Ibadah
Beranda » Berita » Mendidik Anak Ala Luqman Al-Hakim: Panduan Parenting Berbasis Tafsir Al-Ibriz

Mendidik Anak Ala Luqman Al-Hakim: Panduan Parenting Berbasis Tafsir Al-Ibriz

Membangun karakter anak pada era digital menuntut fondasi spiritual yang kokoh. Salah satu rujukan terbaik bagi orang tua Muslim adalah kisah Luqman Al-Hakim. Al-Qur’an mengabadikan namanya bukan sebagai Nabi, melainkan sebagai sosok ayah yang bijaksana. KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz memberikan penjelasan bernas mengenai metode Luqman dalam membentuk generasi tangguh.

Tauhid sebagai Fondasi Utama

Langkah pertama dalam mendidik anak adalah menanamkan akidah yang murni. Luqman memulai pendidikannya dengan melarang syirik. Dalam Tafsir Al-Ibriz, Kiai Bisri Mustofa menekankan pentingnya kasih sayang dalam penyampaian pesan ini. Panggilan “Yabunayya” (Wahai anakku tersayang) menunjukkan kelembutan hati seorang ayah.

Luqman berpesan dalam kutipan ayat tersebut:

“Ya bunayya la tusyrik billah, innasy syirka lazhulmun ‘azhim.” (Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang besar).

Orang tua harus memastikan anak memahami bahwa Allah adalah pusat segala kehidupan. Tanpa tauhid, kecerdasan intelektual anak tidak akan memiliki arah yang jelas.

Menyambut Ramadhan: Menata Hati, Meneguhkan Arah Umat

Menanamkan Bakti kepada Orang Tua

Setelah hubungan dengan Tuhan, Luqman mengajarkan etika hubungan antarmanusia, terutama kepada orang tua. Tafsir Al-Ibriz menjelaskan bahwa pengorbanan ibu dan ayah merupakan wasilah keberadaan anak di dunia. Orang tua perlu mengajarkan anak untuk bersyukur kepada Allah sekaligus berterima kasih kepada kedua orang tuanya.

Namun, Luqman juga memberikan batasan yang tegas. Bakti kepada orang tua tidak boleh mengalahkan ketaatan kepada Allah. Jika orang tua mengajak pada kemusyrikan, anak harus menolak dengan cara yang tetap santun (ma’ruf).

Kesadaran akan Pengawasan Tuhan (Muraqabah)

Mendidik anak ala Luqman Al-Hakim juga menitikberatkan pada aspek pengawasan diri. Luqman menggambarkan bahwa sekecil apa pun perbuatan manusia, Allah pasti akan membalasnya. Beliau memberikan perumpamaan biji sawi di dalam batu atau di langit yang tinggi.

Pelajaran ini sangat relevan untuk melatih kejujuran anak. Saat orang tua tidak mengawasi, anak tetap merasa terpantau oleh Allah. Hal ini membangun integritas moral yang sulit goyah oleh pengaruh lingkungan negatif.

Perintah Shalat dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Pendidikan karakter tidak lengkap tanpa aksi nyata. Luqman memerintahkan anaknya untuk mendirikan shalat. Shalat merupakan tiang agama yang menjaga kedisiplinan dan kesucian hati. Selain kesalehan pribadi, Luqman mendorong anaknya untuk memiliki kesalehan sosial melalui amar ma’ruf nahi munkar.

Doa Terbaik untuk Keturunan: Menyelami Kedalaman Makna Tafsir Surah Al-Furqan Ayat 74

Orang tua harus melatih anak untuk berani menyuarakan kebenaran. Namun, Luqman mengingatkan bahwa jalan dakwah ini penuh tantangan. Oleh karena itu, sifat sabar menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap ujian hidup.

Adab dan Kerendahan Hati

Bagian akhir dari nasihat Luqman mencakup etika sosial atau adab. Beliau melarang anaknya untuk sombong dan memalingkan muka saat berbicara dengan orang lain. Tafsir Al-Ibriz menggambarkan pentingnya berjalan di muka bumi dengan sikap yang wajar, tidak angkuh, dan tidak berlebihan.

Luqman berkata:

“Waqsid fi masyika waghdud min shautik…” (Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu…).

Suara yang keras dan kasar diibaratkan seperti suara keledai yang tidak menyenangkan. Pendidikan adab ini memastikan anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama dan rendah hati.

Memahami Hak dan Kewajiban Suami Istri: Perspektif Tafsir Ahkam

Kesimpulan

Metode parenting Luqman Al-Hakim dalam Tafsir Al-Ibriz menawarkan pendekatan yang komprehensif. Mulai dari penguatan akidah, ibadah, hingga etika berkomunikasi. Dengan mengikuti pola ini, orang tua dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mulia secara akhlak.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.