Haji dan Umroh
Beranda » Berita » Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Nabi SAW: Panduan Lengkap dan Shahih

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Nabi SAW: Panduan Lengkap dan Shahih

Melaksanakan ibadah umroh merupakan impian setiap Muslim di seluruh dunia. Ibadah ini sering disebut sebagai “haji kecil.” Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), umat Islam harus menjalankannya dengan benar. Agar ibadah Anda diterima oleh Allah SWT, Anda wajib mengikuti tata cara umroh sesuai sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Artikel ini akan membedah setiap tahapan umroh secara detail. Kami merangkum langkah-langkahnya mulai dari persiapan di tanah air hingga prosesi terakhir di Masjidil Haram.

1. Persiapan dan Niat di Miqat

Langkah pertama dalam tata cara umroh adalah memulai dari Miqat. Miqat merupakan batas tempat atau waktu untuk memulai ibadah ihram. Sebelum mencapai Miqat, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mandi besar (janabah), memotong kuku, dan merapikan kumis.

Para pria mengenakan dua lembar kain putih yang tidak dijahit. Sementara itu, wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat secara sempurna tanpa cadar dan sarung tangan. Setelah berpakaian ihram, jamaah melakukan niat di dalam hati dan mengucapkannya secara lisan:

“Labbaykallaahumma ‘umratan” (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh).

Tafsir Labbaik Allahumma Labbaik: Jawaban Atas Panggilan Abadi Nabi Ibrahim

Setelah niat ini, berlakulah semua larangan ihram. Anda tidak boleh memakai wewangian, membunuh binatang, atau memotong rambut hingga prosesi selesai.

2. Memperbanyak Talbiyah Sepanjang Perjalanan

Setelah berihram, jamaah sangat dianjurkan memperbanyak bacaan Talbiyah. Kalimat ini menunjukkan ketundukan hamba kepada Sang Pencipta. Bunyi kalimat tersebut sesuai kutipan shahih adalah:

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.”

Pria sebaiknya mengeraskan suara saat membaca Talbiyah. Sebaliknya, wanita cukup membacanya dengan suara lirih yang hanya terdengar oleh dirinya sendiri. Berhentilah membaca Talbiyah saat Anda mulai melihat bangunan Ka’bah dan akan memulai Thawaf.

3. Memasuki Masjidil Haram dengan Adab

Saat tiba di Masjidil Haram, dahulukan kaki kanan Anda. Bacalah doa masuk masjid yang umum diajarkan Nabi SAW. Fokuslah pada keagungan rumah Allah ini. Hilangkan semua urusan duniawi dari pikiran Anda agar fokus beribadah secara total.

Kajian Hadits Haji Wada’ dalam Shahih Bukhari: Khutbah Terakhir yang Menggetarkan

4. Pelaksanaan Thawaf (Mengelilingi Ka’bah)

Thawaf adalah rukun umroh kedua. Anda harus mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Thawaf dimulai dari arah Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama.

Berikut adalah poin penting saat Thawaf:

  • Posisi Ka’bah: Pastikan Ka’bah berada di sebelah kiri Anda.

  • Idhthiba’: Khusus pria, pundak kanan harus terbuka selama Thawaf.

  • Lari-Lari Kecil: Lakukan lari kecil pada tiga putaran pertama, kemudian berjalan biasa pada empat putaran sisanya.

    Hikmah Tawaf Wadā’: Makna Mendalam di Balik Perpisahan dengan Baitullah

  • Mencium Hajar Aswad: Jika memungkinkan, ciumlah Hajar Aswad. Jika tidak, cukup beri isyarat dengan tangan kanan (Istilam) sambil berucap “Allahu Akbar.”

Selama Thawaf, tidak ada doa khusus yang wajib. Anda boleh berdzikir atau membaca doa apa saja dari Al-Qur’an. Namun, saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Rasulullah SAW sering membaca doa Sapu Jagat:

“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzabannar.”

5. Shalat Dua Rakaat di Maqam Ibrahim

Selesai tujuh putaran Thawaf, tutuplah kembali pundak kanan Anda. Menujulah ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Bacalah Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah shalat, minumlah air zam-zam hingga kenyang dan basuhlah kepala Anda dengan air tersebut.

6. Sa’i Antara Shafa dan Marwah

Setelah Thawaf, Anda harus melakukan Sa’i. Sa’i adalah berjalan kaki antara bukit Shafa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

  • Mulai dari Shafa: Hadapkan tubuh ke arah Ka’bah dan bertakbir tiga kali.

  • Perjalanan: Berjalanlah menuju Marwah. Saat melewati lampu hijau, pria dianjurkan lari-lari kecil.

  • Hitungan: Perjalanan dari Shafa ke Marwah terhitung satu putaran. Sebaliknya, Marwah ke Shafa terhitung putaran kedua. Sa’i akan berakhir di Bukit Marwah pada putaran ketujuh.

7. Tahallul (Memotong Rambut)

Tahallul adalah prosesi terakhir dalam tata cara umroh sesuai sunnah. Ini menandakan bahwa rangkaian ibadah umroh telah selesai dan larangan ihram telah gugur.

Bagi kaum pria, lebih utama untuk mencukur gundul (Ghalq) rambut kepala. Namun, memotong sebagian rambut secara merata juga diperbolehkan. Bagi wanita, cukup memotong rambut sepanjang ruas jari atau sekitar 2 cm saja.

Kesimpulan dan Penutup

Melaksanakan umroh yang mabrur membutuhkan kesabaran dan pemahaman ilmu yang tepat. Pastikan Anda menjaga lisan dan sikap selama berada di tanah suci. Hindari perdebatan atau keributan agar pahala ibadah Anda tetap terjaga dengan sempurna.

Ibadah umroh bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengikuti panduan shahih di atas, semoga Allah menerima amal ibadah Anda.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.