Melaksanakan ibadah umroh memerlukan pemahaman fiqih yang mendalam agar ibadah tersebut sah dan diterima oleh Allah SWT. Salah satu rujukan utama dalam madzhab Syafi’i adalah kitab Safinatun Najah. Meskipun kitab ini sangat ringkas, ia merangkum poin-poin krusial mengenai ibadah haji dan umroh secara lugas.
1. Syarat-Syarat Umroh
Syarat merupakan hal-hal yang harus terpenuhi sebelum seseorang melaksanakan suatu ibadah. Jika syarat tidak terpenuhi, maka kewajiban ibadah tersebut gugur bagi orang tersebut. Dalam kajian umum fiqih yang mendasari teks Safinatun Najah, syarat umroh meliputi lima perkara utama:
-
Islam: Ibadah umroh hanya sah bagi penganut agama Islam.
-
Baligh: Seseorang harus sudah mencapai usia dewasa secara hukum syariat.
-
Berakal: Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak terkena kewajiban ini.
-
Merdeka: Umroh tidak wajib bagi hamba sahaya (budak).
-
Mampu (Istitha’ah): Mampu secara finansial, fisik, dan keamanan dalam perjalanan.
Seseorang yang memiliki bekal dan kendaraan tetapi tidak sehat fisiknya, tetap wajib mengupayakan umroh melalui orang lain (badal).
2. Rukun Umroh dalam Kitab Safinatun Najah
Rukun adalah inti dari ibadah umroh. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka umroh tersebut menjadi batal dan tidak bisa diganti dengan denda (dam). Penulis kitab Safinatun Najah menyebutkan:
“أركان العمرة خمسة: إحرام، وطواف، وسعي، وحلق أو تقصير، وترتيب.” (Arkanul ‘umrati khamsatun: ihramun, wa thawafun, wa sa’yun, wa halqun aw taqshirun, wa tartibun.)
Artinya: “Rukun-rukun umroh ada lima: Ihram, Thawaf, Sa’i, Mencukur atau memendekkan rambut, dan Tertib.”
Berikut adalah rincian dari kelima rukun tersebut:
A. Ihram
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah umroh. Seseorang harus memakai pakaian ihram dan menjauhi segala larangan yang telah ditentukan. Niat ini menjadi pintu masuk utama ke dalam kesucian ibadah.
B. Thawaf
Thawaf berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Jemaah memulai putaran dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama. Syarat sah thawaf antara lain harus menutup aurat dan suci dari hadats besar maupun kecil.
C. Sa’i
Sa’i adalah berjalan kaki dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Jemaah harus melakukan ini dengan sungguh-sungguh tanpa melewatkan satu putaran pun. Perjalanan dari Shafa ke Marwah terhitung satu kali, dan sebaliknya.
D. Tahallul (Mencukur Rambut)
Tahallul menandai selesainya rangkaian ibadah umroh secara simbolis. Laki-laki disarankan mencukur habis rambutnya (gundul), sedangkan wanita cukup memotong sebagian kecil ujung rambutnya. Minimal pemotongan adalah tiga helai rambut.
E. Tertib
Rukun terakhir adalah tertib. Artinya, jemaah harus melaksanakan urutan ibadah mulai dari ihram hingga tahallul secara berurutan. Anda tidak boleh melakukan sa’i sebelum melakukan thawaf.
3. Wajib Umroh
Wajib umroh berbeda dengan rukun. Jika seseorang meninggalkan wajib umroh, ibadahnya tetap sah, namun ia berdosa dan wajib membayar denda atau dam.
Berdasarkan tinjauan fiqih Syafi’iyah yang selaras dengan Safinatun Najah, wajib umroh terdiri dari:
-
Ihram dari Miqat: Mengambil niat ihram di batas geografis yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW sesuai asal kedatangan jemaah.
-
Menjauhi Larangan Ihram: Selama dalam keadaan ihram, jemaah dilarang memakai wewangian, memotong kuku, membunuh hewan buruan, hingga melakukan hubungan suami istri.
Perbedaan Utama Rukun dan Wajib
Memahami perbedaan antara rukun dan wajib sangat krusial bagi jemaah. Rukun menentukan keabsahan ibadah secara total. Jika rukun terlewati, Anda harus mengulang umroh dari awal. Sebaliknya, meninggalkan wajib umroh dapat ditebus dengan menyembelih seekor kambing sebagai denda, meskipun nilai pahala ibadah tersebut berkurang.
Pentingnya Kajian Fiqih Sebelum Berangkat
Banyak jemaah terjebak pada ritual fisik tanpa memahami landasan hukumnya. Kitab Safinatun Najah memberikan kerangka berpikir yang sistematis. Dengan memahami teks asli seperti kutipan di atas, jemaah memiliki panduan yang kokoh agar tidak bingung saat berada di tanah suci.
Ibadah umroh merupakan perjalanan ruhani menuju Baitullah. Ketelitian dalam menjalankan setiap rukun dan kewajiban menunjukkan kualitas ketakwaan kita. Pastikan Anda mempelajari detail teknis seperti cara berwudhu yang benar dan cara menjaga kesucian pakaian ihram, sebagaimana juga dijelaskan dalam bagian awal kitab Safinatun Najah.
Kesimpulan
Secara ringkas, umroh terdiri dari 5 rukun: Ihram, Thawaf, Sa’i, Tahallul, dan Tertib. Pastikan semua syarat terpenuhi sebelum berangkat agar perjalanan Anda tidak sia-sia. Semoga kajian ringkas ini memudahkan langkah Anda menuju tanah suci.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
