secara syariat. Ayat ini menjadi saksi bahwa Islam telah tegak dengan kokoh. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Mendengar ayat ini, Abu Bakar Ash-Shiddiq menangis tersedu-sedu. Sahabat setia ini menyadari sebuah kebenaran pahit: jika sebuah urusan telah sempurna, maka perpisahan biasanya akan segera menyusul. Abu Bakar merasakan bahwa ajal Rasulullah SAW sudah sangat dekat.

Pesan Persaudaraan dan Kesetaraan

Rasulullah menghapus seluruh tradisi jahiliyah yang diskriminatif. Beliau menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak bergantung pada ras atau keturunan, melainkan pada tingkat ketakwaannya.

Detik-Detik Perpisahan yang Mengharukan

Setelah menyelesaikan rangkaian manasik haji, Rasulullah melakukan Thawaf Wada’ atau tawaf perpisahan. Beliau memandang Ka’bah dengan tatapan penuh makna, seolah tahu ini adalah kali terakhir beliau melihat rumah Allah tersebut.

Dalam setiap langkahnya menuju Madinah, Rasulullah terus berdzikir dan memuji Allah. Beliau telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, dan menasihati umat. Kesempurnaan Islam bukan hanya soal hukum, tetapi soal bagaimana Nabi berhasil membentuk masyarakat yang saling mencintai karena Allah.

Mengapa Haji Wada’ Penting Bagi Kita?

Kisah Haji Wada’ mengajarkan kita tentang totalitas dalam beragama. Rasulullah tidak meninggalkan umatnya dalam kebingungan. Beliau merangkum seluruh esensi ajaran Islam dalam satu perjalanan suci.

Keberhasilan Nabi Muhammad SAW mengubah wajah dunia dimulai dari tanah Makkah yang gersang. Melalui Haji Wada’, beliau menitipkan tongkat estafet dakwah kepada setiap Muslim yang hadir saat itu, termasuk kepada kita hari ini.

Tabel Ringkasan Peristiwa Penting Haji Wada’

Tanggal (10 H) Peristiwa Utama Lokasi
25 Dzulqa’dah Keberangkatan dari Madinah Dzulhulaifah
4 Dzulhijjah Memasuki Kota Makkah Masjidil Haram
9 Dzulhijjah Khutbah Arafah Lembah Uranah
10 Dzulhijjah Melempar Jumrah & Kurban Mina
12-13 Dzulhijjah Thawaf Wada’ Ka’bah

Kesimpulan

Kisah Haji Wada’ Rasulullah adalah cermin kesempurnaan Islam. Segala aspek kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, hak wanita, hingga persaudaraan, mendapatkan porsinya masing-masing. Rasulullah SAW menutup usia dengan meninggalkan warisan berupa cahaya kebenaran yang tidak akan pernah padam.

Mari kita jadikan pesan-pesan dalam khutbah terakhir beliau sebagai kompas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kesempurnaan agama ini adalah nikmat terbesar yang wajib kita syukuri dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.