Khazanah
Beranda » Berita » Dahsyatnya Hari Kiamat: Renungan Mendalam dari Tafsir Al-Ibriz

Dahsyatnya Hari Kiamat: Renungan Mendalam dari Tafsir Al-Ibriz

Keimanan kepada hari kiamat merupakan pilar penting dalam akidah setiap Muslim. Al-Qur’an memberikan gambaran yang sangat detail mengenai peristiwa kehancuran alam semesta ini. Salah satu literatur lokal yang mengulas fenomena ini dengan sangat menyentuh adalah Tafsir Al-Ibriz. KH Bisri Mustofa menyusun kitab ini untuk membantu masyarakat memahami pesan-pesan Tuhan dalam Juz Amma. Beliau menyajikan narasi yang menggugah jiwa mengenai akhir kehidupan dunia.

Mengenal Tafsir Al-Ibriz Karya KH Bisri Mustofa

Tafsir Al-Ibriz memiliki keunikan karena menggunakan bahasa Jawa pegon yang sangat merakyat. KH Bisri Mustofa ingin setiap lapisan masyarakat mampu menyerap makna Al-Qur’an dengan mudah. Beliau menjelaskan ayat-ayat Juz Amma dengan gaya bahasa yang lugas namun penuh makna. Hal ini membuat pembaca merasa seolah-olah sedang menyaksikan langsung peristiwa yang beliau gambarkan. Kitab ini menjadi rujukan utama di berbagai pesantren dalam mempelajari esensi kiamat.

Potret Kehancuran Alam dalam Juz Amma

Banyak surah di dalam Juz Amma yang secara khusus membahas kiamat. Allah SWT menggunakan diksi yang kuat untuk menggambarkan guncangan bumi yang dahsyat. Tafsir Al-Ibriz menerangkan bahwa kiamat bukan sekadar fenomena alam biasa. Kiamat adalah penghentian total seluruh sistem kehidupan di jagat raya. Bintang-bintang akan jatuh berserakan dan lautan akan meluap dengan api yang panas.

KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz menuliskan kutipan berikut terkait gambaran manusia:

“Wong-wong podo bingung, koyo laron sing miber mrano-mrene ora karu-karuan.”

Mengenal Sifat-Sifat Penghuni Surga: Gambaran Indah dalam Surah Al-Waqi’ah

Kutipan tersebut merujuk pada Surah Al-Qari’ah yang menyamakan manusia dengan laron. Saat kiamat tiba, manusia kehilangan akal sehat karena rasa takut yang luar biasa. Mereka berlarian tanpa tujuan pasti karena tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Gunung-gunung yang kokoh pun akan berterbangan layaknya bulu-bulu yang tertiup angin kencang.

Goncangan Bumi yang Tiada Tara

Surah Al-Zalzalah juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan hari kiamat di Tafsir Al-Ibriz. Bumi akan memuntahkan seluruh beban berat yang tersimpan di dalam perutnya. KH Bisri Mustofa menjelaskan bahwa bumi seolah-olah sedang menceritakan seluruh rahasia manusia. Setiap jengkal tanah akan menjadi saksi atas semua perbuatan yang manusia lakukan selama hidup.

Narasi aktif dalam tafsir ini mengajak pembaca untuk selalu waspada. Setiap tindakan kita hari ini akan mendapatkan balasan yang sangat adil. Tidak ada satu pun amal yang terlewatkan, sekecil biji sawi sekalipun. Ketegasan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak kaum Muslimin.

Mengapa Kita Harus Merenungi Kiamat?

Mengingat kedahsyatan hari kiamat bukan bertujuan untuk menebar ketakutan yang melumpuhkan. Sebaliknya, renungan ini harus menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Dunia hanyalah tempat singgah sementara yang penuh dengan ujian. KH Bisri Mustofa menekankan pentingnya mempersiapkan bekal sebelum ajal menjemput. Beliau mengingatkan bahwa harta dan jabatan tidak akan menolong saat sangkakala berbunyi.

Kesadaran akan kiamat seharusnya mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan. Kita menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan. Kita juga menjadi lebih peduli terhadap hubungan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Iman kepada hari akhir berfungsi sebagai kontrol sosial yang sangat efektif bagi setiap individu.

Keajaiban dan Pertolongan Allah di Perang Badar: Menelaah Tafsir Surah Ali Imran

Kesimpulan

Dahsyatnya hari kiamat dalam Tafsir Al-Ibriz memberikan perspektif yang sangat spiritual. KH Bisri Mustofa berhasil mengemas pesan langit menjadi nasihat yang sangat membumi. Juz Amma bukan sekadar bacaan dalam salat, tetapi merupakan peringatan keras tentang masa depan kita.

Mari kita jadikan narasi kiamat sebagai cermin untuk melihat kekurangan diri. Persiapan yang matang adalah kunci utama untuk menghadapi hari yang penuh huru-hara tersebut. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. Keselamatan di akhirat berawal dari kesungguhan kita dalam beramal saleh selama di dunia ini.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.