Pesan utama dalam ibadah salat adalah menghadap Sang Pencipta dalam keadaan suci. Sebelum bersujud, Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk melakukan ritual penyucian bernama wudhu. Dasar hukum utama ritual ini tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 6. Melalui kacamata Tafsir Al-Jalalayn, ayat ini menyimpan panduan teknis sekaligus makna spiritual yang mendalam.
Kutipan Ayat Wudhu
Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.” (QS. Al-Ma’idah: 6).
Tafsir Al-Jalalayn, karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi, memberikan penjelasan lugas mengenai ayat ini. Kitab ini menjadi rujukan karena bahasanya yang ringkas namun sangat padat makna.
Empat Rukun Wudhu dalam Tafsir Al-Jalalayn
Tafsir Al-Jalalayn menekankan empat tindakan wajib saat seseorang hendak bersuci dari hadas kecil. Berikut adalah uraian rincinya:
1. Membasuh Wajah
Langkah pertama bermula dengan membasuh seluruh area wajah. Batasan wajah secara vertikal adalah tempat tumbuhnya rambut kepala hingga dagu. Secara horizontal, wajah meliputi area antara telinga kanan hingga telinga kiri. Niat harus menyertai tindakan ini sebagai pembeda antara kebiasaan mandi biasa dan ibadah ritual.
2. Membasuh Tangan Hingga Siku
Ayat ini menyebutkan “ila al-marafiq” yang berarti hingga kedua siku. Tafsir Al-Jalalayn menegaskan bahwa siku harus ikut terbasuh air secara sempurna. Umat Islam tidak boleh mengabaikan area lipatan siku agar wudhu mereka sah secara syariat.
3. Mengusap Sebagian Kepala
Terdapat perbedaan diksi antara “membasuh” dan “mengusap” pada bagian kepala. Mengusap berarti menjalankan tangan yang basah di atas kepala. Al-Jalalayn menjelaskan bahwa mengusap sebagian kecil rambut kepala sudah mencukupi kewajiban ini.
4. Membasuh Kaki Hingga Mata Kaki
Terakhir, umat Islam wajib membasuh kedua kaki hingga mencapai mata kaki. Penekanan pada mata kaki menunjukkan bahwa area ini seringkali terlewatkan. Membasuh kaki menutup rangkaian fisik wudhu sebelum melaksanakan salat.
Menjaga Kesucian Batin
Wudhu bukan sekadar membersihkan debu atau kotoran fisik pada kulit. Tafsir Al-Jalalayn mengisyaratkan bahwa kebersihan lahiriah merupakan cerminan dari kesiapan batin. Saat air menyentuh anggota tubuh, seorang mukmin seharusnya merasakan pembersihan dari dosa-dosa kecil.
Allah SWT tidak ingin menyulitkan hamba-Nya melalui aturan wudhu. Sebaliknya, Allah ingin menyucikan jiwa setiap hamba yang hendak berkomunikasi dengan-Nya. Kesucian lahiriah membangun kepercayaan diri spiritual saat berdiri di atas sajadah.
Keringanan Melalui Tayammum
Ayat ini juga membahas kondisi ketika air tidak tersedia atau seseorang sedang sakit. Allah memberikan solusi melalui tayammum menggunakan debu yang suci. Tafsir Al-Jalalayn menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan.
Allah tidak membebani manusia dengan perintah yang melampaui kemampuan mereka. Jika penggunaan air membahayakan kesehatan, maka tanah yang bersih menjadi pengganti sarana penyucian. Prinsip ini menunjukkan kasih sayang Allah yang amat luas bagi umat manusia.
Pentingnya Tertib dalam Berwudhu
Meskipun ayat tersebut menyebutkan anggota tubuh secara berurutan, para ulama menekankan aspek “tertib”. Seseorang harus melakukan setiap tahapan sesuai urutan dalam ayat Al-Qur’an tersebut. Urutan ini melambangkan keteraturan hidup seorang muslim dalam menjalankan perintah agama.
Wudhu yang benar menjadi kunci utama sah atau tidaknya salat seseorang. Jika wudhu rusak, maka ibadah salat di atasnya pun ikut tidak berlaku. Oleh karena itu, mempelajari tafsir ayat wudhu sangat penting bagi setiap individu.
Kesimpulan
Tafsir Al-Jalalayn memberikan pemahaman yang praktis mengenai ayat wudhu dalam Surah Al-Ma’idah. Kita belajar bahwa kesucian lahiriah melalui air berbanding lurus dengan kesucian batin. Mari kita perbaiki cara berwudhu agar kualitas ibadah salat kita semakin meningkat. Dengan wudhu yang sempurna, kita menghadap Allah dalam kondisi yang paling mulia.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
