Ibadah
Beranda » Berita » Ramadhan dalam Lintasan Sejarah: Kejayaan dan Penaklukan Penting

Ramadhan dalam Lintasan Sejarah: Kejayaan dan Penaklukan Penting

Banyak orang menganggap bulan Ramadhan hanya sebagai waktu untuk beristirahat dan menahan lapar. Namun, lembaran sejarah Islam menunjukkan fakta yang sangat berbeda dan luar biasa. Ramadhan merupakan bulan perjuangan, kemenangan besar, dan transformasi peradaban dunia. Para pahlawan Islam justru mengukir prestasi gemilang saat mereka sedang menjalankan ibadah puasa.

Perang Badr: Kemenangan yang Menentukan

Peristiwa paling monumental terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Saat itu, meletus Perang Badr Al-Kubra yang melibatkan pasukan Muslim melawan kaum Quraisy. Rasulullah SAW memimpin langsung 313 orang pasukan dengan perlengkapan yang sangat terbatas. Mereka harus menghadapi 1.000 tentara Quraisy yang bersenjata lengkap dan terlatih.

Meskipun kalah jumlah, pasukan Muslim memiliki semangat iman yang sangat berkobar. Allah SWT menurunkan bantuan ribuan malaikat untuk memperkuat barisan kaum mukminin. Pasukan Muslim akhirnya meraih kemenangan telak yang mengubah arah sejarah Islam selamanya. Kemenangan ini membuktikan bahwa kekuatan spiritual jauh lebih penting daripada jumlah pasukan.

Fathu Makkah: Pembebasan Kota Suci

Delapan tahun setelah Perang Badr, peristiwa besar kembali terjadi di bulan suci. Nabi Muhammad SAW memimpin 10.000 pasukan menuju kota Makkah pada bulan Ramadhan. Peristiwa ini kita kenal sebagai Fathu Makkah atau pembukaan kota suci Makkah. Rasulullah memasuki tanah kelahirannya dengan penuh ketawaduan tanpa ada pertumpahan darah.

Beliau kemudian menghancurkan ratusan berhala yang mengelilingi Ka’bah. Momen ini menandai berakhirnya era kemusyrikan di tanah Arab secara total. Nabi Muhammad SAW memberikan pengampunan umum kepada penduduk Makkah yang dahulu menyakiti beliau. Kejadian ini mencerminkan sisi kemanusiaan dan kemuliaan akhlak Islam yang sangat tinggi.

Tradisi Keilmuan di Masjid Al-Azhar: Cahaya Pengetahuan Sepanjang Ramadhan

Kutipan sejarah mencatat ucapan beliau saat itu:

“Datanglah kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS Al-Isra: 81).

Penaklukan Andalusia oleh Tariq bin Ziyad

Kejayaan Islam di bulan Ramadhan meluas hingga ke daratan Eropa pada tahun 92 Hijriah. Panglima Tariq bin Ziyad memimpin pasukan menyeberangi selat menuju semenanjung Iberia atau Spanyol. Sebelum pertempuran dimulai, Tariq mengambil keputusan berani dengan membakar seluruh kapal pasukannya. Beliau menegaskan bahwa tidak ada jalan kembali kecuali meraih kemenangan atau mati syahid.

Beliau membakar semangat pasukannya dengan kalimat yang sangat legendaris:

“Wahai seluruh pasukanku, ke mana kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh!”

Kisah Penetapan Kalender Hijriah: Sejarah Panjang dan Keagungan Bulan Suci

Pasukan Muslim memenangkan pertempuran besar tersebut tepat di tengah bulan puasa. Kemenangan ini membuka gerbang peradaban Islam di Andalusia selama lebih dari tujuh abad. Eropa mulai mengenal kemajuan ilmu pengetahuan, arsitektur, dan kedokteran melalui kekuasaan Islam ini.

Menghancurkan Mitos Ketangguhan Mongol di Ain Jalut

Pada tahun 658 Hijriah, ancaman besar datang dari bangsa Mongol yang sangat kejam. Mereka telah menghancurkan Baghdad dan mengincar seluruh wilayah Timur Tengah. Sultan Saifuddin Qutuz memimpin pasukan Mamluk untuk menghadapi mereka di Ain Jalut, Palestina. Pertempuran sengit ini meletus pada tanggal 25 Ramadhan di bawah terik matahari.

Pasukan Muslim berhasil menghancurkan mitos bahwa tentara Mongol tidak terkalahkan. Kemenangan di Ain Jalut menyelamatkan dunia Islam dan Barat dari kehancuran total. Para tentara tetap bertarung dengan gigih meskipun rasa haus menyelimuti tenggorokan mereka. Ramadhan sekali lagi menjadi saksi ketangguhan fisik dan mental umat Islam.

Kesimpulan

Sejarah membuktikan bahwa puasa bukan menjadi penghalang bagi produktivitas dan keberanian manusia. Para pendahulu kita justru meraih puncak kejayaan saat mereka sedang mendekatkan diri kepada Allah. Spiritualitas Ramadhan memberikan energi tambahan untuk menyelesaikan misi-misi besar yang tampak mustahil. Kita harus mewarisi semangat juang ini dalam membangun peradaban di masa depan.

Bagaimana Para Ulama Salaf Menghabiskan Waktu di Bulan Ramadhan?

Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.